Pasar Masih Gamang Nantikan Sinyal, USD Mulai Mengendur

Berita Forex

Selepas menutup loss akhir tahun dengan lompatan yang cukup mengejutkan di awal pekan ini, Greenback sedikit meredup akibat keraguan investor dalam meningkatkan posisi long mereka. Usut punya usut, hal itu rupanya berkaitan dengan belum munculnya data ekonomi yang benar-benar meyakinkan. Dilansir dari berita forex Investing, pasar membutuhkan sinyal lanjutan untuk memperkirakan prospek kenaikan suku bunga dan kondisi ekonomi AS dalam jangka waktu ke depan.

Sebagaimana tercantum dalam liputan berita forex Desember tahun lalu, pengumuman kenaikan suku bunga AS yang dinanti-nanti sejak akhir 2015 juga diiringi dengan proyeksi 2 hingga 3 kali peningkatan bunga acuan di tahun 2017. Namun demikian, sentimen pasar tak lama terbuai dengan iming-iming tersebut. Memasuki pekan pertama 2017, analis dan berbagai pelaku pasar ingin melihat ‘lebih banyak bukti’ yang memperlihatkan apakah pertumbuhan dan inflasi AS sudah sanggup menopang kebijakan pengetatan moneter lanjutan.

usd mulai mengendur

Menyusul surutnya minat investor, Dolar AS pun menanggung sedikit kerugian. Setelah kembali mendekati level tertinggi 14 tahun, hari ini (4/1) indeks USD melemah 0.1% ke level 103.08. Sebagai gantinya, Euro berhasil menguat 0.3% ke 1.0435, lebih baik dari kemerosotan hari sebelumnya, yang dalam pantauan berita forex dinyatakan mencapai level rendah 14 tahun di 1.0340.

Euro Masih Tunjukkan Perlawanan
Salah satu penyebab pulihnya Euro dari ‘cengkeraman’ Dolar AS adalah gemilangnya data-data ekonomi Zona Euro. Berita forex tentang survei PMI Jerman sudah sangat menggembirakan, dan ditambah dengan laporan inflasi Zona Euro yang menanjak lebih baik dari ekspektasi.

“Memang benar kita telah melihat data ekonomi AS yang positif, tapi pencapaian Jerman dan laporan PMI di Zona Euro juga sangat kuat.. Apakah para investor sudah siap merisikokan posisi mereka, hanya untuk mendorong Dolar lebih tinggi dari puncak 14 tahunnya dan mendekatkan Euro ke level paritas? Saya kira akan butuh alasan lebih bagi mereka untuk melakukannya,” ujar ahli strategi Rabobank, Jane Foley, dalam berita forex terkait.

Nantikan NFP, ‘Istirahat’ USD Dinilai Wajar
Selain bersaing dengan apiknya data-data Zona Euro, Greenback juga perlu mewaspadai rilis NFP Jum’at pekan ini. Ada peluang turbulensi yang disebabkan data ketenagakerjaan tersebut, terutama apabila berita forex tentang USD melaporkan pencapaian aktualnya yang tak mampu memenuhi ekspektasi.

“Masalahnya adalah, penantian panjang akan peningkatan suku bunga Fed telah usai. Sementara para pembuat kebijakan mensinyalkan peluang 3 kenaikan lagi di tahun ini, aksi profit taking pasca reli tajam USD di kuartal terakhir tahun 2016 memang sudah selayaknya terjadi,” tulis Kathy Lien, Direktur Pengelola BK Asset Management, dalam analisa yang dikutip oleh berita forex Reuters.

Recent Post

Quotes by TradingView