3 Kebiasaan Para Trader Terkenal

Pernahkah Anda berpikir mengenai apa yang membedakan trader sukses dan gagal? Apa saja kebiasaan para trader terkenal yang membuat mereka dapat meraih keuntungan besar secara konsisten? Padahal menurut hasil survey, 90 persen trader di dunia ini mengalami kegagalan dan merugi. Di dunia ini, trader ada berbagai jenis. Ada Scalper, Day Trader, trader jangka panjang, dan lain-lain. Gaya trading apapun, memberikan peluang sama besarnya antara untuk menjadi sukses maupun bangkrut. Jadi, kunci kesuksesan bukanlah terletak pada gaya trading Anda, melainkan boleh jadi berada pada kebiasaan-kebiasaan kecil yang sering luput dari perhatian, padahal berdampak besar bagi hasil trading.

Untuk memahaminya lebih lanjut, simak tiga kebiasaan para trader terkenal ini. Siapa tahu, Anda dapat meneladani mereka dan memanfaatkannya untuk memperbaiki hasil trading.

1. Fokus Pada Belajar, Bukan Semata Keuntungan Material.

Banyak sekali trader sukses masa kini memulai karirnya dengan modal sangat sedikit. Namun, pada tahun pertama ketika belum punya pengalaman, mereka-mereka ini benar-benar fokus pada belajar. Lebih dari itu, para milyuner seperti Warren Buffett misalnya, tak berhenti belajar meski mereka sudah kaya raya. Alasannya, karena dunia ini terus menerus berubah dan berkembang, sehingga jika Anda berhenti belajar, maka tentu akan ketinggalan dan tak bisa beradaptasi dengan situasi.

2. Memperhatikan Psikologi Dan Disiplin Saat Trading.

Menurut Alexander Elder, seorang psikolog dan trader terkenal, “Pemula berfokus pada analisa, tetapi para profesional bergerak di tiga dimensi. Mereka (juga) memahami psikologi trading perasaan mereka sendiri dan psikologi pasar.”

Pendapat Elder tersebut didukung pula oleh trader terkenal lainnya, Richard Dennis, sang penggagas dan trainer sistem Turtle Trading. Salah satu quotes yang terkenal darinya menyebutkan, “Kuncinya adalah konsistensi dan disiplin. Hampir semua orang dapat membuat daftar aturan yang 80 persen sama bagusnya dengan apa yang kami ajarkan pada orang-orang kami. Apa yang tak bisa mereka lakukan adalah memberi mereka keyakinan untuk tetap mengikuti aturan-aturan itu, meski situasi memburuk.”

Masih banyak lagi trader sukses yang menekankan mengenai pentingnya psikologi trading dan kedisiplinan. Tanpa kedua aspek ini, trader akan kesulitan untuk melindungi modal di tengah gejolak pasar, apalagi untuk mendapatkan keuntungan.

3. Daripada Mengejar Keuntungan, Prioritaskan Upaya Mengantisipasi Kerugian.

Stanley Druckenmiller, seorang murid dari trader terkenal George Soros, pernah mengatakan, “Saya telah belajar banyak hal dari dia (George Soros), tetapi boleh jadi yang paling penting adalah (trading itu) bukan soal apakah Anda benar atau salah, melainkan berapa banyak uang yang Anda buat ketika benar, dan berapa banyak yang Anda hilangkan ketika salah.”

Dari sini dapat diketahui bahwa para trader terkenal tak hanya mengejar keuntungan saja. Justru, mereka memperhatikan pula soal manajemen risiko untuk mengantisipasi kerugian. Bagaimana cara melakukannya? Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain mengurangi ukuran lot pada setiap transaksi dan menggunakan fitur Stop Loss atau Trailing Stop.

Jika Anda termasuk trader kecil, ada baiknya gunakan lot terkecil mikro (0.01) atau mini (0.1) saja saat open posisi. Memang dengan menggunakan lot kecil, maka akan makin lama waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan profit. Tetapi, dengan lot kecil ini pula maka kerugian akan lebih mudah dikendalikan.

Baca juga : Apa Itu Pasar Komoditi?

Demikian pula halnya dengan fitur Stop Loss dan Trailing Stop. Banyak pemula menolak menggunakannya dengan dalih khawatir akan dimanipulasi broker hingga justru sering merugi. Namun, nyatanya dana yang bisa diselamatkan dengan menggunakan fitur ini malah bisa lebih tinggi ketimbang jika mempertaruhkan modal tanpa perlindungan Stop Loss ataupun Trailing Stop. Perlu dipahami bahwa kerugian itu pasti terjadi, bahkan dialami juga oleh trader terkenal sekalipun. Karena ini wajar terjadi, maka Anda perlu menyiapkan diri untuk mengantisipasinya, bukannya membiarkan saja kerugian membangkrutkan seluruh modal.

Recent Post