Forex Versus Saham

Forex dan saham sama-sama aset investasi di pasar keuangan dengan mana kita bisa mendapatkan profit. Namun, keduanya memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Sebelum memilih akan investasi pada forex atau saham, ketahui dulu karakteristik  Antara Forex Versus Saham.

Forex Di Luar Bursa, Pasar Saham Terpusat
Anda tentu pernah mendengar Bursa Efek Indonesia (BEI)? atau New York Stock Exchange (NYSE)? BEI dan NYSE merupakan dua contoh pasar saham. Di setiap negara, lazimnya ada bursa tertentu yang dideklarasikan sebagai tempat jual beli saham-saham perusahaan yang go public di negara tersebut. Inilah yang dikatakan sebagai pasar saham terpusat.

Berbeda halnya dengan pasar forex. Pasar forex dibangun dari jaringan koneksi dan komunikasi antar bank-bank multinasional dengan kantor di seluruh dunia, dan transaksinya dilakukan tanpa melalui bursa tertentu. Dalam bahasa Inggris, sifat forex yang seperti ini disebut Over The Counter (OTC), atau dapat diterjemahkan secara harfiah, di luar bursa.

Forex Buka 24 Jam, Saham Di Jam Tertentu Saja
Karena transaksi forex dilakukan antar bank-bank multinasional dengan kantor di seluruh dunia, maka jam kerjanya pun 24 jam. Bagaimana bisa begitu? karena pada dasarnya, jam kerja satu wilayah dengan wilayah berikut saling sambung menyambung. Pasar paling awal buka di hari Senin adalah pada jam kerja Asia dan Australia. Ketika Asia dan Australia tutup, pasar Eropa dibuka. Ketika pasar Eropa sudah memasuki jam-jam menjelang penutupan, giliran pasar Amerika baru buka. Pasar Amerika mendekati penghujungnya, Asia dan Australia buka lagi. Demikian seterusnya hingga Sabtu pagi waktu Indonesia Barat, semua pasar resmi tutup.

Hal ini sangat berbeda dengan pasar Saham yang ruang lingkupnya dibatasi satu wilayah saja, dan dengan demikian maka hanya akan buka berdasarkan jam kerja yang berlaku di wilayah itu saja. Umpamanya di Indonesia, pasar saham buka pukul 09:00, ada jeda istirahat siang selama satu setengah jam, lalu berlanjut hingga tutup pukul 16:30.

Keterbatasan waktu trading saham membuat orang-orang yang menjadikan investasi sebagai kerja sampingan jadi repot menentukan waktu braktivitas. Tentu akan membutuhkan siasat tertentu agar bisa trading saham sembari mengerjakan tugas kantor. Sedangkan bila trading forex, maka bisa memilih beraktivitas di malam atau dini hari, di luar jam kerja biasa. Faktanya, justru pasar forex malah paling ramai di sore hingga malam hari yang bertepatan dengan pasar Eropa dan Amerika.

Forex Bisa Profit Dua Arah, Saham Hanya Mengincar Kenaikan Harga
Transaksi forex dilakukan pada mata uang yang berpasangan. Misalnya Buy EUR/USD, artinya seseorang membeli Euro dan di saat bersamaan menjual Dolar. Atau Sell USD/JPY, artinya ia menjual Dolar di tangan untuk dibelikan Yen. Karenanya, maka trader forex bisa mendapatkan profit dari tindakan buy ketika harga naik maupun sell ketika harga turun (dua arah). Dalam forex, nilai harga setiap pasangan mata uang tak pernah sampai nol.

Baca Artikel Forex Lainnya :

Sebaliknya, di pasar saham, lazimnya orang-orang hanya bisa mendapatkan keuntungan ketika harga saham yang dipegangnya itu meningkat. Kalau turun terus hingga nyaris nol, maka nilai yang tersisa hanya dividen tahunan (yang bisa jadi tidak dibayarkan jika perusahaan mengalami kesulitan keuangan). Di luar negeri ada istilah “shorting” saham, dimana investor bisa menjual suatu saham tanpa memilikinya terlebih dahulu, dengan tujuan mendapatkan keuntungan ketika harga menurun. Namun, langkah seperti itu telah dilarang di pelbagai pasar saham, termasuk pasar saham Indonesia, kecuali pada situasi tertentu saja.

Kesimpulan Tentang Forex Versus Saham
Forex dan saham memang sama-sama aset investasi modern. Modal yang dibutuhkan untuk mengawali investasi sama-sama rendah. Transaksinya kini pun bisa dilakukan secara online melalui software trading yang dapat diunduh dengan mudah. Namun demikian, keduanya memiliki karakteristik khas-nya masing-masing. Jika investor cocok dengan karakter forex, maka sebaiknya ia mendalami forex lebih lanjut, khususnya dengan memanfaatan Akun Trading Demo. Sedangkan bila lebih cocok dengan saham, maka segeralah upayakan untuk mendaftar ke pialang saham terdekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *