Yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Investasi Bitcoin

Bitcoin

20170530-yang-perlu-anda-ketahui-sebelum-investasi-bitcoin

Makin hari, Bitcoin makin meluas dimana-mana, baik sebagai alat pembayaran maupun investasi. Melihat harganya yang sudah mencapai lebih dari 30 juta Rupiah per bitcoin pada penghujung bulan Mei 2017 ini, jelas bahwa ada potensi keuntungan besar dari investasi Bitcoin. Namun, jika Anda ingin melakukannya, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan. Berikut diantaranya:

1. Keamanan Wallet Bitcoin Anda.
Sistem Bitcoin memang aman dari hacking, tetapi Wallet Anda, belum tentu. Bila Anda menyimpan kartu ATM Bank bersama catatan password di dompet; maka tentu jika suatu waktu dompet itu dicuri, isi rekening bakal langsung hangus. Demikian pula Wallet Bitcoin yang untuk membukanya membutuhkan ID dan password; pengamanan tak ada gunanya jika Anda sendiri tak berhati-hati.

Untuk mengetatkan keamanan, ada baiknya menerapkan verifikasi dua tingkat jika penyedia Wallet Anda memiliki fitur ini. Dan, simpanlah catatan ID dan password di tempat berbeda, atau malah jangan simpan catatan tertulis sama sekali.

2. Harga Bitcoin Sangat Fluktuatif.
Hal berikutny yang wajib dipahami sebelum investasi Bitcoin: harganya tak selalu naik terus, melainkan ada kalanya menurun. Lebih dari itu, kenaikan dan penurunan harga Bitcoin bisa terjadi secara drastis. Bahkan, ada masanya harga Bitcoin jatuh 100 Dolar dalam satu jam. Jadi, saat investasi Bitcoin, Anda harus jelas memahami kondisi pasar dan menguatkan hati; jangan mudah termakan rumor.

3. Bitcoin Itu Tidak Sepenuhnya Anonim.
Dalam transfer dana Bitcoin, meskipun identitas Anda tak tertulis dalam pengiriman maupun penerimaan, tetapi “alamat dompet” yang Anda pakai akan terlihat dan bisa diketahui oleh siapa saja dalam jaringan. Inilah mengapa, satu alamat sebaiknya hanya dipakai dalam satu transaksi saja. Penyedia Wallet Bitcoin biasanya mengizinkan Anda membuka akun, lalu membuat alamat dalam bentuk kode variasi angka acak begitu Anda akan melakukan pengiriman atau penerimaan dana.

4. Bitcoin Masih Bersifat Eksperimental.
Bitcoin termasuk perintis mata uang kripto. Kata “perintis” inilah yang perlu diperhatikan. Karena tergolong penemuan baru, maka di masa depan bisa ada banyak perkembangan pula.
Ibaratnya jaman dahulu komputer harus pakai CPU seruangan penuh, lalu perlahan berubah jadi satu set PC yang bisa ditaruh di meja saja, lalu muncul laptop, kemudian kini ada tablet dan smartphone. Demikian pulalah Bitcoin. Bitcoin merupakan permulaan, sehingga tidak tertutup kemungkinan jika ke depan akan ada perubahan-perubahan, mungkin terkait biaya pengiriman, biaya penyimpanan, konfirmasi transaksi, atau lainnya. Ini penting untuk diperhatikan oleh siapa saja yang investasi Bitcoin.

5. Pajak dan Regulasi Pemerintah.
Hal terakhir namun tak kalah penting, mengenai pajak dan regulasi Pemerintah. Indonesia saat ini memang tak mengatur Bitcoin secara khusus, tetapi bukan berarti ke depan takkan diatur sama sekali. Jika bercermin pada negara-negara lain, di Jepang penggunaannya diserupakan dengan valas pada umumnya, sedangkan di Amerika Serikat dianggap sebagai aset kena pajak, dan di Rusia dilarang penggunaannya. Variasi-variasi ini ada kemungkinan diterapkan pula oleh pemerintah Indonesia. Apabila serius akan investasi Bitcoin, maka Anda perlu memperhatikan perubahan regulasi di masa depan, agar tidak terjebak dalam situasi yang tak diinginkan.