5 Tips Manajemen Risiko Bitcoin

Bitcoin

Setiap kegiatan trading pasti ada risikonya. Baik itu trading saham, forex, ataupun emas, selalu ada risiko kerugian yang perlu diwaspadai dan diperhitungkan baik-baik sehingga dapat diminimalisir. Trading Bitcoin pun demikian adanya.

Selain risiko umum yang mewarnai lika-liku trading, ada beberapa risiko spesifik yang perlu Anda perhatikan jika melakukan trading Bitcoin. Hal ini sangat berkaitan dengan model Bitcoin sebagai mata uang kripto yang terdesentralisasi dan harganya sangat volatil.

Lantas, apa sajakah cara yang bisa dilakukan untuk mengatur manajemen risiko dalam trading Bitcoin?

BERLIN, GERMANY - FEBRUARY 15: In this photo illustration model Bitcoins are seen on February 15, 2016 in Berlin, Germany. (Photo Illustration by Thomas Trutschel/Photothek via Getty Images)
BERLIN, GERMANY – FEBRUARY 15: In this photo illustration model Bitcoins are seen on February 15, 2016 in Berlin, Germany. (Photo Illustration by Thomas Trutschel/Photothek via Getty Images)

1. Waspadai Risiko Counterparty
Dalam dunia hukum dan keuangan, counterparty juga dikenal sebagai mitra pengimbang atau pihak lawan. Trading Bitcoin nyatanya tak cuma melibatkan Anda sebagai trader, tapi juga memerlukan peran Exchange sebagai perantara. Nah, Exchange tak bisa memproses transaksi Bitcoin jika tidak memiliki private key Anda. Karena memiliki akses terhadap informasi personal sepenting itu, Anda perlu mencari Exchange yang benar-benar terpercaya. Sedikit saja terjadi kebocoran pada sistem keamanan Exchange, data private key Bitcoin Anda bisa dicuri oleh penjahat cyber.

Selain menerapkan langkah-langkah terukur dalam memilih Bitcoin Exchange terbaik, Anda dapat mengantisipasi risiko counterparty dengan mengaplikasikan kiat-kiat lanjutan berikut:
-Jangan sisakan Bitcoin di akun Exchange jika tidak sedang trading.
-Batasi ukuran trading, usahakan tidak melibihi 20 sampai 30% dari seluruh portofolio Anda.
-Lakukan diversifikasi risiko dengan membagi dana Anda di beberapa Exchange.

2. Hindari Overtrading
Saat trading Bitcoin, salah satu prinsip terpenting untuk mengamankan akun dari risiko adalah “utamakan kualitas daripada kuantitas”. Artinya, berapa besar ukuran trading dan berapa kali Anda membuka posisi tidaklah terlalu penting. Yang patut diprioritaskan adalah kapan Anda bisa entry di saat tepat. Kalau sudah menemukan caranya, profit akan dapat diraih tanpa Anda harus membuka posisi setiap waktu.

Misalnya saja, Anda adalah tipe news trader yang menganggap jika peluang terbaik ada saat harga dipengaruhi oleh berita berdampak besar. Anda tidak akan masuk ketika pasar sedang sepi karena tidak banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Jika Anda bisa selalu mematuhi aturan tersebut, berarti Anda sudah berhasil mengutamakan kualitas karena tidak asal mencari peluang di kondisi pasar yang kurang meyakinkan. Trader yang terjerat overtrading biasanya akan selalu beraksi di setiap kondisi, tak peduli bagaimana peluang yang sedang dihadapinya.

3. Atur Strategi Exit
Mengetahui posisi entry saja tak cukup untuk memastikan profit suatu order. Anda harus tahu kapan dan dimana posisi tersebut akan ditutup jika ingin mengunci keuntungan. Jangan sampai Anda menjadi trader yang sudah tahu cara masuk yang benar, tapi masih kebingungan mencari jalan keluar. Jika tidak hati-hati, profit yang sebelumnya terkumpul bisa ludes termakan pergerakan harga yang sudah berbalik dan melawan posisi Anda.

Pertimbangan mengatur strategi exit sebenarnya cukup pelik; jika keluar terlalu cepat artinya Anda tertipu oleh koreksi sementara, jika terlalu lambat Anda akan menderita kerugian besar karena keliru melihat sebuah reversal sebagai koreksi.

Karena kerumitan tersebut, strategi exit sebaiknya diatur dengan kepala dingin, bukan saat order sudah berjalan dan Anda panik melihat status transaksi yang sedang merah. Strategi exit bisa diatur sesuai metode yang Anda jalankan untuk mencari titik entry. Katakanlah Anda menerapkan strategi trend following yang mencari peluang dengan cara mengikuti trend saat ini, maka titik exit seharusnya ditempatkan di level yang diperkirakan menjadi poin reversal.

