Reli USD/CAD Melaju Di Tengah Rendahnya Volatilitas Pasar

Berita Forex

reli-usd-cad-melaju-di-tengah-rendahnya-volatilitas-pasar

Pergerakan pair-pair mayor pada umumnya di pasar forex terpantau mendatar pada hari Jumat pagi ini (23/12), tetapi Dolar Kanada masih terus melemah digerogoti ketidakstabilan data ekonominya dan loyonya harga minyak. USD/CAD makin menjulang pasca rilis GDP Amerika Serikat. Saat berita ini ditulis, pair mata uang negeri jiran itu berada pada 1.3492, posisi tertingginya sejak akhir November lalu.

Data GDP Kuartal Tiga Genjot Dolar AS
Di Amerika Serikat dilaporkan bahwa Klaim pengangguran (Initial Jobless Claims) naik 21,000 ke total 275,000 dalam waktu sepekan yang berakhir tanggal 16 Desember. Itu jauh lebih buruk dibanding ekspektasi analis yang memprediksi kenaikan sebanyak 2,000 saja. Namun, laporan terpisah menampilkan penurunan Durable Goods Orders sebanyak 4.6% di bulan November, sedikit lebih baik dari ekspektasi -4.7%.

Laporan Departemen Perdagangan AS yang juga dirilis tadi malam pun menunjukkan bahwa Gross Domestic Product (GDP) tumbuh dalam laju tahunan 3.5% pada kuartal III/2016, di atas angka Second Estimate pada 3.2% maupun ekspektasi analis kali ini untuk kenaikan ke 3.3%. Angka tersebut sekaligus menjadi laju pertumbuhan tertinggi dalam dua tahun, seiring dengan kenaikan konsumsi personal, investasi, belanja pemerintah, dan ekspor yang lebih tinggi dari perkiraan.

Inflasi Loyo, Minyak Terganjal Akhir Tahun
Sementara itu badan statistik Kanada melaporkan peningkatan data Penjualan Ritel sebesar 1.1% untuk periode Oktober, melampaui estimasi kenaikan 0.2%. Penjualan Ritel Inti naik pula ke 1.4%, di atas ekspektasi gain 0.7%. Akan tetapi, indeks harga konsumen Kanada selip 0.4% MoM di bulan November, lebih buruk dari ekspektasi -0.2%. Secara Year-on-Year pun indikasi inflasi konsumen hanya naik 1.2%, di bawah ekspektasi 1.4%.

Di saat yang sama, harga minyak nampak berupaya naik lagi, tetapi tertahan oleh banyaknya pelaku pasar yang tutup toko menjelang libur natal. Minyak berjangka Brent belum mampu meninggalkan kisaran $54-55 yang dihuninya sejak pertengahan bulan ini, sedangkan WTI malah melorot lagi dari atas $53 ke arah $52 per barel. Namun demikian, harga komoditas ekspor utama Kanada ini masih diprediksikan untuk reli ke level lebih tinggi, apabila realisasi pemangkasan produksi negara-negara OPEC dan Non-OPEC per bulan Januari 2017 mampu menanggulangi masalah tingginya limpahan surplus saat ini.