Benarkah Bitcoin Adalah Emas Digital?

Bitcoin

Penguatan nilai Bitcoin dalam beberapa tahun terakhir bisa dikatakan fantastis. Mata uang yang diformat dengan kriptografi untuk memastikan keamanannya dari tindak pemalsuan ini bahkan pernah mengungguli nilai emas si logam mulia. Melihat besar nilai dan potensi Bitcoin yang masih bisa menjulang di masa depan, banyak pihak mulai menafsirkan Bitcoin sebagai emas digital. Keduanya memang memiliki beberapa kemiripan, di antaranya adalah:

bitcoin emas digital

Memiliki Nilai
Sejak berabad-abad lamanya, emas telah diakui memiliki nilai tinggi bukan karena dasar fisik apapun, melainkan kepercayaan seluruh masyarakat di dunia akan sifatnya sebagai penyimpan nilai yang jauh labih unggul dari obyek lainnya. Hanya bermodalkan itu, emas hingga sekarang masih bertahan sebagai aset berharga.

Dari segi penciptaan nilainya, Bitcoin pun tak jauh berbeda dari emas. Ketika pertama kali beredar dan belum banyak digunakan, nilai Bitcoin sangat rendah. Tapi setelah populer dan dipercaya banyak orang, maka jumlah pembelinya pun semakin bertambah hingga kemudian mengungkit nilainya secara drastis.

Baik Bitcoin dan emas sama-sama memiliki nilai tukar, yang membuat keduanya bisa dijadikan sebagai alat pembayaran. Di samping itu, Bitcoin dan emas juga mempunyai relative value terhadap aset lain seperti mata uang, saham, komoditas, dan sebagainya.

Sama-sama Ditambang
Cara mendapatkan Bitcoin dan emas baru adalah melalui proses penambangan. Meski dalam konteks Bitcoin istilah ‘penambangan’ hanya dipakai sebagai ungkapan, tapi bukan berarti upayanya lebih mudah dari proses penemuan emas yang memang benar-benar ditambang.

Bitcoin mining
Bitcoin mining USB devices in a row with small fans.

Bitcoin baru pada dasarnya bisa didapatkan oleh para ‘penambang’ yang sanggup memecahkan perhitungan matematika rumit untuk menyelesaikan proses transaksi Bitcoin yang dilakukan antar pengguna. Dari setiap transaksi ini, ‘penambang’ akan dihadiahi Bitcoin baru yang secara otomatis tercipta dari sistem.

Menjadi penambang nyatanya tak mudah, karena diperlukan piranti keras berspesifikasi tinggi yang disebut sebagai super komputer. Pada Mei 2013, kekuatan pemrosesan jaringan Bitcoin sudah melebihi gabungan power dari 500 superkomputer paling kuat di seluruh dunia.

Bersifat Langka
Jumlah emas yang terbatas menjadikannya sangat dihargai oleh masyarakat dunia. Semakin tahun cadangan emas yang masih tersimpan di perut bumi semakin menipis. Diperkirakan, dari hasil penambangan logam mulia yang dilakukan sejak dulu hingga kini, 65% dari seluruh emas yang ada di bumi sudah ditemukan.

Hal itu tak jauh berbeda dengan Bitcoin, yang sudah ditargetkan untuk berhenti produksi ketika jumlah uang yang sudah beredar mencapai 21 juta. Proses ini bahkan sudah mulai berjalan, terbukti dengan adanya sistem “Halvings” yang memangkas jumlah produksi Bitcoin tiap 4 tahun sekali.

Meski jumlah suplai emas dan Bitcoin terus menurun dan hampir mendekati batas akhir, tingkat permintaan keduanya tak ikut meredup. Demand terhadap Bitcoin bahkan terus meningkat seiring dengan melesatnya popularitas Bitcoin sebagai mata uang pertama yang terdesentralisasi.

