Kenaikan Harga Minyak Gagal Dorong Dolar Kanada

Berita Forex

kenaikan-harga-minyak-gagal-topang-dolar-kanada

Dolar Kanada bergeming versus mata uang negeri tetangganya, Amerika Serikat, pada hari Rabu pagi ini (4/1), meski harga minyak mengalami pergolakan. Penguatan komoditas ekspor utama Kanada tersebut belum mampu mengungguli dominasi Dolar AS yang apresiasinya terakselerasi akibat ekspektasi kenaikan suku bunga lebih banyak dalam tahun 2017. Saat berita forex ini ditulis, USD/CAD bergerak nyaris flat di kisaran 1.3430-1.3440, posisi terendah sejak 22 Desember 2016.

Dolar Kanada Abaikan Volatilitas Minyak
Harga minyak telah reli lebih dari 45% sepanjang tahun 2016 hingga menyentuh level tertinggi sejak Juli 2015 sehubungan dengan event di mana negara-negara yang memproduksi sekitar 60% minyak dunia sepakat melakukan pemangkasan produksi mulai Januari 2017 ini. Kesepakatan yang disetujui pada akhir November itu diharapkan dapat menanggulangi masalah limpahan surplus suplai yang telah membebani harga minyak dalam lebih dari dua tahun terakhir, sekaligus menyeimbangkan kembali pasar.

Reli minyak pun berlanjut di awal tahun 2017 ini hingga menyentuh level tinggi 18 bulan pada sesi Eropa hari Selasa. Harga acuan WTI dan Brent kembali tumbang menjelang akhir perdagangan sesi Amerika, tetapi masih di atas $50; WTI untuk pengiriman Februari pada $52.46, sedangkan Brent untuk pengiriman Maret pada $55.61 per barel.

Harga minyak yang lebih tinggi biasanya mampu menggenjot Dolar Kanada. Demikian pula sebaliknya, minyak yang lebih murah bisa memerosotkan mata uang negara berbendera daun Mapel itu. Akan tetapi, nampaknya reli Dolar AS kali ini tak terhentikan.

Greenback Masih Mendominasi
Indeks Dolar sempat loyo di hari-hari perdagangan antara masa liburan Natal dan Tahun Baru, tetapi langsung melejit setelah publikasi indeks PMI Manufaktur ISM dan Belanja Konstruksi AS menunjukkan angka aktual yang melampaui ekspektasi. Indeks PMI Manufaktur ISM untuk periode akhir 2016 tercatat 54.7, mengungguli ekspektasi 53.6 maupun pencapaian bulan sebelumnya pada 53.2. Data Belanja Konstruksi pun dilaporkan mengalami ekspansi tahunan 0.9%, melebihi perkiraan ekspansi 0.5%.

Laporan-laporan ekonomi tersebut makin menguatkan harapan pasar akan dinaikkannya suku bunga Federal Reserve sebanyak tiga kali tahun ini. Di samping itu, ekspektasi akan ditingkatkannya belanja fiskal dan peluncuran stimulus dalam bentuk pembangunan infrastruktur masif di era Presiden terpilih Donald Trump pun masih melatarbelakangi reli Dolar.