GBP/USD Meninggi Setelah Data Ekonomi Inggris Lampaui Ekspektasi

Berita Forex

gbpusd-meninggi-setelah-data-ekonomi-inggris-lampaui-ekspektasi

Pasangan mata uang GBP/USD terpantau meninggi dalam perdagangan hari Rabu dan berlanjut hingga Kamis ini (5/1). Meski sempat tersandung oleh kabar tak sedap dari ranah Brexit, tetapi Pounds berhasil beranjak hingga mencapai 1.2318, level yang dihuninya sebelum libur tahun baru. Penguatan indeks PMI Manufaktur dan Konstruksi yang lebih baik dari ekspektasi, disinyalir mengipasi harapan investor.

Pelemahan Pounds Buka Peluang Bagi Perusahaan Inggris
Indeks PMI Manufaktur Inggris dilaporkan meningkat dari 53.6 pada bulan November menjadi 56.1 pada Desember, mengungguli ekspektasi analis yang memprediksi kenaikan hingga 53.3 saja. Lemahnya Poundsterling ternyata mendukung aktivitas ekspor Inggris hingga meningkat tujuh bulan berturut-turut, dan ini mendorong perusahaan-perusahaan di sektor manufaktur untuk berekspansi di luar negeri.

Indeks PMI KOnstruksi Inggris bulan Desember pun tampil lebih baik dibanding perkiraan. Angkanya melonjak ke 54.2, meski diekspektasikan akan stagnan di 52.8. Demikian pula data Pinjaman Hipotek bulan November melejit dari 67.37k di bulan sebelumnya ke 67.50k; sementara Persetujuan Hipotek mencapai level tertinggi sejak Maret 2016.

Berita forex fundamental yang cukup signifikan tersebut mendorong Pounds menguat terhadap sejumlah mata uang mayor lainnya. Selain pada GBP/USD yang bertahan meninggi, pair cross pun turut menikmati penguatan. GBP/JPY naik tipis hingga 144.92, melanjutkan reli yang telah berlangsung sejak hari-hari terakhir tahun lalu. Walaupun, GBP/CHF dan EUR/GBP cenderung flat. Rilis Notulen FOMC dari Amerika Serikat pun agaknya diabaikan oleh mata uang ini.

Ricuh Brexit Kembali Mengemuka<
Minat pasar pada Pounds telah lesu selama 2016 akibat ketidakpastian seputar rencana hengkangnya Inggris dari Uni Eropa, menjadikannya mata uang mayor berperforma terburuk dalam setahun. Awal 2017 ini pun, kabar tentang Brexit kembali mengemuka, walau tak begitu dihiraukan Pounds. Duta Besar Inggris untuk Uni Eropa, Sir Ivan Rogers, diberitakan mengundurkan diri.

Dalam surat pengunduran dirinya, Rogers mengungkapkan ketidaksukaannya pada pendekatan pemerintah dalam negosiasi Brexit. Ia bahkan berkomentar bahwa persetujuan Brexit bisa memakan waktu 10 tahun. Pengunduran dirinya pun dipandang sebagai pukulan berat bagi peluang kesepakatan pasca Brexit yang “baik-baik”. Sementara itu, para politisi telah mulai bersilang pendapat mengenai siapa yang akan menggantikannya pada posisi vital tersebut.