USD/JPY Meroket Lalu Mundur Lagi, Gara-Gara Kuatnya Resisten

Berita Forex

usdjpy-meroket-lalu-mundur-lagi-gara-gara-kuatnya-resisten

Apresiasi Dolar AS terakselerasi begitu likuiditas pasar bergerak normal, meski sempat loyo di masa liburan Natal dan Tahun Baru. Berita forex fundamental terkini mendorong Indeks Dolar (DXY) melesat ke rekor terkuat 14 tahun lagi di hari Selasa hingga Rabu pagi ini (4/1). Tepatnya, indeks tersebut mencapai 103.820, setelah rilis indeks PMI Manufaktur ISM dan belanja konstruksi AS menunjukkan angka aktual yang melampaui ekspektasi.

Kuatnya Dolar Runtuhkan Euro dan Pounds
Indeks PMI Manufaktur ISM, yang mengindikasikan seberapa kondusif iklim bisnis Amerika Serikat di bulan Desember, dilaporkan mencapai angka 54.7; jauh di atas ekspektasi 53.6 maupun pencapaian bulan November pada 53.2. Data berbeda pun menunjukkan peningkatan Belanja Konstruksi di negeri berbendera Star Spangled Banner tersebut, dengan ekspansi tahunan 0.9%, mengungguli perkiraan ekspansi 0.5% yang dipatok forecast.

Berbagai mata uang mayor pun terseret oleh Greenback. EUR/USD terpuruk hingga 1.0341, level terendahnya sebelum mendadak melonjak pada Kamis terakhir 2016. Sementara itu, GBP/USD kini melantai di kisaran 1.2240, level terendah sejak November 2016. Akan tetapi, USD/JPY bounce setelah naik lebih dari satu persen dan menyentuh 118.61. Pair belum mampu menembus resisten kuat 118.67 yang merupakan high terakhir tercapai pada tanggal 15 Desember.

Bounce, Tapi Pemulihannya Diragukan
Yen agaknya lesu akibat masih liburnya pasar Tokyo hari Selasa lalu, dan tengah menjalankan aksi comeback hari Rabu ini. Saat berita dirilis, USD/JPY berada pada 117.70.

Pablo Piovano dari FXStreet mencatat bahwa jika USD/JPY menembus 116.77 (Simple Moving Average 20-day), maka bisa menyasar low berikutnya di 116.02 (level Low 30 Desember), dan kemudian 114.71 (level Low 14 Desember).

Meskipun demikian, masih dipertanyakan apakah Yen akan mampu menguat sejauh itu, mengingat posisi fundamental dan sentimen pasarnya condong pada pelemahan. Bank of Japan merupakan salah satu bank sentral yang diperkirakan bakal mempertahankan kebijakan moneter longgar sepanjang tahun ini, berlawanan dengan arah pengetatan Federal Reserve, sehingga menempatkan Yen sebagai mata uang lebih rentan untuk dijual investor. Selain itu, menurut laporan Commitment of Traders (COT) yang dirilis CFTC, jumlah posisi spekulatif netto terhadap Yen dalam sepekan yang berakhir tanggal 27 Desember telah melonjak ke level tertinggi sejak pertengahan Agustus 2015.