Mengungkap Perbedaan Trading Forex Dan Trading Spot Bitcoin

Bitcoin

Seperti halnya forex, Bitcoin pun bisa ditradingkan secara spot bagi para trader yang ingin menghasilkan keuntungan dari naik turun harga Bitcoin, lengkap dengan fasilitas leverage dan margin. Meski memiliki persamaan konsep, trading forex dan Bitcoin tentu saja mempunyai beberapa perbedaan. Selain instrumen trading yang jelas berbeda (forex berkaitan dengan valas dan Bitcoin adalah mata uang digital yang menjadi instrumen trading itu sendiri), berikut ini 4 hal lain yang mendasari perbedaan trading forex dengan Bitcoin:

trading forex vs bitcoin

1. Supply
Suplai forex disediakan oleh bank sentral yang berwenang untuk mencetak dan mengawasi peredaran mata uang. Oleh karena itu, faktor penawaran di pasar forex sangat bergantung pada kebijakan bank sentral. Selain itu, keadaan ekonomi negara juga bisa berpengaruh, karena penyesuaian suplai mata uang dapat menjadi salah satu upaya bank sentral untuk menstabilkan pertumbuhan.

Di sisi lain, supply Bitcoin sudah ditentukan sedari awal, sehingga tidak ada keberlanjutan produksi baru saat batas maksimal supply sudah tercapai. Sebagai informasi, angka yang dipatok sebagai limit suplai Bitcoin adalah 21 juta. Pembatasan jumlah uang yang beredar di sirkulasi bisa terlaksana karena Bitcoin itu sendiri adalah sistem terdesentralisasi, yang nilainya tidak bergantung pada stabilitas global maupun kondisi negara manapun.

2. Inflasi
Karena alasan di atas, banyak pihak meyakini jika Bitcoin adalah suatu aset yang imun terhadap dampak inflasi. Faktanya, kita perlu melihat dulu jenis inflasi mana yang dibicarakan di sini. Jika yang dimaksud inflasi moneter, maka jawabannya ya, sedangkan apabila berkaitan dengan inflasi harga, berarti jawabannya tidak.

Nilai Bitcoin bisa berfluktuasi karena banyak alasan, termasuk spekulasi yang biasanya timbul setelah rilis berita berdampak penting. Perbandingan Bitcoin terhadap mata uang lain (seperti BTC/USD di trading spot) juga membuat nilainya rentan terhadap perkembangan ekonomi dan stabilitas negara yang meregulasi mata uang pembanding. Kondisi ini sudah pernah terbukti beberapa kali, di mana ketika pasar finansial global bergejolak akibat kecemasan geo-politik, nilai Bitcoin cenderung menguat tajam.

Sementara itu, trading forex yang berkaitan dengan mata uang asing tak terhindarkan dari semua tipe inflasi, baik itu inflasi moneter maupun harga. Kewenangan bank sentral untuk mencetak uang baru kapanpun mereka mau memberikan risiko inflasi moneter pada forex. Di samping itu, berbagai faktor fundamental seperti suku bunga, stabilitas politik, bahkan tingkat PDB, dapat berefek pada inflasi harga di pasar forex.

3. Demand
Salah satu keuntungan menjadi mata uang yang tersentralisasi adalah jaminan demand. Karena dikontrol oleh pemerintah, aplikasi mata uang konvensional dalam sistem perekonomian tak perlu diragukan lagi. Sebagai contoh, Dolar AS adalah mata uang resmi yang berlaku di Amerika, karena diakui dan dikontrol oleh pemerintah negara tersebut. Jika statusnya sudah seperti itu, permintaan terhadap Dolar AS jelas terjamin karena setidaknya pasti digunakan oleh semua warga negaranya untuk bertransaksi.

Hal itu tak bisa terjadi pada Bitcoin, karena ia bukanlah mata uang yang diatur oleh otoritas negara tertentu. Tak ada kewajiban menggunakan Bitcoin karena mata uang tersebut tidak beredar secara luas dan hanya berlaku di vendor-vendor yang menyediakannya. Itulah mengapa, tingkat permintaan Bitcoin sepenuhnya bergantung pada daya tariknya bagi pengguna (user adoption), jumlah vendor yang menerimanya, dan kepercayaan publik terhadapnya.

4. Volatilitas
Bitcoin lebih cocok bagi trader high-risk karena harganya bergerak dalam tingkat volatilias yang jauh lebih besar dari forex. Jika dibandingkan secara langsung, volatilitas Bitcoin berkisar antara 5%-15%, sementara di forex volatilitas hanya berkutat di kisaran 0.5%-1%, tergantung jenis pair-nya (apakah mayor, minor, atau eksotis).

5. Platform Trading
Bitcoin bisa ditradingkan di beberapa jenis platform, tergantung pada tempat Anda mendaftar akun untuk trading spot Bitcoin. Platform terseut di antaranya adalah Kraken, BTC-E, Bitstamp, Bitfinex, Coinbase, dan masih banyak lagi. Variasi instrumen yang ditampilkan di platfrom Bitcoin biasanya adalah jenis mata uang kripto lain seperti Litecoin dan Dodgecoin. Sementara itu, chart harga mata uang konvensional yang terdapat di platform ini berfokus pada Dolar AS dan Euro.

Sementara itu, trading forex juga dapat dilakukan di banyak jenis platform. Meskipun pangsa pasar platform forex masih dikuasai MetTrader, beberapa broker sudah ada yang menyediakan platform alternatif seperti cTrader, SIRIX, dsb. Trader forex bahkan bisa menggunakan in-house platform yang menjadi produk eksklusif dari broker-broker tertentu.

Penutup
Trading forex dan Bitcoin memiliki kemiripan, tapi ada juga beberapa perbedaan yang perlu diperhatikan. Pebedaan supply dan demand bisa berdampak pada indikator-indikator analisa fundamental yang mempengaruhi fluktuasi harga.

Sementara itu, perbedaan drastis pada volatilias Bitcoin dan Forex sebaiknya menjadi perhatian khusus bagi trader valas yang ingin menjelajahi pasar Bitcoin. Meskipun beberapa teknik analisa fundamental forex bisa diterapkan untuk trading spot Bitcoin, pandangan terhadap risiko dan money management sebaiknya diperketat untuk mengantisipasi risiko volatilitas Bitcoin.

Recent Post

Quotes by TradingView