Sempat Gapai Rekor Tertinggi, Dolar AS Justru Tertekan Pasca Rilis Data Ekonomi

Berita Forex

Menjelang turunnya rentetan data ekonomi AS kemarin malam (30/9), Dolar AS terpantau menguat terhadap mata uang mayor lainnya. Pasar mengharapkan adanya kabar positif dari 3 laporan utama, personal spending, sentimen konsumen, dan PMI Chicago setelah di hari sebelumnya dikecewakan oleh data beragam. Akan tetapi, harapan tersebut tampaknya belum bisa menjadi kenyataan, karena Greenback justru tak perkasa meski didukung positifnya dua dari tiga data di atas. Berikut ini laporan berita forex sebagaimana yang telah dirangkum dari pergerakan USD.

Sempat Sentuh Level Tertinggi 1 1/2 Minggu
Hingga sore kemarin, Greenback memancarkan penguatan sebanyak 0.28% di angka 95.70, yang merupakan level tertinggi sejak 21 September. EUR/USD melemah 0.35% ke posisi 1.1179 meski didukung naiknya CPI Zona Euro sesuai ekspektasi. Sementara itu, berita forex tentang USD/JPY memperlihatkan gerakan stabil di 101.07 pasca menyentuh level tertinggi satu minggu di 101.86 pada Kamis lalu.

Sejalan dengan Euro, Poundsterling juga tak sanggup melawan kekuatan USD. Berita forex dari negeri Ratu Elizabeth tersebut justru menyebutkan penurunan GBP/USD sebanyak 0.11% ke 1.2953. Padahal, angka PDB Inggris meningkat pada level 0.7% di kuartal kedua,lebih baik dari pencapaian sebelumnya maupun prediksi stagnan di 0.6%. Sedangkan terhadap Dolar Australia, USD unggul dan menekan AUD/USD turun 0.33% ke poin 0.7610.

Melemah Abaikan Sentimen Konsumen dan PMI
Laporan pertama untuk berita forex USD yang muncul kemudian adalah personal spending, yang sudah memupus ekspektasi awal karena jalan di tempat. Hasil untuk bulan Agustus memperlihatkan angka 0.0%, lebih buruk dari forecast kenaikan 0.1% dari bulan sebelumnya. Namun demikian, data personal spending Juli direvisi naik
menjadi 0.4%.

Dari monitoring update berita forex, indeks Dollar tetap tak goyah merespon laporan data di atas. Indeks yang mengukur kekuatan Greenback terhadap mata uang mayor lainnya itu justru menanjak 0.38% ke level 95.75, masih bertahan di puncak tertinggi sejak 21 September.

Namun ketika 2 data berikutnya muncul lebih baik dari perkiraan, Dolar AS justru mengakui kekalahan dari para pesaingnya. Sentimen konsumen mengungguli ekspektasi 90.0 , selepas mencatatkan peningkatan ke poin 91.2 dari level sebelumnya di 89.8. Di sisi lain, berita forex tentang PMI Chicago juga mengekor positif dengan memperlihatkan perbaikan dari posisi sebelumnya di 51.5, ke poin 54.2. Pencapaian tersebut juga menyalip perkiraan pasar yang hanya memproyeksikan kenaikan ke angka 52.0 saja.

Beberapa saat setelah berita forex mengabarkan data-data tersebut, terlihat EUR/USD justru menguat ke 1.122. GBP/USD perlahan tapi pasti menggapai angka 1.2972, sementara AUD/USD juga mendaki ke level 0.7659. Meskipun begitu, Greenback tampak masih mampu mengatasi perlawanan Yen, terlihat dari raihan USD/JPY di level 101.291.

Recent Post

Quotes by TradingView