Kemenangan Clinton Dan Kenaikan Suku Bunga Kuatkan Greenback

Berita Forex

Kemenangan Clinton Dan Kenaikan Suku Bunga

Dollar masih tetap dalam dominasi penguatannya melawan beberapa mata uang mayor untuk awal pekan ini, Senin (24/10/16). Kini terlihat kalau dollar AS berhasil merangsek ke tingkat tertingginya dalam 9 bulan, melawan mata uang mayor untuk sesi perdagangan awal pekan ini. Padahal berada di akhir pekan lalu, Dollar AS yang sentuh tingkat tertinggi mereka berada di 8 bulan lalu.

Kenaikan yang terjadi tersebut telah mendapatkan sentiment berasal dari ekspektasi dari bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang berencana untuk menaikkan suku bunganya semakin optimis terjadi berada di bulan Desember nanti. Selain itu ada juga dari sentiment berasal dari kabar kalau Donald Trump tidak akan bisa menjadi presiden AS.

Secara mayoritas, Greenback atau USD yang masih dalam momentum penguatan setelah dari pimpinan the Fed bagian New York yaitu William Dudley untuk hari Minggu akhir pekan kemarin menyebutkan bahwa bank sentral AS yang bakal menaikkan suku bunga untuk bulan Desember di akhir tahun ini jika adanya ekonomi masih ada di laju kecepatan pada saat ini.

Ada juga pernyatan berasal dari John Williams, Presiden bank sentral The Fed San Fransisco menyebutkan kalau di tahun ini bakal menjadi baik jika dari keputusan kenaikan suku bunga bisa di naikkan semenjak bulan lalu.

Dari komentarnya itu di ikuti juga dari pembicaraan yang hawkish ada di beberapa saat ahir ini berasal dari dewan the Fed, seperti dari William Dudley berasal dari the Fed New York dan juga dari wakil ketua Fed Stanley Fischer. Mereka memberikan sinyalir kepada investor bahwa kenaikan suku bunga kini meningkat sampai 70% bisa di naikkan untuk bulan Desember. Data ini berasal dari data terbaru CME FedWatch.

Ada kabar bahwa Hillary Clinton yang di ekspektasikan akan meraih kemenangan di dalam pemilu Presiden AS juga memperkuat adanya pandangan kalau kenaikan suku bunga Desember terlihat sangat mungkin terlaksana.