Tiga Faktor Yang Mempengaruhi Perubahan Tingkat Suku Bunga

Berita Forex

Tiga Faktor Yang Mempengaruhi Perubahan Tingkat Suku Bunga

Arti dari suku bunga yang harus bisa di cermati. Bagi para debitur, suku bunga itu adalah biaya untuk meminjamkan uang, dan untuk para kreditur adalah kompensasi yang harus dipinjamkan. Dengan menggunakan suku bunga maka aktivitas perekonomian akan bisa berjalan. Kini dari masyarakat menaruhkan uangnya berada di bank dalam mendapatkan imbalan dari suku bunga dan bank bakal memberikan sejumlah pinjaman kepada  para pelaku ekonomi agar bisa memulai ekspansi usahanya.

Level suku bunga yang memang selalu berubah dalam setiap waktu. Kalau dari anda bisa meminjamkan uang berasal dari bank atau menaruhkan uang di bank sebaiknya anda mengerti beberapa factor-faktor apa saja yang bisa memberikan pengaruh untuk merubah tingkat suku bunga tersebut.

Jika berada di Amerika Serikat, perlu anda ketahui bahwa ada tiga factor utama yang bisa memberikan pengaruh akan tingkat suku bunga, yaitu :

  1. Penawaran dan permintaan

Adapun tingkat suku bunga tersebut akan bergabung dengan keadaan supply dan deman atau penawaran dan permintaan kredit. Kenaikan permintaan kredit ini bisa membuat kenaikan suku bunga, dan penurunan permintaan kredit bakal membuat suku bunga rendah. Jika sebaliknya dari tingkat penawaran kredit yang bertambah banyak bakal membuat penurunan tingkat suku bunga dan penawaran kredit yang berkurang membuat kenaikan suku bunga.

Seumpama anda membuka account ada di suatu bank, maka anda memberikan pinjaman kepada ke bank. Jenis apapun saja akunnya, entah itu deposito maupun tabungan. Dengan itu nantinya bank bakal meminjamkan uang tersebut kepada para debitur. Jadi semakin banyak banyak bank pinjamkan uangnya maka banyak kredit yang sudah beredar ada di pasar, semakin naik juga tingkat penawaran kredit. Dengan itu biaya untuk meminjam uang atau suku bunga bakal turun.

  1. Tingkat inflasi

Keadaan inflasi dari negara bakal memberikan efek akan tingkat suku bunga. Jika dari inflasi tersebut semakin tinggi dari tingkat targetnya, maka akan semakin tinggi juga tingkat suku bunganya. Hal ini terjadi disebabkan karena pemberi pinjaman bakal meminta suku bunga lebih tinggi menjadi kompensasi penurunan pada daya beli mata uang di waktu mendatang.

  1. Kebijakan moneter bank sentral

Dimanapun, tingkat suku bunga itu ada di tangan bank sentral, mereka mempunyai andil besar untuk merubah tingkat suku bunga melalui kebijakan moneternya. Suku bunga yang di tetapkan oleh bank sentral ini bisa memberikan pengaruh pada suku bunga pinjaman bank. Berada di Amerika Serikat, dengan bank sentralnya (Federal Reserve) biasanya memutuskan tingkat suku bunga melalui transaksi pasar terbuka, dimana di lakukan dengan cara membeli dan menjual surat-surat berharga seperti obligasi dan bond.

Jika dari bank sentral melakukan pembelian obligasi, maka dari uang bakal mengalir ke bank-bank untuk masalah kredit maka nantinya suku bunga bakal turun. Dan sebaliknya, jika dari bank sentral menjual dari obligasi yang mereka miliki, maka uang yang berasal dari bank-bank bakal berkurang sehingga menjadi sedikit kredit yang bakal di berikan. Maka dari itu membuat kenaikan tingkat suku bunga.

Dari beberapa pembahasan di atas bisa dipahami sebelum mencerna apa yang terjadi menjelang keputusan suku bunga the Fed AS. Adapun kabarnya bakal di laksanakan berada di akhir  tahun nanti.