Sentimen Bisnis Jerman Melesat, Dollar Terkoreksi Karena Profit Taking

Berita Forex

Kinerja bisnis berada di Jerman untuk Desember ini dirilis dalam peningkatan. Melihat dari IFO, lembaga survey menerangkan bahwa sentiment bisnis negara ekonomi terkuat di kawasan Euro itu sudah capai di tingkat tertingginya semenjak bulan Februari 2014. Perkiraan bakal rebound pada ekonomi Jerman untuk kuartal 4 tahun ini telah tumbuh.

Memantau hasil laporan IFO yang dimana berada di Munchen, Jerman merilis bahwa indeks klaim bisnis Jerman melihat dari survey bulanan dari 7 ribu perusahaan, naik sampai di tingkat 111.0 setelah berada di bulan lalu mencapai di tingkat 110.4. Sedangkan estimasi dari Reuters menegaskan bahwa indeks bisnis Jerman hanya bisa capai 110.7 saja.

“Ekonomi di Jerman kini berusaha untuk ciptakan akhir tahun yang lebih solid lagi,” terang dari Clemen Fuest, diriya adalah kepala badan IFO.

Clemen menegaskan juga bahwa indeks manufaktur dan juga wholesale kini meningkat. Beberapa perusahaan manufaktur Jerman sudah menyusun rencana untuk menambahkan produksi mereka beberapa bulan ke depannya lagi.

Morgan Stanley :  Downside EUR/USD

Sentimen Bisnis Jerman Melesat, Dollar Terkoreksi Karena Profit Taking

Sedangkan Euro yang tidak menanggapi laporan terbaru ini. Untuk saat ini EURUSD yang telah bergerak ada di kisaran 1.0446, malah sedikit menurut dari harga pembukaan awal pekan ini. Berada ditengah meluasnya penguatan pada Greenback atau Dollar AS karena The Fed memberikan sinyalir hawkish, gerak dari pairing Euro melawan Dollar tersebut telah mencapai di tingkat terendahnya untuk Januari 2003 lalu.

Dari Morgan Stanley baru saja menjelaskan akan keadaan berada di pairing tersebut. Dengan kondisi seperti saat ini masih mempunyai momentum untuk terus menekan pair tersebut, walaupun hari ini Greenbac yang masih melemah karena aksi profit taking. Morgan Stanley memperkirakan kalau EURUSD akan turun dekati paritas disebabkan momentum Dollar dan kebijakan moneter ECB yang akomodatif.

Melihat dari kinerja Dollar AS yang berada di awal pekan ini turun terkoreksi karena beberapa investor melakukan aksi profit taking. Greenback yang melonjak sampai di tingkat tertingginya dalam 14 tahun untuk minggu lalu dikarenakan ekspektasi kenaikan suku bunga AS sampai tiga kali yang telah di perkirakan the Fed pada tahun depan.

Dari perkiraan tersebut keluar berdasarkan pernyataan yang di tegaskan The Fed dalam FOMC pada pekan lalu, karena para pembuat kebijakan telah pasangkan prediksi yang tunjukkan kemungkinan bakal terjadi tiga kali kenaikan suku bunga berada di tahun depan. Bullishness terjadi pada dollar setelah menanggapi laporan tersebut.

Pergerakan dari indeks dollar, yang mengukur penguatan pada Greenback melawan mata uang mayor turun 0,3% berada di angka 102.68. Untuk pekan lalu, pada saat bermomentum kuat, kenaikan bisa mencapai di  103.560.

Lebihnya lagi ke depan akan ada liburan natal dan akhir tahun ada di depan mata, tidak ada sesuatu yang di jadikan insentif kepada para investor dalam mengambil resiko terbaru. Maka dari itu sulit untuk beberapa mata uang mayor agar bisa bergerak dengan range meluas. Keadaan pasar yang bakal sepi dengan range sempit pada saat libur natal dan tahun baru.

Recent Post

Quotes by TradingView