Hal-Hal Yang Bisa Membuat Harga Bitcoin Turun

Bitcoin

20170529-hal-hal-yang-menyebabkan-harga-bitcoin-turun

Setelah harga Bitcoin naik sampai 2800 USD beberapa waktu lalu, mata uang kripto ini langsung anjlok hingga 2200 USD hanya dalam tiga hari. Artinya, jika ada orang menyimpan 10 Bitcoin saja, ia telah kehilangan 6000 USD dalam waktu di bawah seminggu. Ngeri? Untuk mengantisipasi harga Bitcoin turun mendadak, berikut beberapa aspek fundamental dan teknikal yang perlu Anda amati.

1. Penutupan Tambang Bitcoin.
Menurut sebuah sumber, ketika sebuah tambang Bitcoin gulung tikar, biasanya mereka cenderung langung melepas semua Bitcoin yang telah disimpannya. Hal ini bisa memicu efek berantai hingga harga Bitcoin turun.

Dan mengapa tambang Bitcoin tutup? Banyak alasan; boleh jadi pendiri pecah kongsi, atau barangkali biaya operasional terlalu tinggi, atau dilarang oleh pemerintah setempat, dan lain sebagainya.

2. Larangan Menggunakan Bitcoin Diumumkan Oleh Suatu Negara Berekonomi Kuat.
Diantara faktor yang mendorong harga Bitcoin naik, terdapat unsur pengakuan dari negara berekonomi kuat. Karenanya, berlaku pula sebaliknya; yaitu harga Bitcoin turun jika sebuah negara berekonomi kuat menentang dan melarang penggunaannya. Insiden terkait ini pernah terjadi antara tahun 2013-2014, ketika Rusia berulangkali memperingatkan warganya agar jauh-jauh dari Bitcoin, dan pada akhirnya melarang sama sekali lembaga-lembaga keuangan menyentuh mata uang kripto ini.

3. Penutupan Bursa Bitcoin.
Hukum penawaran berlaku pula pada harga Bitcoin. Semakin tinggi suplai akan sesuatu, maka makin rendah lah harganya, jika kondisi lain secara umum tak ada yang berubah.

Ketika sebuah bursa Bitcoin (Bitcoin Exchange) ditutup, baik secara baik-baik, kena hacking, maupun karena ada masalah hukum, maka keyakinan pasar terhadapnya akan terguncang. Di saat yang sama, anggota-anggota bursa akan berusaha secepat mungkin mengalihkan Bitcoin di tangannya ke bursa lain. Rangkaian peristiwa ini dapat membuat suplai Bitcoin membludak dalam waktu singkat, sehingga harga Bitcoin turun.

4. Secara Teknikal, Bitcoin Sudah Jenuh Beli (Overbought).
Jenuh beli berarti dengan kata lain, harga Bitcoin saat ini sebenarnya sudah terlalu tinggi dibanding harga yang sebenarnya bisa diterima oleh para penggunanya. Di sini perlu diketahui ada beberapa jenis pengguna Bitcoin; dua kelompok terbesar diantaranya adalah Spekulan dan Pengguna Bitcoin. Spekulan hanya mengincar profit dari naik-turun harga, sedangkan Pengguna adalah mereka yang sunggu berjual-beli memakai Bitcoin.

Ketika harga Bitcoin memuncak sampai suatu tingkat yang tak lagi masuk akal atau terjangkau bagi pengguna, maka itulah tanda kenaikan harga berakhir dan kita perlu bersiap menghadapi penurunan. Ada beberapa alat analisa teknikal untuk memantau Jenuh Beli atau tidaknya; seperti indikator Stochastic, MACD, Relative Strength Index (RSI), dan lain sebagainya.

Satu hal yang perlu Anda perhatikan: meskipun saat ini barangkali Harga Bitcoin turun karena jenuh beli atau mungkin juga ditunjang sebab lain, tetapi hal itu takkan berlangsung selamanya. Kelak, harga keseimbangan bisa terus meningkat, hingga level harga jenuh beli pun terus meninggi.