Irak Enggan Gabung Pemangkasan Produksi Minyak OPEC

Berita Forex

Irak Enggan Gabung Pemangkasan Produksi Minyak OPEC

Di ketahui untuk sementara ini harga minyak kembali tumbang berada di dalam sesi perdagangan hari Senin ini (24/10/16). Pelemahan ini terjadi setelah laporan terbaru dari Baker Hughers yang dimana terjadi adanya peningkatan jumlah rigs ada di AS dan juga  dari Irak baru saja menyatakan untuk enggan bersama dalam program pemangkasan produksi minyak OPEC. Pada saat berita ini di rilis, kilau minyak yang berada di dalam kisaran harga $50.63 per barel. Sedangkan untuk minyak jenis Brent yang berada di kisaran harga harga $51.59 per barel.

Berada di hari Minggu akhir pekan kemarin, pejabat tinggi dari Irak menyebutkan bahwa produksi minyaknya saat ini ada di tingkat 4.774 juta bph, dengan tingkat ekspor aktifnya 3,87 juta bph. Dengan posisi produksi yang berada di tingkat besar tersebut, pimpinan dari State Oil, Falah Al Amri menyebutkan kalau mereka tidak akan mundur dengan cara apapun, tidak akan mengikuti OPEC atau siapapun.

Ada di akhir bulan September lalu, OPEC yang sudah merencanakan suatu kesepakatan pemangkasan output yang di jadwalkan bakal di akhiri dengan rapat resminya di akhir bulan November nanti. Berdasarkan dari plan tersebut, bahwa lembaga OPEC yang sepakat akan memangkas produksi minyaknya dari tingkat di bulan September 33.39 ini menjadi 32.50-33.0 juta bph.

Namun dari kesepakatan itu masih sulit untuk di selesaikan jika dari negara produsen besar seperti Irak yang tidak ingin bergabung dengan rencana ini kalau akhirnya mereka menolak ajakan pemangkasan produksi minyak ini.

Yang turut menekan dari harga minyak di pasar adalah dari rigs AS yang kini sudah bertambah lagi. Jumlah tambahnya kini sebanyak 11 rigs aktif, dan kini jumlahnya adalah 443. Ini sudah menjadi kenaikan ke 17 secara berturut-turut, sekaligus memberikan tanda adanya pengingkata dua digit pertama untuk jumlah rig semenjak bulan Agustus kemarin. Memang beberapa pakar sebutkan kalau produksi minyak di AS bakal bangkit kembali.