Selain cara di atas, strategi exit juga bisa disesuaikan langsung dengan batas toleransi risiko dan target keuntungan Anda. Sebagai contoh, Anda bisa menanggung kerugian terbesar 100 pip dan menginginkan profit 150 pip untuk setiap posisi. Maka strategi exit yang bisa direncanakan dari aturan tersebut adalah, tempatkan stop loss 100 pip dari level entry dan take profit 150 pip dari posisi open.

4. Jangan Sembarangan Memilih Leverage
Leverage memang bisa memberikan kemampuan trading melebihi dana yang Anda punya. Namun semakin besar leverage yang Anda gunakan, semakin kecil pula margin yang dapat difungsikan sebagai penahan dari risiko loss.

Dengan kata lain, percuma Anda menggunakan leverage yang bisa mengungkit kemampuan trading jadi 100 kali lipat lebih besar dari modal sebenarnya, jika 1% pergerakan harga yang melawan posisi Anda bisa melahap seluruh dana di akun trading.

Mengingat volatilitas harga Bitcoin yang cenderung liar, menggunakan leverage tinggi jelas sangat berisiko. Idealnya, leverage dalam trading Bitcoin berkisar di tingkatan 1:2, 1:3, dan sejenisnya. Leverage di atas 1:5 saja biasanya sudah dikatakan lumayan berisiko untuk trading Bitcoin.

5. Antisipasi Perubahan Sedini Mungkin
Kekhawatiran rugi dan melewatkan kesempatan adalah musuh terbesar trader. Seringkali, ketamakan membuat trader tak sadar telah melakukan buy saat harga sudah memuncak, atau membuka posisi sell ketika harga sudah terbenam di lantai dasar.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya belajar mengidentifikasi harga ketika ia sudah membentur level teratas atau terbawah. Dalam analisa teknikal, istilah ini bisa juga disebut sebagai overbought (jenuh beli) dan oversold (jenuh jual).

Setelah itu, Anda dapat merespon situasi tersebut dengan melakukan sell di puncak atau buy di dasar. Dengan demikian, Anda bisa meminimalisir risiko ketinggalan trend dan open posisi di saat yang tidak tepat.

Recent Post

5 Hal Penting Dari Rilis Data Ketenagakerjaan Inggris Juni 2018

Pada hari Selasa, 14 Agustu 2018 besok, Badan Statistik Nasional (ONS) Inggris akan menerbitkan...

Internasionalisasi Yuan sedang Mengalami Kemajuan

Internasionalisasi Yuan sedang Mengalami Kemajuan SHANGHAI - Internasionalisasi Yuan renminbi...

Apa Itu Trading Forex : Pengertian dan Dasar

Apa itu trading forex? Cukup sederhana, ini adalah pasar global yang memungkinkan pertukaran satu...

Euro dan Pound Lebih Tinggi vs Dolar

Euro and Pound and Dolar Indeks Dolar AS jatuh hanya dari ketinggian 13 bulan di perdagangan...

Apa Itu “High Frequency Trading”?

High Frequency Trading Perdagangan berfrekuensi tinggi (High Frequency Trading) adalah platform...

Broker News

Analisis Fundamental Dalam Forex Trading

Analisis Fundamental Dalam dunia perdagangan Forex, analisis fundamental bertujuan menganalisis...

Manajemen risiko dalam trading forex trading: tips & trik

Cukup jelas bahwa operasi trading mana pun di pasar finansial bagaimanapun juga akan berhubungan...

Profil Broker Forex PT Askap Futures

Askap Futures adalah salah satu broker forex terbesar dan tertua di Indonesia yang telah berdiri...

PT. Agrodana Futures

PT Agrodana Futures adalah salah satu pialang berjangka lokal Indonesia yang juga berperan sebagai...

PT. Topgrowth Futures

PT Topgrowth Futures adalah perusahaan pialang (broker) yang memfasilitasi perdagangan online untuk...

Popular Post this month

Cara Bermain Forex Untuk Pemula Tanpa Modal

Dari waktu ke waktu, cara bermain forex untuk pemula tanpa modal makin sering disebut-sebut sebagai...

5 Web Forex Indonesia Gratis Tanpa Deposit

Bagi para trader newbie atau pemula, website forex yang memberikan penawaran bonus gratis tanpa...

Langkah Mudah Cara Main Olymp Trade

Trading Binary Option memang saat ini sangat digemari oleh banyak orang yang ingin mendapatkan...

Menelusuri Broker Yang Terdaftar Di BAPPEBTI 2017

Saat memilih broker forex, biasanya Anda akan berfokus pada berbagai kondisi trading seperti...

Daftar Broker Forex Resmi Di Indonesia

Trading forex adalah salah satu cara investasi jangka pendek yang bisa dilakukan dengan mudah oleh...