Notulen FOMC Desember: Para Pejabat FED Sepakat Pantau Inflasi

Berita Forex

notulen-fomc-desember-para-pejabat-fed-sepakat-pantau-inflasi

Pada rapat Federal Open Meeting Committee (FOMC) yang digelar tanggal 13-14 Desember 2016, para pejabat Federap Reserve memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan merancang proyeksi kenaikan sebanyak tiga kali lagi dalam tahun 2017. Menyusul pengumuman pasca rapat itu, pelaku pasar boleh jadi bertanya-tanya mengenai apa yang menjadi basis pertimbangan mereka? faktor-faktor apa yang sekiranya akan mendorong mereka menjalankan rencana tersebut, bukannya mangkir? Jawabannya terungkap dalam notulen rapat FOMC Desember 2016 yang baru saja dirilis Kamis dini hari ini (5/1).

Berikut beberapa poin penting dari Notulen FOMC Desember itu:

1. Hampir semua pejabat FED melihat adanya kecondongan peningkatan forecast pertumbuhan ekonomi, dengan ekspektasi kebijakan fiskal yang lebih ekspansif di masa Presiden Trump mendatang.

2. Banyak pejabat FED melihat adanya peluang kenaikan suku bunga lebih cepat apabila kondisi ketenagakerjaan yang baik dalam jangka panjang mendorong inflasi meningkat lebih tinggi.

3. Para pejabat FED menegaskan adanya peningkatan ketidakpastian tentang waktu, ukuran, dan komposisi kebijakan fiskal maupun kebijakan ekonomi lainnya yang akan diterapkan di masa depan.

4. Hampir semua pejabat FED mengantisipasi situasi di mana tingkat pengangguran dalam dua tahun ke depan akan berada di bawah level normal jangka panjangnya.

5. Beberapa pejabat FED mengatakan bahwa penguatan Dolar AS lebih lanjut bisa membebani laju inflasi.

6. Para pejabat FED pada umumnya sepakat untuk terus memantau inflasi serta perkembangan ekonomi dan finansial dunia.

Isi notulen FOMC Desember tersebut agaknya dinilai kurang hawkish oleh para pelaku pasar, meski tak terlampau direspon oleh pair forex mayor. EUR/USD menanjak lebih tinggi di timeframe H1 ke angka 1.0485; sementara GBP/USD meluncur ke 1.2322, level tingginya di penghujung bulan lalu. USD/JPY pun masih naik-turun di kisaran perdagangan sebelumnya, melandai ke 117.30 saat berita ini ditulis.

Menurut Varun Jaitly dari DailyFX, notulen ini menunjukkan perbedaan pandangan para pejabat FED mengenai outlook inflasi ke depan seiring dengan meningkatnya risiko kebijakan fiskal. Sementara itu, terdapat pula risiko perlambatan inflasi akibat penguatan Dolar yang bisa terapresiasi lebih cepat dibandinge ekspektasi. Sejauh ini, baik inflasi maupun gaji masyarakat terus menerus melaju di bawah target FOMC.