5 Alasan Kenapa Bitcoin Lebih Baik Dari Mata Uang Konvensional

Bitcoin

Mata uang konvensional seperti Dolar AS punya beberapa kekurangan. Walaupun demikian, banyak orang meremehkan kelemahan-kelemahan tersebut karena selama ini tak ada pesaing yang cukup kuat untuk meragukan kepercayaan masyarakat terhadap mata uang konvensional. Nah, kemunculan Bitcoin sebagai mata uang kripto yang beredar di internet perlahan-lahan mampu menggoyangkan keyakinan itu. Alasannya tak lain adalah karena kemampuan Bitcoin untuk ‘menambal’ kekurangan-kekurangan mata uang konvensional. Lantas, apa sajakah keunggulan Bitcoin yang tak dimiliki mata uang konvensional seperti Dolar AS?

5 alasan bitcoin lebih baik dari mata uang konvensional

1. Terdesentralisasi
Bitcoin adalah mata uang yang pengederannya tidak diatur oleh bank sentral manapun. Dengan demikian, tak ada satupun etintas yang bisa mengintervensi harganya. Meski tak direagulasi secara resmi, penciptaan Bitcoin mengikuti standar 4 tahunan untuk memastikan jumlah suplainya tak melebihi 21 juta.

Bitcoin juga tak akan terimbas dampak isu politik seperti halnya mata uang konvensional. Seperti diketahui bersama, nilai Dolar AS selalu mempunyai risiko terseret isu politik yang mengancam kestabilan pemerintah Amerika Serikat. Mengingat Bitcoin beredar tanpa regulasi pemerintah apapun, hal yang sama tentu tak akan terjadi pada Bitcoin.

2. Tak Ada Biaya Transfer Dan Penyimpanan
Bitcoin bukanlah korporasi ataupun badan usaha. Pengguna Bitcoin tak dibebani biaya apapun, termasuk saat melakukan transfer atau sekedar menyimpan uangnya. Hal itu karena, Bitcoin adalah teknologi open source yang bisa dinikmati semua orang, tak peduli siapapun dan dimanapun mereka berada.

Sebaliknya, mata uang konvensional seperti Dolar AS diatur ketat oleh institusi keuangan yang seringkali mengenakan fee transfer pada para kliennya.

3. Transaksi Tanpa Batas
Karena Bitcoin tak memiliki perantara, transaksi bisa dilakukan tanpa limit apapun. Bandingkan saja dengan transaksi keuangan yang biasanya difasilitasi oleh Bank, perusahaan kartu kredit, atau sistem e-payment seperti PayPal. Selalu ada batas minimum dan maksimum transaksi yang diterapkan oleh badan-badan perantara seperti itu. Selain dalam jumlah, limit transaksi juga diatur untuk periode tertentu, seperti maksimal $5,000 dalam sehari, $10,000 per bulan, dsb.

4. Transaksi Lebih Cepat
Ketika wire transfer memerlukan waktu berhari-hari untuk menyelesaikan proses transaksi, Bitcoin hanya membutuhkan sekitar 10 menit. Karakteristik Bitcoin sebagai mata uang digital adalah yang membuat hal ini memungkinkan.

Lantas bagaimana dengan e-currency yang digunakan e-payment? Bukankah mata uang itu juga bisa sampai dalam hitungan menit?  Yang perlu Anda tahu, e-payment memiliki batasan transaksi maksimal yang bisa berakibat pada pengunduran waktu pemrosesan. PayPal contohnya, baru akan melikuidasi transaksi penarikan di bulan berikutnya, jika seorang jumlah withdrawal klien sudah membentur limit bulanan.

5. Lebih Tahan Lama
Bitcoin tak beredar sebagai uang kertas atau bahkan koin. Bentuknya tak bisa disentuh karena Bitcoin adalah mata uang digital. Di sisi lain, mata uang konvensional mudah rusak karena sebagian besar berbentuk uang kertas. Di beberapa negara, uang tersebut sudah kehilangan nilai alias tak berlaku lagi jika kerusakan sudah terlalu parah.