Pasca Dikhawatirkan Clinton, Dolar AS Kembali Berkibar

Berita Forex

Greenback berhasil rebound setelah akhir pekan lalu sempat dikejutkan oleh beredarnya kabar yang mengancam potensi kemenangan Hillary Clinton dalam Pemilu AS. Kebangkitan Dolar AS kali ini diukur dari laporan berita forex tentang terangkatnya kembali indeks USD, yang mencatat penguatan sebanyak 0.27% ke 98.58 pada sesi trading malam ini (31/10).

dolar as kembali berkibar

Bagaimana kisah dibalik pasang surut Dolar AS dan seperti apa tepatnya pergerakan mata uang tersebut terhadap mata uang mayorlain? Dihimpun dari sumber informasi finansial Investing, inilah berita forex terbaru tentang pergerakan USD.

Berita Politik Padamkan Sinyal Positif GDP
Sebelum dihempaskan isu politik, Dolar AS sebetulnya sempat didukung kuat oleh data GDP kuartal tiga yang terangkum lebih baik dari estimasi. Apalagi, berita forex tersebut semakin mendukung keyakinan pasar akan prospek kenaikan suku bunga the Fed Desember mendatang. Anggota FOMC sendiri dijadwalkan bertemu Rabu pekan depan, namun tak ada antisipasi kebijakan moneter apapun karena waktunya terlalu berdekatan dengan pemilu AS. Tingkat probabilitas dari Fed Fund Futures kini berada di 68%.

Berbicara tentang pemilu AS, tentu tak lepas dari persaingan Hillary Clinton dan Donald Trump. Sebagaimana ditampilkan dalm liputan berita forex akhir-akhir ini, sentimen pergerakan Dolar AS cenderung berarak seiring dengan elektabilitas Clinton.

Setelah dalam beberapa waktu tampak unggul, akhir pekan lalu langkah Capres dari Partai Demokrat itu digoyang skandal penggunaan email yang kembali mencuat karena FBI mendeklarasikan bakal kembali menginvestigasi kasus tersebut. Perkembangan terbaru itu rupanya mampu mengancam posisi Clinton hingga sedemikian rupa, dan menarik Greenback turun dari posisi gemilangnya.

Jaga Reli, Pergerakan USD Masih Terpantau Bullish
Kabar baiknya, Dolar AS kembali merangsek naik di awal pekan ini. Meski masih berada di bawah level tertinggi bulanan, indeks Dolar AS berhasil bangkit dan mempertahankan relinya yang sudah tumbuh hingga 3.34% pada bulan ini.

Terhadap Euro, USD berhasil unggul didukung oleh laporan ekonomi dari Zona Euro yang tampak kurang meyakinkan. Berita forex yang mendahului pantauan USD malam ini memaparkan GDP kawasan tersebut kembali stagnan di kuartal ketiga tahun ini. Sementara itu, inflasi Zona Euro hanya tumbuh sedikit di bulan Oktober. Retail sales Jerman turut menambah ‘luka’ dengan tersungkur dan mencatatkan rekor pelemahan mengejutkan dalam 2 tahun terakhir. Alhasil, cakupan berita forex sore ini menunjukkan EUR/USD terpuruk 0.34% ke 1.0949.

USD/JPY juga mencerminkan pergerakan positif Dolar AS, dengan menorehkan kenaikan sebanyak 0.32% ke 105.05. Pair tersebut terlihat kembali mengunjungi level tertinggi 3 bulan yang tercapai Jum’at lalu (28/10).

Sementara itu, GBP/USD kembali turun ke 1.2164 setelah sebelumnya mencuat ke poin 1.2215, karena konfirmasi Carney yang akan tetap menjabat sebagai Gubernur BoE hingga tahun 2021. Berita forex dari pair ini rupanya masih sangat dipengaruhi oleh spekulasi terkait Carney yang dirumorkan bakal lengser sebelum memenuhi masa jabatannya. Sebelum ini, Carney memang dikritisi karena tindakannya yang suka memperingatkan bahaya resesi jika pihak Brexit menang, bahkan sebelum referendum digelar.