Menjelang Rilis NFP, Data Ekonomi Masih Kubur Dolar AS

Berita Forex

Hari ini (1/Agustus), nilai tukar Dolar AS masih terpuruk di level rendah 14 bulan tempatnya berada sejak pasca pengumuman data GDP yang mengecewakan minggu lalu. Indeks Dolar AS, yang menjadi barometer kekuatan Greenback terhadap rival-rivalnya, mengalami kemerosotan hingga sebesar 0.35% ke level 92.87. Mata uang-mata uang mayor lainnya masih terus menguat, karena data-data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan kondisi ekonomi beragam.

20170801-menjelang-rilis-nfp-data-ekonomi-masih-kubur-dolar-as

Iklim Bisnis AS Memburuk
Tadi malam, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan bahwa indeks PMI Chicago bulan Juli amblas ke 58.9, dari 65.7 di bulan Juni. Paparan itu lebih rendah ketimbang ekspektasi pada angka 60.0. Barometer iklim bisnis kawasan Chicago tersebut menggarisbawahi keresahan para pebisnis AS dalam beberapa waktu terakhir, yang tergerogoti oleh tertahannya program-program reformasi Presiden Trump.

Pada laporan berbeda, National Association of Realtors mengumumkan bahwa Pending Home Sales bulan Juni mengalami peningkatan sebesar 1.5%, mengungguli ekspektasi yang awalnya dipatok pada 0.7%. Meski positif, tetapi data satu ini belum mampu memupuskan sentimen buruk yang telanjur tercipta di pasar akibat rendahnya ekspektasi kenaikan suku bunga FED lanjutan dalam tahun 2017 dan ricuh politik di Washington yang tak kunjung usai.

Awasi Laporan NFP
Jumlah investor yang pasang taruhan bearish pada Dolar AS makin bertambah. Menurut perhitungan Reuters dan U.S. Commodity Futures Trading Commission (CFTC), jumlah posisi trading Short netto pada Dolar AS naik ke $3.92 milyar dalam periode sepekan yang berakhir tanggal 25 Juli.

Di sisi lain, Pound dan Euro menjadi mata uang-mata uang mayor unggulan. Data inflasi Zona Euro tercatat naik sesuai ekspektasi, sehingga EUR/USD naik 0.51% ke $1.1810. Mata uang 18 negara tersebut telah menguat lebih dari 3% sepanjang bulan Juli lalu. Sedangkan Pounds menanjak 0.36% ke $1.3183, meski jubir PM Theresa May menyatakan dengan tegas bahwa arus pergerakan orang dan barang antara Inggris dan Uni Eropa akan diakhiri pada Maret 2019.

Ke depan, trader dan investor akan mengamati data Nonfarm Payroll (NFP) dalam paket laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang bakal dipublikasikan pada Jumat, 4 Agustus 2017. NFP diprediksi akan turun dari 222,000 ke 183,000. Apabila angka aktual lebih rendah dari ekspektasi, maka Dolar AS boleh jadi akan tertekan lebih jauh lagi. Namun jika sebaliknya, maka bersiaplah menghadapi rebound Dolar AS. Ingat-ingatlah bahwa data NFP merupakan berita ekonomi berdampak paling besar dan instan di jagad forex.