Dianggap Safe Haven
Emas telah sekian lama dianggap sebagai safe haven, atau ‘tempat pelarian’ para investor ketika terjadi krisis, bencana, maupun konflik yang menyebabkan banyak ketidakpastian di pasar global.

bitcoin sebagai safe haven

Belakangan, Bitcoin turut mengekor sebagai aset safe haven yang dipercaya investor saat pasar digoncang berbagai prahara. Hal ini bisa dilihat dari kenaikan harga Bitcoin saat terjadi krisis Yunani, Brexit, dan yang terbaru, Pemilu Presiden AS yang memunculkan Donald Trump sebagai pemenang.

Tidak Mengandalkan Sistem Perbankan
Karakter Bitcoin sebagai mata uang yang tidak diregulasi bank sentral negara manapun sudah tak perlu ditanyakan lagi. Hal itu karena, ciri itulah yang menarik minat para internet user untuk membeli dan menggunakannya. Kondisi ini tentunya mirip dengan emas yang peredarannya ke masyarakat tidak diatur oleh bank sentral negara, seperti halnya mata uang konvensional.

Ciri Pergerakan Harga Dan Volatilitas
Raoul Pal, seorang kontributor di FXTraderMagazine pernah membahas panjang lebar tentang kemiripan Bitcoin dan Emas, dilihat dari segi harga dan volatilitas saat baru saja mencapai puncak kejayaan. Singkat cerita, ia menemukan bahwa harga Bitcoin sempat melejit dari $3 ke $227, lalu terperosok sebesar 70%, sebelum akhirnya kembali menguat.

chart harga bitcoin

Volatilitas seperti itu dipandang wajar bagi aset baru di pasaran. Jika Bitcoin mampu menstabilkan harganya, maka tidak menutup kemungkinan bila di masa depan akan ada konsistensi pertumbuhan yang bisa diharapkan.

Analisa itu dibuktikan dengan chart awal emas yang baru saja dilepas di era pemerintahan Nixon.

chart harga emas

Dibandingkan dengan nilai di masa itu, harga emas sekarang telah mencatatkan pertumbuhan hingga ribuan persen.

Perbedaan Bitcoin Dan Emas
Terlepas dari beberapa unsur di atas, ada perbedaan menonjol antara Bitcoin dan Emas. Salah satunya adalah sifat Bitcoin sebagai mata uang virtual yang bisa didapatkan, disimpan, dan ditransaksikan secara digital. Dengan demikian, Bitcoin jelas jauh lebih baik daripada emas yang untuk mendapatkan dan mengangkutnya saja harus mengerahkan banyak tenaga dan biaya. Selain itu, bentuk fisik emas tak memungkinkannya untuk dibawa-bawa sebagai alat pembayaran di semua tempat. Jadi dari segi kemudahan, Bitcoin menang telak dari emas karena statusnya sebagai mata uang digital.

Akan tetapi, bagaimana jika diukur dari value dan tingkat kepercayaan masyarakat secara universal? Daripada Bitcoin, emas jelas masih unggul dalam hal ini. Penggunaan emas sebagai aset berharga telah diakui sejak lama, sementara Bitcoin muncul sebagai pendatang baru yang menandakan kemajuan teknologi. Bagi orang awam yang lebih suka memiliki harta fisik, emas pastinya lebih dipilih ketimbang Bitcoin. Sifatnya juga lebih universal dan tak hanya ‘dihargai’ oleh mereka yang ‘melek’ teknologi atau sering bertransaksi secara online.

Akhir Kata
Kesimpulannya, dari segi nilai, cara mendapatkan, kelangkaan, karakteristik sebagai safe haven, kebebasan dari sistem perbankan, dan ciri pergerakan nilai, Bitcoin memang bisa dikatakan sebagai emas digital. Namun apabila kita melihat dari sifat dasar Bitcoin itu sendiri sebagai mata uang digital, ada perbedaan besar yang membuatnya lebih unggul atau justru belum mampu menyaingi emas sebagai aset favorit masyarakat dunia.

Recent Post

Quotes by TradingView