Selepas GDP AS, Euro Ditopang Buletin ECB

Berita Forex

euro-ditopang-buletin-ecb-dan-bailout-bank-italia

Meski berita forex mengabarkan data GDP AS meningkat, tetapi pergerakan EUR/USD pada hari Kamis (22/12) terpantau tertopang oleh rilisan Buletin Ekonomi ECB (European Central Bank) terbaru yang mengungkapkan alasan di balik putusan bank sentral Eropa itu untuk memperpanjang masa program stimulusnya. Selain itu, kabar akan segera disetujuinya paket penyelamanat bank bermasalah Monte Dei Paschi menenangkan kekhawatiran tentang stabilitas perbankan Italia.

Pertumbuhan Zona Euro Masih Melambat, Tapi Inflasi Bakal Naik
Buletin Ekonomi ECB mengungkapkan bahwa ekonomi zona Euro masih akan sulit untuk tumbuh di tahun 2017, meski inflasi kemungkinan bakal mulai merangkak naik. Proyeksi makroekonomi yang dibuat staf ECB pada bulan Desember 2016 ini menampilkan kenaikan GDP Riil sebanyak 1.7% di tahun 2016 dan 2017, serta sebanyak 1.6% di tahun 2018 dan 2019; secara umum tak berubah dari proyeksi bulan September. Menurut Buletin tersebut, “Risiko seputar outlook pertumbuhan Area Euro masih condong ke arah bawah.”

Inflasi HICP tahunan untuk zona Euro pada November 2016 dilaporkan naik 0.6%, di atas 0.5% pada Oktober dan 0.4% pada September, karena didorong oleh kenaikan harga energi. Namun demikian, belum ada tanda-tanda penguatan laju inflasi, padahal langkah-langkah pelonggaran moneter ECB sudah cukup masif. Tingkat suku bunga deposit ECB dipangkas ke wilayah negatif pada Juni 2014 dan masih berada di kawasan negatif hingga kini; sementara program pembelian obligasi telah yang dilangsungkan sejak Maret 2014 telah memborong EUR1.4 triliun surat utang, termasuk juga yang berimbal hasil negatif.

“Ke depan, berdasarkan harga minyak berjangka saat ini, tingkat inflasi utama kemungkinan akan naik signifikan lebih jauh pada pergantian tahun, ke tingkat di atas 1%, terutama karena efek mendasar pada tingkat perubahan harga energi tahunan. Didukung oleh kebijakan-kebijakan moneter ECB, ekspektasi pemulihan ekonomi, dan penyerapan kelemahan terkait secara bertahap; tingkat inflasi semestinya naik lebih jauh di tahun 2018,” demikian tertuang dalam Buletin Ekonomi ECB.

Namun, proyeksi kenaikan inflasi tahunan hingga 1.3% pada 2017, 1.5% pada 2018, dan 1.7% pada 2019 yang dipaparkan Buletin Ekonomi ECB, masih jauh dari target 2% yang diincar presiden ECB Mario Draghi. Inilah mengapa dalam rapat ECB lalu diputuskan untuk memperpanjang masa Quantitative Easing, meski besaran pembelian obligasi bulanan diturunkan.

Data GDP Gagal Dorong Dolar AS versus Euro
Pasca rilis Buletin Ekonomi ECB, pair EUR/USD naik tipis, tetapi kemudian bergerak flat, kini di kisaran 1.0437. Euro sempat melonjak ke 1.0859 versus Dolar setelah rapat ECB pada tanggal 8 Desember, tetapi melorot terus secara bertahap dengan sebagian analis memprediksi paritas sudah dalam jangkauan. Akan tetapi, reli Dolar sendiri agaknya sudah kehabisan energi.

Laporan Departemen Perdagangan AS yang dirilis tadi malam menunjukkan bahwa Gross Domestic Product (GDP) tumbuh dalam laju tahunan 3.5% pada kuartal III/2016, di atas angka Second Estimate pada 3.2% maupun ekspektasi analis kali ini untuk kenaikan ke 3.3%.

Sementara itu, laporan terpisah menampilkan penurunan Durable Goods Orders sebanyak 4.6% di bulan November, sedikit lebih baik dari ekspektasi -4.7%. Dan klaim pengangguran naik 21,000 ke total 275,000 dalam waktu sepekan yang berakhir tanggal 16 Desember. Itu jauh lebih besar dibanding ekspektasi analis yang memprediksi kenaikan sebanyak 2,000 saja. Terlepas dari rilis data-data tersebut, hingga hari Jumat pagi ini reli Dolar AS tak lagi meninggi versus Euro, Yen, dan Swiss Franc.

Recent Post

Quotes by TradingView