Konferensi Pers Trump Jatuhkan Dolar AS

Berita Forex

konferensi-pers-trump-jatuhkan-dolar

Indeks Dolar jatuh lebih dari 1.5 persen hari Kamis dini hari ini (12/1) dibanding level tinggi hari Rabu, seusai konferensi pers Presiden AS terpilih Donald Trump. Dalam konferensi pers tersebut, Trump membahas banyak hal, termasuk mengenai pajak perbatasan, tetapi tidak menyebutkan apa-apa mengenai stimulus fiskal yang banyak diharapkan investor.

Apa Yang Dikatakan Trump?
Presiden terpilih yang akan dilantik pada 20 Januari mendatang tersebut membahas beberapa hal dalam hubungan internasional. Pertama, mengenai hubungan diplomatik Amerika Serikat dengan Rusia, ia mengakui bahwa negeri beribukota Moskow itu mungkin telah melakukan hacking yang berdampak pada hasil pemilu lalu. Kedua, tentang Meksiko, dengan negara mana Trump telah menyatakan akan membangun tembok perbatasan. Walau pejabat-pejabat tinggi Meksiko telah berulang kali menegaskan takkan mau membiayai pembangunan tembok tersebut, Trump bersikeras kedua negara harus berbagi dana pembangunannya.

Sedangkan mengenai ekonomi dalam negeri, Trump membicarakan pengembangan perusahaan-perusahaan di AS, dan bahwa “akan ada pajak perbatasan besar di salah satu perusahaan yang pergi (membangun pabrik di luar AS)”. Namun dalam konferensi pers, Trump tak memberikan detail apapun tentang pajak perbatasan itu.

Sederetan isu yang sebelumnya banyak disinggung Trump, seperti hubungan dagang dengan China dan prospek stimulus fiskal, tak disinggung sama sekali dalam konferensi pers resmi tersebut. Hal ini berlawanan dengan ekspektasi pasar yang telah menghantarkan Dolar reli tinggi sejak akhir tahun lalu berlandaskan harapan akan dilakukannya ekspansi fiskal. Namun, nyata bahwa itu bukan program utama Trump.

Konferensi Pers Trump Susutkan Ekspektasi Inflasi
Menanggapi konferensi pers tersebut, aset-aset yang berhubungan dengan Dolar pun ambruk. Yield Obligasi 10-tahunan AS anjlok dari 2.39% ke 2.33%. Sementara Fed Funds Futures menggeser ekspektasi waktu kenaikan suku bunga selanjutnya dari bulan Juni ke Juli. EUR/USD diperdagangkan 1.72 persen lebih tinggi, sedangkan USD/JPY anjlok hingga 2.4 persen. AUD/USD naik dari 0.7352 ke 0.7472 pasca Trump, demikian pula dengan NZD/USD yang meloncat dari 0.6961 ke 0.7088.

Menurut John Kicklighter dari DailyFX dalam catatannya, tanpa ada detail mengenai stimulus fiskal maupun perpajakan, forecast pertumbuhan masih belum jelas. Sedangkan dengan kurangnya kejelasan mengenai detail masalah dagang, maka ekspektasi inflasi yang sebelumnya mengipasi forecast kenaikan suku bunga pun mereda.

Analis dari Westpac juga menggarisbawahi absensi detail-detail mengenai rencana belanja infrastruktur, sembari menyebutkan bahwa nominasi menteri transportasi, Elaine Chow, dalam dengar pendapat di parlemen hari ini memberikan dukungan pada rencana pembangunan “baru yang berani”. Mereka menilai, ada indikasi bahwa kebijakan fiskal ke depan akan mengandalkan insentif bagi investasi sektor swasta, dibanding program kerja fiskal yang lebih tradisional.

Recent Post

Quotes by TradingView