Cara Mudah Mengamankan Bitcoin

Bitcoin

Walaupun terbebas dari gejolak ekonomi dan politik yang biasanya dapat mengoyak kestabilan mata uang kovensional, penggunaan Bitcoin tetaplah memiliki risiko. Pembobolan hacker dan kesalahan manusia (human error) merupakan dua faktor yang perlu diwaspadai dalam hal ini. Mengingat transaksi Bitcoin bersifat mutlak dan tak dapat diganggu gugat, Anda tidak bisa meminta pengembalian dana jika melakukan kesalahan pengiriman atau pengisian data.

Faktanya, mengamankan Bitcoin sebenarnya bisa dilakukan dengan cara-cara mudah. Apa sajakah kiat-kiat yang direkomendasikan itu?

cara mudah mengamankan bitcoin

1. Gunakan Cold Storage
Jika Anda mengira cold storage ada hubungannya dengan ruang penyimpanan bersuhu dingin, maka Anda salah besar. Dalam istilah mata uang kripto, cold storage merujuk pada tempat penyimpanan offline.

Sebelum Anda bertanya-tanya mengapa Bitcoin bisa disimpan secara offline padahal sistemnya bekerja secara online, coba perhatikan pernyataan berikut ini: Private key Bitcoin memang didapatkan secara online, tapi kodenya bisa disimpan secara offline dan ditempatkan di sebuah hardware. Dengan kondisi fisik seperti itu, private key Bitcoin akan aman dari gangguan online termasuk upaya pembobolan yang biasa dilakukan para hacker melalui internet.

Hardware yang secara khusus menyediakan jasa wallet Bitcoin contohnya adalah Trezor dan Ledger. Layanan kedua hardware tersebut bisa memberikan dua keuntungan sekaligus, yakni kemudahan akses wallet web dan keamanan cold storage.

2. Minimalisir Risiko Counterparty
Sebagai pengguna Bitcoin, risiko couterparty yang perlu diwaspadai adalah pembobolan sistem Exchange. Percaya atau tidak, kisah-kisah kerugian Bitcoin terbesar hampir selalu disebabkan oleh jebolnya keamanan Exchange.

Untuk mengantisipasi risiko seperti itu, selalu camkan bahwa Exchange tidak bisa berfungsi seperti bank untuk Bitcoin. Walaupun bisa menjadi perantara dalam trading Bitcoin, Exchange bukanlah tempat penyimpanan permanen untuk Bitcoin. Untuk memastikan keamanan, selalu jadikan wallet Bitcoin (seperti Blockchain, Coindesk, dsb.) sebagai tempat penyimpanan akhir.

Jika Anda perlu menjual atau membeli Bitcoin dalam jumlah besar, jangan melakukannya dalam sekali proses. Sebaiknya bagilah jumlah Bitcoin Anda ke dalam transaksi-transaksi kecil. Selain itu, gunakan lebih dari satu exchange untuk melakukan diversifikasi risiko. Jadi apabila salah satu Exchange yang Anda gunakan nantinya diserang hacker, Bitcoin Anda tidak akan terbawa hilang seluruhnya karena masih ada Bitcoin yang tersimpan di Exchange lain.

3. Buat Password Sekuat Mungkin
Password yang kuat artinya memiliki tingkat kesulitan tinggi untuk ditafsirkan oleh para pembobol. Gunakan kombinasi huruf kapital, huruf kecil, angka, dan tanda baca spesial dalam rangkaian kata yang tak kurang dari 16 karakter. Susunlah password baru karena Anda sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan password yang pernah dijadikan kata kunci untuk akun online lainnya. Anda wajib menyimpan baik-baik password tersebut dengan menggunakan enkripsi untuk memastikan keamanannya.

4. Pakai Otentikasi Dua Arah
Two Factor Authentication atau Otentikasi Dua Arah adalah prosedur pengamanan transaksi yang melibatkan kode verifikasi dari metode lain. Sebagai contoh, wallet Bitcoin Anda hanya bisa diakses dengan login menggunakan password dan kode verifikasi yang dikirimkan ke ponsel. Dengan demikian, akan ada dua lapis keamanan yang perlu dilalui untuk mengakses Bitcoin Anda.

Ini tentu bisa mempersulit hacker yang berniat mencuri Bitcoin Anda. Katakanlah ia sudah berhasil mendapatkan password Anda dan menggunakannya untuk login. Di tahap berikutnya ia jelas akan menemui rintangan sulit karena ia tidak dalam posisi memegang ponsel Anda. Hal ini juga bisa menjadi sistem peringatan karena kode verifikasi di ponsel hanya akan dikirimkan setelah Anda mengisi password. Jika Anda merasa tidak sedang mengakses wallet Bitcoin tapi menerima SMS berisi kode verifikasi, maka bisa jadi akun Anda sedang dibobol oleh “maling online”.

5. Pastikan Alamat Tujuan
Saat mengirimkan Bitcoin untuk melengkapi suatu proses transaksi online, jangan pernah lupa atau bosan untuk mengecek alamat tujuan setidaknya dua kali. Kesalahan kirim Bitcoin karena ketidaktelitian adalah murni human error, sehingga tak ada pihak lain yang bisa Anda tuduh jika Bitcoin Anda ditransfer ke alamat yang salah.

Apalagi, setiap transaksi yang sudah diproses tak bisa dibatalkan atau dikembalikan. Akibatnya, Anda memberikan Bitcoin secara cuma-cuma pada pihak yang salah dan masih harus melakukan transaksi kedua untuk menuntaskan masalah pada transaksi pertama.

Penutup
Ada banyak kemudahan yang bisa didapatkan dari penggunaan Bitcoin, tapi itu hanya berlaku jika Anda mengamankan private key baik-baik. Lima cara mudah di atas bisa menjadi panduan bermanfaat bagi Anda yang ingin melindungi diri dari risiko pembobolan dan kesalahan transaksi Bitcoin.

Recent Post

Quotes by TradingView