Faktor-Faktor Yang Mendorong Harga Bitcoin Naik

Bitcoin

20170529-faktor-faktor-yang-membuat-harga-bitcoin-naik

Baru beberapa waktu lalu, harga Bitcoin naik pesat hingga mencapai 2800 USD per Bitcoin. Harga semahal itu kurang lebih sama dengan dua kali lipat harga emas per troy ons. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi harga Bitcoin hingga melonjak sedemikian tinggi? Ditinjau dari segi fundamental, ada beberapa faktor yang bisa mendorong harga Bitcoin naik dan makin mahal di masa depan.

1. Makin Banyaknya Pengguna Bitcoin.
Tahukah Anda bahwa perusahaan game online Zynga menerima pembayaran menggunakan Bitcoin? Sekitar tahun 2014 dahulu saat Zynga mengumumkannya, harga Bitcoin naik beberapa ratus dolar dalam waktu nyaris seketika. Dan masih banyak lagi contoh momen serupa.

Sebagaimana layaknya hukum permintaan; semakin tinggi permintaan akan sesuatu, maka makin tinggi pula harganya, jika kondisi lain secara umum tak ada yang berubah. Demikian pula, semakin banyak vendor atau merchant yang menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran, maka harga Bitcoin akan makin meningkat.

2. Pengakuan Dari Negara Berekonomi Kuat.
Beberapa insiden lain yang juga pernah menandai momentum kenaika harga Bitcoin adalah diakuinya Bitcoin oleh negar-negara berekonomi kuat. Misalnya ketika pada tahun 2013, Departemen Keuangan AS memutuskan untuk mengklasifikan Bitcoin sebagai aset kena pajak.
Ada dua hal yang bisa disimpulkan dari keputusan itu. Pertama, karena kena pajak, maka tentunya bukan barang ilegal. Kedua, keputusan itu memberikan landasan hukum bagi individual maupun perusahaan yang ingin berinvestasi atau memperjual-belikan Bitcoin. Hasilnya, tentu harga Bitcoin naik.

3. Jatuhnya Nilai Tukar Suatu Negara.
Dalam hal ini, pertama-tama perlu dipahami bahwa mata uang kripto sering dipandang sebagai mata uang alternatif dari mata uang biasa yang kita pergunakan, seperti Rupiah, Dolar AS, Yuan, dan lain-lain. Karenanya, jika mata uang suatu negara tak lagi berharga, kepada siapa warganya akan berpaling? Sudah tentu mata uang kripto, termasuk Bitcoin.

Faktanya, di akhir tahun 2016 saat Venezuela terjerumus dalam resesi dan nilai tukar mata uangnya hancur dan penggunaan Dolar AS dibatasi, banyak warganya beralih menggunakan Bitcoin. Efeknya, permintaan dan transaksi menggunakan Bitcoin di benua Amerika selama beberapa waktu melonjak, hingga akhirnya pemerintah Venezuela mengambil tindakan tegas menutup bursa Bitcoin di wilayahnya.

4. Perkembangan “Cashless Society”.
Setelah membaca contoh di nomor tiga, barangkali Anda menyangka hanya orang di negara yang ekonominya remuk redam saja yang membutuhkan Bitcoin? Jangan salah. Tiga negara dengan pertumbuhan bursa Bitcoin paling pesat saat ini justru Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang, yang nilai tukar mata uangnya relatif kuat.

Sebabnya, perekonomian mereka sudah sangat maju, sehingga masyarakatnya sudah nyaman dengan budaya “Cashless Society” (Budaya Pembayaran Non-Tunai). Di sisi lain, tingkat edukasi masyarakat juga sudah cukup tinggi, sehingga mudah menerima konsep mata uang kripto. Bahkan rumornya, pemerintah masing-masing terus melakukan riset untuk mempertimbangkan kemungkinan menciptakan mata uang kripto-nya sendiri, untuk menyaingi Bitcoin.

Demikianlah empat faktor yang mendorong harga Bitcoin naik dalam berbagai momen berbeda. Tentu, kebalikannya juga berlaku; bisa mengakibatkan harga Bitcoin menurun. Tak dapat dipungkiri kalau sentimen pasar yang memperjual-belikan Bitcoin merupakan faktor yang paling berpengaruh. Jika sentimen pasar goyah, biarpun itu berita hoax, maka bisa menggoyang harga Bitcoin dalam masa berita itu belum dikonfirmasi.

Recent Post

Quotes by TradingView