FOMC : Kenaikan Suku Bunga AS Berlanjut Sampai 2018

Berita Forex

Kenaikan Suku Bunga AS

Beberapa dewan pejabat di bank sentral AS atau Federal Reserve yang sudah sepakat memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunga dengan besaran 25 basis poin berada di tingkat 0,75% didalam penyelenggaraan rapat FOMC yang sudah di gelar untuk dua hari terakhir, sekaligus mematok adanya kenaikan lanjutan berada di tahun 2017 yang lebih tinggi dan di tahun selanjutnya. Melihat dari estimasi median dari proyeksi dot plot telah menampilkan perkiraan tiga kali kenaikan suku bunga di dalam tahun depan adapun besarnya masing-masing 25 basis poin, padahal di FOMC bulan September di proyeksikan akan terjadi dua kali kenaikan. Setelah itu di tahun 2018 akan di langsungkan tiga kali kenaikan. Ekspektasi tingkat inflasi yang meningkat dan indikasi penguatan di pasar tenaga kerja menjadi fokus utama dalam kesepakatan FED semenjak bulan Juni.

Para anggota dewan FOMC sebutkan kalau kini pasar tenaga kerja masih tetap solid dan aktivitas ekonomi yang sudah berekspansi dalam lajuĀ  moderat semenjak dipertengahan tahun lalu. Adanya kenaikan peluang pasar tenaga kerja solid, belanja konsumen naik secara moderat di tambah adanya investasi bisnis tetap melemah.

Lebih dari itu dalam konferensi persnya, disebutkan bahwa kebijakan moneter memberikan dukungan akan penguatan di kondisi pasar tenaga kerja dan kembalinya inflasi ada di tingkat 2%. Kata sejumlah tersebut bisa di artikan bahwa para anggota FOMC mengerti ada sedikit peluang perbaikan pada outlook ketenagakerjaan.

Adanya perubahan ekspektasi kenaikan inflasi dan ketenagakerjaan menjadi keputusan utama dalam kenaikan suku bunga (Fed Rate Hike), bersamaan dengan rencana kenaikan total sebanyak enam kali lagi berada di tahun depan dan tahun 2018 tercantum di dalam proyeksi dot plot yang sudah di gariskan dalam rapat moneter bulanan tersebut. Akan tetapi, dari pasar tenaga kerja, proyeksi pertumbuhan dan inflasi yang hanya berubah sedikit. GDP di perkirakan bakal tumbuh sebesar 2,1% berada di tahun 2017, atau sudah naik tipis dari perkiraan 2% sebelumnya. Sedangkan dari outlook ketenaga kerjaan diperkirakan bisa turun ke 4,5% dari tingkat saat ini 4,6%.

Menolak Spekulasi Rezim Trump

Masalah dengan masa depan FED menanggapi adanya transisi ke pemerintahan yang baru berada di tahun depan, mereka menyebutkan di dalam sesi Tanya jawab setelah rapat usai. Seperti dari petinggi the Fed, Janet Yellen yang menegaskan menolak memberikan spekulasi masalah rezim pemerintahan terbaru tersebut. Sebelum dari pihaknya mendapatkan kepastian akan detail tertentu. Meski dirinya memberikan pengakuan kalau tajamnya estimasi median dari proyeksi dot plot bisa di pengaruhi adanya tanggapan anggota FOMC terkait perubahan dalam kebijakan fiscal selanjutnya.

Perekonomian yang kemungkinan bisa terus bertumbuha baik. Akan tetapi, Yellen menyebutkan dirinya yakin bahwa perusahaan-perusahaan bakal memangkas lowongan kerjanya disebabkan terjadinya perubahan teknologi, juga meminta kepada pemerintah AS agar memperhatikan kepada kecenderungan itu dalam pembuatan kebijakan baru untuk tahun depan.

Dollar langsung melejit menanggapi keputusan dan sinyalir tersebut. Walaupun kenaikan suku bunga sudah di perkirakan bakal terjadi sebelumnya, namun sinyalir untuk kenaikan tiga kali di tahun depan dipandang menjadi hawkish untuk Greenback.

Recent Post

Quotes by TradingView