Greenback Menguat Mencerna Kemenangan Donald Trump

Berita Forex

Greenback Menguat Mencerna Kemenangan Donald Trump

Pergerakan dari mata uang AS, seperti Greenback yang kini telah melayang ke tingkat tertinggi tiga setengah bulan melawan mata uang Jepang Yen, dan kini masih lebih unggul jika dibandingkan dengan beberapa mata uang mayor yang lainnya berada di sesi akhir perdagangan pekan ini,  Jumat (11/11/16) berada di sore ini.  Mata uang negara Amerika Serikat ini sudah membukukan kenaikan besar ada di sesi perdagangan di malam kemarin, dengan menanggapi adanya pernyataan terbaru dari Donald Trump menjadi presiden AS dengan segala persiapannya.

Lebih tegasnya lagi adanya beberapa rencana-rencana dari calon presiden Donald Trump yang di ekspektasikan bisa membuat stimulasi ekonomi di Amerika Serikat secara fiscal dan memberikan peluang keputusan bank sentral AS untuk menaikkan tingkat suku bunganya.

Memberikan tanggapan akan ini, langsung saja USDJPY turun berada di tingkat 106.610 setelah sentuh tingkat tertingginya di 106.950 semalam, itu adalah tingkat tertinggi semenjak 21 Juli. Dollar AS yang bakal menutup pekan kedua berada di bulan November ini dengan mendapatkan 3.3% melawan Yen Jepang disebabkan karena hasil pemilu AS yang sebelumnya mengejutkan banyak public.

Laju kenaikan dollar yang sangat signifikan melawan Yen memberikan respon dari menteri keuangan Jepang, Taro ASo. Dirinya juga merasa terkejut dengan pergerakan mata uang negaranya.

“Memang terjadi pergerakan Yen sebesar 5 Yen melawan dollar AS di dalam dua hari ini,” terang dari Menkeu Taro Aso menyebutkan kepada wartawan sembari memberikan ketegasan akan pentingnya stabilitas pasar keuangan.

Memberikan tanggapan akan komentar dari Taro Aso, ekonom yang bernama Ayaki Sera berasal dari Sumitomo Mitsui Trust, telah menegaskan bahwa Lompatan dari imbal hasil obligasi pemerintah sampai dengan 30 basis sudah menjadi dukungan terbesar untuk Dollar AS. Hal ini menjadi euphoria pasar di dalam beberapa hari terakhir ini, meskipun dari USDJPY yang kemungkinan bisa tembus tingkat 107 setelah mencerna komentar terbaru dari Taro Aso tersebut.

Ada di sisi lain, kinerja dari Dollar AS melawan Euro terbilang masih datar-datar saja setelah terjadi penurunan sebesar 1% berada di sesi perdagangan sebelumny. EURUSD yang di perdagangkan ada di harga kisaran 1.0902 berada di sore tadi, di mana akan menggenapkan penurunan dari mata uang tersebut sebesar 2,3% untuk minggu ini.

Sedangkan dari pairing USDCHF yang sedikit berubah dengan di perdagangkan ada di kisaran 0.9867 setelah sebelumnya sudah merosot dekat tingkat terendahnya dalam tiga bulan menuju di tingkat 0.9550 berada di Rabu lalu, melemah setelah kemenangan Donald Trump menjadi presiden AS mengalahkan pesaingnya Hillary Clinton.

Sedangkan dari pairing mata uang Inggris, Poundsterling melawan Dollar AS yang berkisar ada di 1.2585, berada di tingkat tertinggi dalam satu bulan. Sterling mendapatkan dukungan dari perolehan terbesar melawan Euro karena para investor yang melepaskan short position. Dimana tindakan itu terjadi setelah adanya ketidakpastian hasil pemilu yang di menangkan dengan Donald Trump setelah kampanye berhasil di usaikan.