7 Fakta Menarik Bitcoin Yang Perlu Anda Tahu

Bitcoin

Sisi menarik Bitcoin sebagai mata uang digital yang beredar dan berlaku sebagai alat tukar di jaringan internet telah memancing minat banyak user. Melihat tingginya nilai tukar Bitcoin saat ini, tak dapat dipungkiri jika kepercayaan pengguna terhadapnya sangatlah besar. Bitcoin pun seakan menjadi mata uang berharga yang diidam-idamkan oleh para penggemarnya.

fakta menarik bitcoin

Jika Anda tertarik memiliki Bitcoin dan berencana untuk membeli atau belajar cara menambang Bitcoin, ada baiknya Anda mengintip 7 fakta unik di bawah ini:

1. Melampaui Emas
Pertumbuhan nilai Bitcoin sangatlah pesat dan bisa dibilang cukup mencengangkan. Di awal-awal penggunannya, tepatnya pada tahun 2010, 1 Bitcoin hanya bernilai 4 sen. Namun 3 tahun kemudian, 1 Bitcoin sudah bernilai lebih dari 1 ons Emas. Berikut ini adalah perbandingan grafik kenaikan harga Emas dan Bitcoin, yang direkap oleh JM Bullion.

bitcoin vs emas

2. Ilegal Di Beberapa Negara
Maskipun regulasi Bitcoin terus dikaji dan sudah mengalami beberapa perkembangan di Swiss dan Jerman, Bitcoin nyatanya ditolak mentah-mentah oleh sekelompok negara yang dengan tegas meresmikannya sebagai mata uang ilegal.

Norwegia dan Thailand contohnya, menolak penggunaan Bitcoin sebagai mata uang, menutup bursanya, serta melarang transaksi jual beli Bitcoin. Korea Selatan dan Rusia pun mengambil langkah serupa, dengan menolak dan melarang peredaran Bitcoin di wilayah negara masing-masing. Di sisi lain, Perancis dan Indonesia bersikap netral tapi memperingatkan bahwa risiko penggunaan Bitcoin ada di tangan masing-masing pemiliknya.

3. Beredar Di Pasar Gelap
Tahukah Anda? 5% dari kegiatan ekonomi yang aktif melibatkan Bitcoin terjadi di pasar gelap yang beroperasi di situs The Silk Road. FBI kemudian menutup situs tersebut dan menyita sebagian asetnya. Sejumlah 1.5% Bitcoin yang beredar di dunia saat ini jatuh ke tangan FBI akibat tindakan tersebut. Akan tetapi, aktivitas The Silk Road sendiri tidak benar-benar mati karena situs tersebut diperbarui dengan fitur keamanan yang lebih canggih untuk meningkatkan jaminan anonimitas.

4. Tak Jelas Siapa Pembuatnya
Hingga saat ini, tak ada yang benar-benar tahu identitas asli pembuat Bitcoin. Penggagasnya diketahui menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto. Siapa dia dan seperti apa wajahnya belum terungkap hingga kini. Bahkan, apakah nama tersebut mewakili satu individu atau sekelompok orang juga belum diketahui kejelasannya.

5. Pernah Di-hack
Layaknya sebuah sistem yang meluncur dan beredar di jaringan internet, Bitcoin selalu berisiko terkena hack. Kejadian ini pernah berlangsung di tahun 2014, hingga menyebabkan salah satu bursa terbesarnya, Mt GOX, ditutup.

6. Tarik Ulur Regulasi Di Amerika Serikat
Sebagai negara adidaya yang mata uangnya menjadi tolak ukur dalam arus finansial global, Amerika Serikat memegang peranan penting dalam pemutusan regulasi Bitcoin. Usut punya usut, negara ini rupanya tak ingin begitu saja meng-ilegal-kan Bitcoin, tapi juga tidak mau begitu saja memberi kemudahan dan kebebasan penuh pada para penggunanya.

regulasi bitcoin di amerika

Pemerintah Amerika Serikat nyatanya pernah mempertimbangkan untuk mengontrol penggunaan Bitcoin tanpa dilandasi Undang-Undang. Mayoritas pengguna Bitcoin tak setuju dengan hal ini, karena berpendapat bahwa kebebasan menggunakan Bitcoin secara ilegal masih lebih baik daripada mendapat legalitas yang mengekang. Belum lagi, Pemerintah AS bisa memberlakukan pajak atas kepemilikan dan transaksi Bitcoin. Meski masih berlangsung alot, regulasi Bitcoin masih terus dipertimbangkan di AS.

7. Virtualisasi Total
Sistem penggunaan Bitcoin bersifat 100% virtual. Selain model <i>storage</i> dalam dompet Bitcoin yang berbentuk sebagai tempat penyimpanan virtual, jejak rekam seluruh transaksi Bitcoin juga tersimpan dalam database virtual yang bernama Blockchain. Para penambang yang memiliki keahlian untuk membantu kelancaran transaksi Bitcoin senantiasa menjaga integritas Blockchain, sehingga validitas dan keamanannya sangat bisa diandalkan.