Efek Donald Trump Terhadap Dollar dan Ekspektasi Suku Bunga

Berita Forex

Efek Donald Trump Terhadap Dollar dan Ekspektasi Suku Bunga

Greenback atau Dollar Amerika Serikat yang masih bertahan dalam momentum bullish ada di tingkat tertingginya dalam 9 bulan melawan beberapa mata uang mayor sedunia. Mengawali di sesi perdagangan awal pekan ini, dollar masih dalam penguatan besar. Dollar yang telah menduduki yield-yield obligasi pemerintah dan bakal segera membentuk tingkat fase bullish terbaru setelah menanggapi kemenangan Donald Trump ada di dalam pemilihan presiden AS tahun 2016 yang di selenggarakan pekan lalu.

Sungguh tak kuasa tingkat psiko 100 pada indeks dollar tertembus berada di hari ini. Akan tetapi indeks dollar kembali terkoreksi berada di tingkat 99,41, yang menjadi tingkat tertingginya dalam 9 bulan ada di awal tahun lalu. Seperangkat kebijakan dari calon presiden terpilih Donald Trump yang di ramalkan bakal mendukung minat belanja masyarakat dan bisa mendukung tingkat inflasi. Adapun imbasnya nanti dari imbal obligasi AS langsung naik ke tingkat tertinggi, sebesar 2,2 % ada di awal pekan ini.

“Apa yang sudah di perkirakan sebelumnya, tentang dari kenaikan pesat pada Greenbac secara gradual ternyata akhirnya terjadi dengan kinerja yang sangat cepat dibandingkan dengan ekspektasi. Hal ini disebabkan juga karena kemenangan Donald Trump di dalam pilpres kemarin,” sahut dari Foji Fukaya seorang Presiden FPG Securities disebutkan kepada laman media Reuters.

“Adapun kemungkinan kebijakan yang bakal di rilis oleh calon presiden terpilih nanti, pasar sedang bersiap-siap untuk bisa menanggapi terjadinya fase bull di bawah beberapa aturan berbeda,” tambah dari seorang analis tersebut tentang rencana kebijakan Trump.

Kenaikan yang terjadi ada di Dollar AS sebelum dilaksanakan pemilu disebabkan beberapa speculator lepaskan atau likuidasi posisi mereka. Akan tetapi ada di saat fase sekarang ini, kondisinya yang lebih kondusif lagi dalam mengambil posisi Long pada Greenback.

Memantau aksi dollar berada di beberapa pairing mayor, terlihat penguatan signifikan tercipta. Dari pairing USDJPY yang kini sudah capai di tingkat tertinggi 107.869 ada di sore tadi, sudah tinggalkan harga open di awal pekan ini di 106.84. Yang mengejutkan terjadinya kenaikan ini, yaitu dari tingkat pekan sebelumnya di 101.19 yang kini sudah mencapai di 107 setelah di pilihnya Donald Trump menjadi pengganti dari Barack Obama.

Melihat dari pairing rival Eropa, Euro yang juga tersungkur sebesar 0,6% dimana mencapai tingkat terendahnya di 1.0758. Tembus tingkat terendah pairing tersebut semenjak Januari yang berada di 1.0773.

Ini kemungkinan bisa menjadi saran baik ke depannya, untuk bisa tetap memegang aksi kepada Greenbac yang kini dalam momentum penguatan walaupun Donald Trump sama sekali belum mengungkapkan beberapa kebijakan yang spesifik.

Ada efek yang lainnya setelah di pilihnya Donald Trump bisa menjadi presiden adalah ekspektasi kenaikan suku bunga dari bank sentral AS (Federal Reserve) yang kini sudah mencapai di tingkat 90% dari tingkat sebelumnya di 81,1% berada di pekan lalu.

Hal ini menjadi peningkatan yang sangat tinggi, padahal sebelum di mulainya pemilu lalu ekspektasi kenaikan suku bunga berasal dari Fed Rate Monitor Tool, investing.com catatkan sebesar 71,5%. Apakah ini wujud dari keoptimisan tentang terpilihnya Donald Trump, padahal Trump sendiri masih belum memberikan beberapa kebijakan.