Lonjakan Mata Uang, Saham, dan Lainnya Menggiring Investor Beralih

Lonjakan Mata Uang, Saham, dan Lainnya Menggiring Investor Beralih
Lonjakan Mata Uang, Saham, dan Lainnya Menggiring Investor Beralih

Saham-saham AS menguat pada hari Senin kemarin, memberikan kembali keuntungan awal untuk saham-saham kecil dan saham teknologi di saat dimulainya kembali pembahasan perdagangan dengan Tiongkok. Dolar jatuh ke level terendah sejak Oktober 2018 lalu dan imbal hasil Treasury berdetak lebih tinggi dengan para trader menilai pernyataan yang tampaknya dovish dari ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Jumat lalu.

Semua tolak ukur ekuitas utama AS berakhir dengan angka yang lebih tinggi. Indeks S&P 500 naik sebesar 0,7% setelah naik sebanyak 1,4 persen di awal sesi pada industri ritel, produsen mobil, dan pakaian. Amazon.com Inc. melonjak sebesar 3,4%, mendorong kapitalisasi pasarnya menjadi $ 796,8 miliar. Angka ini melampaui Microsoft Corp sebagai perusahaan paling berharga yang hanya naik tipis sebesar 0,1% dengan nilai $ 788,9 miliar.

Lompatan terbesar ini datang dari tolak ukur Indeks Russell 2000 untuk kapitalisasi kecil, yang naik sebesar 1,8%. Sementara itu, tolak ukur Nasdaq naik lebih dari 1% dengan layanan telekomunikasi dan saham semikonduktor yang mondar-mandir menghasilkan keuntungan, sehingga memberikan indeks Nasdaq 100 keuntungan back-to-back 1% pertama sejak November lalu.

Baca juga: Pemulihan Mata Uang Setelah Turun Secara Signifikan

“Apa yang benar-benar ingin Anda lihat adalah hal-hal seperti Russell 2000 yang telah mengungguli, dan sekarang sangat besar,” kata Michael Antonelli, trader ekuitas di Robert W. Baird. “Kau ingin lihat risiko-risiko yang memantul dengan keras.”

Dibalik antusiasme ini, para investor tetap berada dalam kesulitan setelah S&P kehilangan lebih dari 9% dalam sebulan pada akhir 2018 lalu. Komentar Powell yang menenangkan pada hari Jumat lalu dan langkah Tiongkok untuk menopang ekonominya sedikit mengangkat sentimen, mengirim kembali S&P 500 yang naik sebesar 1,9% pada minggu lalu, tetapi, risikonya masih tetap ada. Dan anggota parlemen AS masih belum dapat mencapai kesepakatan mengenai anggaran, sehingga pemerintah federal tetap dinon-aktifkan untuk minggu ketiga ini.

“Kami memiliki probabilitas bahwa penguatan pada hari Jumat dan pada satu setengah minggu terakhir ini memiliki lebih banyak kaki di belakangnya,” kata David Sowerby, direktur pelaksana dan manajer portofolio di perusahaan investasi Ancora, yang mengelola $ 6 ,9 miliar. “Ini adalah kebijakan Fed saat ini, yang pertama dan terpenting merupakan ukuran paling penting yang berdampak pada pasar untuk saat ini. Masalah perdagangan, adalah nomor dua. Dan yang ketiga, adalah non-aktifnya pemerintahan federal.”

Pembahasan perdagangan yang baru dilakukan oleh AS dan Tiongkok membantu mengurangi permintaan terhadap greenback, sementara Treasury tergelincir setelah mundur secara substansial pada hari Jumat silam. Pound tergelincir terhadap euro sementara anggota parlemen UK berusaha untuk menghindari Brexit tanpa kesepakatan.

Mata uang yang umum akan tetap solid meskipun terdapat data yang menunjukkan penurunan pesanan pada suatu pabrik Jerman terhadap yang telah diperkirakan sebelumnya pada bulan November lalu.

Di tempat lain, saham pasar berkembang sedang melonjak, dan rupiah Indonesia memimpin kenaikan mata uang utama negara-negara berkembang. Sementara minyak naik ke level tertingginya dalam tiga minggu, dan emas naik kembali setelah Tiongkok melaporkan peningkatan kepemilikan.

Berikut ini adalah beberapa peristiwa yang dapat menjadi fokus bagi para investor pada minggu ini:

  • Delegasi AS sedang berada di Beijing untuk mengadakan pembahasan perdagangan dengan para pejabat Tiongkok, yang merupakan pertemuan tatap muka pertama sejak Trump dan Xi menyetujui untuk gencatan senjata sementara pada 1 Desember silam.
  • Hari rabu terdapat rilis dari pertemuan kebijakan Fed pada 18-19 Desember lalu. Powell akan berbicara dengan Klub Ekonomi Washington D.C. pada hari Kamis.
  • Parlemen Inggris memulai kembali debat tentang undang-undang penarikan Brexit, dengan Perdana Menteri Theresa May berusaha untuk menghindari kekalahan dalam pemungutan suara yang ditetapkan untuk minggu 14 Januari.

