Bitcoin Vs. Litecoin: Manakah Yang Lebih Baik?

Bitcoin

Popularitas mata uang kripto kian melesat dalam beberapa tahun terakhir. Penyebabnya tak lain adalah mencuatnya Bitcoin sebagai mata uang terdesentralisasi yang makin banyak diandalkan para pengguna internet. Fenomena itu kemudian menginspirasi beberapa pihak untuk “meniru” konsep Bitcoin, dengan sedikit perbedaan yang diharapkan bisa melengkapi kekurangan mata uang tersebut. Nah, salah satu crypto currency yang paling banyak dikenal saat ini adalah Litecoin.

Penggunaan Litecoin bahkan sudah mulai akrab di beberapa vendor online yang sebelumnya cuma menerima pembayaran via Bitcoin. Meskipun kapitalisasi pasarnya masih lebih kecil, tak dapat dipungkiri jika Litecoin semakin menarik minat para penggemar mata uang digital. Lantas, manakah yang lebih baik antara Bitcoin dan Litecoin? Untuk mengungkap jawabannya, kita akan membedah persamaan dan perbedaan dasar dari kedua mata uang virtual tersebut.

bitcoin vs. litecoin

Persamaan Bitcoin Dan Litecoin
Sekilas, Bitcoin dan Litecoin hampir tak memiliki perbedaan. Sebagai mata uang kripto yang terdesentralisasi, Bitcoin dan Litecoin sama-sama tak diatur peredarannya oleh pemerintah dan bank sentral negara manapun.

Selain itu, fluktuasi harga kedua mata uang tersebut tidak dipengaruhi oleh gejolak ekonomi maupun politik yang dapat mengancam stabilitas suatu negara, seperti halnya pada pergolakan harga di mata uang fiat (Dolar AS, Yen Jepang, Rupiah Indonesia, dst.). Sebaliknya, nilai Bitcoin dan Litecoin lebih bergantung pada integritas kriptografis jaringan dan murni ditentukan oleh tingkat permintaan dan penawaran pasar.

Perbedaan Bitcoin Dan Litecoin
Dibanding persamaan, faktor yang membedakan Bitcoin dan Litecoin sebenarnya jauh lebih banyak. Artikel ini akan membahas empat perbedaan paling mendasar dari kedua mata uang kripto tersebut.

1. Kapitalisasi Pasar
Pertumbuhan kapitalisasi pasar Bitcoin telah mencetak perkembangan yang mengesankan, terutama jika mempertimbangkan nilainya yang cuma sebesar $42,000 di masa-masa awal peluncurannya. Di tahun 2015, sekitar 6 tahun setelah waktu rilisnya, kapitalisasi Bitcoin sudah mencapai 4 milyar Dolar. Sementara itu, Litecoin hanya mencatatkan pencapaian di kisaran 75 juta Dolar pada periode yang sama.

2. Jumlah Koin
Sebagaimana diketahui dalam berbagai pembahasan tentang Bitcoin, jumlah uang di sirkulasi tak akan melebihi angka 21 juta. Jadi meskipun saat ini Bitcoin baru masih bisa ditambang, aktivitas tersebut tak akan menghasilkan apa-apa saat kuota Bitcoin yang beredar di pasaran sudah terpenuhi. Saat ini saja, penciptaan Bitcoin baru sudah dikenai sistem halving yang memperlambat laju pembuatan Bitcoin di setiap periode tertentu.

Sementara itu, walaupun Litecoin baru juga bisa didapatkan dengan cara yang sama (mining), jumlah maksimal yang membatasi pembuatan Litecoin baru lebih banyak daripada Bitcoin. Faktanya, Litecoin masih akan terus diproduksi sampai jumlah yang beredar di sirkulasi mencapai 82 juta.

3. Kecepatan Proses Transaksi
Meskipun secara teknis transaksi Bitcoin dan Litecoin berlangsung instan, ada jeda waktu yang diperlukan untuk mengkonfirmasikan transaksi ke pengguna network yang lain. Menurut data Blockchain, rata-rata waktu yang diperlukan Bitcoin untuk menyelesaikan konfirmasi transaksi adalah sekitar 10 menit. Di sisi lain, transaksi Litecoin tak memerlukan waktu selama itu. Bahkan, waktu konfirmasi untuk memproses transaksi dengan Litecoin hanya memerlukan waktu sekitar 2.5 menit.

Perbedaan kontras seperti itu jelas sangat berpengaruh bagi daya tarik Bitcoin dan Litecoin. Para merchant online yang memiliki kepentingan bisnis jelas akan lebih tertarik pada efisiensi waktu transaksi Litecoin, mengingat bagi mereka, “waktu adalah uang”.

4. Teknologi Mining
Bitcoin menggunakan algoritma SHA-256 yang kompleks dan menuntut teknologi berkekuatan super untuk menyelesaikan pengerjaannya. Di sisi lain, Litecoin mengandalkan algoritma kriptografis bernama Scrypt. Meski relatif baru, Scrypt lebih sederhana dari SHA-256 dan bisa diproses dengan perangkat yang lebih simpel dari teknologi mining Bitcoin.

Kesimpulan
Dari ulasan di atas, terlihat bahwa meskipun Bitcoin dan Litecoin adalah sama-sama mata uang kripto, ada perbedaan-perbedaan dasar yang membuat efektivitas penggunaan keduanya sangat berbeda. Dari segi kemudahan, Litecoin tampak lebih unggul karena penambangannya tidak menuntut teknologi berkekuatan super besar, transaksinya lebih cepat, dan tingkat supply-nya hampir 4 kali lebih besar dari Bitcoin.

Akan tetapi, cara mendapatkan yang mudah dan jumlah uang yang lebih banyak dapat berakibat buruk bagi peningkatan harga Litecoin dalam jangka panjang. Jika permintaan terhadap Litecoin tak mampu tumbuh secara meyakinkan, maka dikhawatirkan terjadi situasi di mana supply lebih banyak dari demand, sehingga menyebabkan kemerosotan nilai Litecoin.

Untuk menentukan mana yang lebih baik antara Bitcoin dan Litecoin, maka pertama-tama perlu disesuaikan dulu dengan kebutuhan Anda. Jika Anda berencana menggunakan mata uang kripto sebagai alat tukar dalam proses transaksi, maka Litecoin adalah pilihan yang lebih baik. Namun apabila Anda ingin menjadikan mata uang digital sebagai aset investasi jangka panjang, maka Bitcoin lebih bisa diandalkan.