Dan ini adalah beberapa langkah utama di berbagai pasar:

Mata Uang:

  • Indeks Spot Dollar Bloomberg turun 0,4% ke level terendah sejak Oktober.
  • Euro naik 0,7% menjadi $ 1,1475, level tertinggi dalam lebih dari seminggu.
  • Yen tergelincir 0,2% menjadi 108,72 per dolar.
  • Pound naik 0,4% menjadi $ 1,2768, level terkuat dalam sebulan.
  • Indeks MSCI Mata Uang Pasar Berkembang naik 0,3% ke level tertinggi sejak Juli.

Baca juga: Rally akan Muncul di Pasar Mata Uang pada 2019

Saham:

  • S&P 500 naik 0,7% menjadi 2.548,71 sementara Russell 2000 naik 1,8% dan Nasdaq 100 naik 1%.
  • Indeks Stoxx Europe 600 bertambah 0,4%.
  • Indeks MSCI Dunia meningkat 0,9%.
  • Indeks MSCI Pasar Berkembang naik 1,3%.

Obligasi:

  • Imbal hasil pada obligasi 10-tahun naik dua basis poin menjadi 2,6924%.
  • Imbal hasil 10-tahun Jerman naik satu basis poin menjadi 0,221%.
  • Imbal hasil 10-tahun Inggris turun dua basis poin menjadi 1,254%.

Komoditas:

  • Indeks Komoditas Bloomberg naik 0,3%.
  • Minyak bumi West Texas Intermediate naik 1,5% menjadi $ 48,66 per barel, level tertinggi dalam tiga minggu dengan kenaikan beruntun.
  • Emas naik 0,2% menjadi $ 1,288.94 per ons.

Sumber: bloomberg.com

Recent Post

Penggerak Pasar Untuk 22 Januari

Penggerak Pasar Untuk 22 Januari Penggerak Pasar Untuk 22 Januari. Pada hari Selasa, 22 Januari...

GBP/JPY Tetap Bertahan Dan Stabil

GBP/JPY Tetap Bertahan Dan Stabil. Sebelum dirilisnya data ketenagakerjaan dan upah di Inggris,...

Secara Umum Nilai Yen Lebih Tinggi Karena Ketakutan Pertumbuhan

Nilai Yen Lebih Tinggi Dengan Risk Aversion Secara Umum Nilai Yen Lebih Tinggi Karena Ketakutan...

Apa Itu Metatrader 4 (MT4)?

Metatrader 4 yang juga sering disebut sebagai MT4 merupakan platform trading online untuk forex,...

Mengapa Rand Afrika Selatan dan Peso Kolombia Tampak Paling Berisiko di 2019

Mengapa Rand Afrika Selatan dan Peso Kolombia Tampak Paling Berisiko di 2019 Tahun lalu...

Broker News

Apa pasangan mata uang yang paling sulit untuk diperdagangkan?

Jika Anda melihat panduan perdagangan Forex mana pun, Anda akan direkomendasikan untuk berdagang...

Metode Scalping Forex Terbaik

Jika Anda ingin mulai melakukan scalping di Forex, Anda perlu berpikir ulang tentang keseluruhan...

Apa yang Dimaksud Dengan Scalping Dalam Perdagangan Forex?

Ketika orang berbicara tentang trading Forex secara online dalam jangka pendek, mereka hampir...

Bagaimana Cara Trader Mengelola Risiko Perdagangan Mereka?

Manajemen risiko Forex adalah titik esensial tempat bergantungnya profitabilitas transaksi....

Apa Strategi Terbaik untuk Trading Jangka Pendek?

Trading short-term atau jangka pendek dapat menjadi sangat menguntungkan, namun juga berisiko...

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda

Popular Post this month

Cara Bermain Forex Untuk Pemula Tanpa Modal

Dari waktu ke waktu, cara bermain forex untuk pemula tanpa modal makin sering disebut-sebut sebagai...

Langkah Mudah Cara Main Olymp Trade

Trading Binary Option memang saat ini sangat digemari oleh banyak orang yang ingin mendapatkan...

5 Web Forex Indonesia Gratis Tanpa Deposit

Bagi para trader newbie atau pemula, website forex yang memberikan penawaran bonus gratis tanpa...

Pengertian Apa Itu Forex Trading

Apa Itu Forex? Forex, atau Foreign Exchange, adalah pasar tak terpusat dimana mata uang dunia...

Menelusuri Broker Yang Terdaftar Di BAPPEBTI 2017

Saat memilih broker forex, biasanya Anda akan berfokus pada berbagai kondisi trading seperti...