Dollar Masih Berlanjut Upside Karena Terdukung Beberapa Sentimen

Berita Forex

Dollar Masih Berlanjut Upside Karena Terdukung Beberapa Sentimen

Hari ini yang terjadi pada Dollar AS dimana menyentuh tingkat tertingginya selama 14 tahun lalu berada di awal perdagangan, Selasa (15/11/16). Setelah itu berlanjut di siang harinya karena menanggapi adanya imbal hasil obligasi semenjak dari Partai Republik dengan calonnya Donald Trump berhasil menjadi presiden AS. Adapun indeks dollar yang bahkan bisa mencapai sampai dengan 100.22 lebih tinggi sejak awal Desember di tahun lalu. Bisa terpantau pada pairing USDCAD yang sudah meningkat sampai dengan 1.3589  menjadi tingkat tertingginya dalam 8 setengah bulan.

Semenjak dari Donald Trump berhasil mendapatkan suara terbanyak dalam pemilihan presiden Amerika Serikat, imbal hasil dari obligasi 10 tahunan AS langsung melejit sampai dengan 0,40% poin ke tingkat tertingginya dalam 10 bulan. Adapun rencana dari beberapa kebijakan-kebijakan Trump bisa di perkirakan fokus berada di proteksi perdagangan sehingga bisa memacu adanya inflasi.

Jika dari pasar saham masih memberikan dukungan, maka apresiasi dolar masih bisa berlanjut.

“Mungkin dari banyak orang yang sudah mengerti, kini masih belum jelas apa saja yang di sebutkan di dalam janji-janji Trump di saat melakoni kampanyenya. Lebih dari itu, bisa jadi bisa menimbulkan suatu gesekan dari Kongres dan White House berada di tengah jalan,,” terang dari  Kepala Bagian Forex di State Street, bernama Kazuhige Kaida menyebutkan kepada laman media Reuters.

“Akan tetapi kini para pelaku pasar yang bukan penganut masalah politik. Maka saat ini mereka memutuskan untuk terjun mengikuti dalam euphoria yang terjadi seperti saat ini,” tambahnya lagi.

Dollar AS yang sudah sempat naik ke tingkat 108.54 melawan Yen sebelum pada akhirnya koreksi kembali sebesar 0,5% dengan di perdagangkan ada di kisaran 108.07. menjadi apresiasi terbaik dari dollar melawan Yen Jepang.

“Mengerti dari signifikan terjadinya kenaikan pada imbal hasil obligasi AS, kini dollar bisa saja menguji tingkat di atasnya lagi, ada di 110 melawan Yen,” ujar dari Ahli Strategi Forex di Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, yang bernama Minori Uchida.

Meskipun dari yield-yield obligasi milik AS yang sudah terpantau naik sangat tajam, harga saham AS juga masih bertahan dengan kokohnya. Selama dari pasar saham masih tetap memberikan dukungan seperti ini, maka bisa jadi dollar masih terus terapresiasi nantinya, dan penguatan masih terus berlanjut,” terangnya kembali.

Sedangkan dari pairing EURUSD yang semakin jeblok di tingkat terendahnya 1.0709, itu adalah tingkat terendah semenjak bulan Desember. Sementara saat ini, mala mini EURUSD yang sudah berusaha memulihkan kembali ada di kisaran 1.07517. Terpantau, kinerja dari EURUSD yang ada di dalam bulan ini sudah terciptakan volatilitas sampai dengan 11%.

Untuk sementara ini Euro yang masih menunggu adanya perkembangan masalah isu terkait referendum perubahan konstitusi ada di negara Italia yang bisa di langsungkan pada tanggal 4 Desember yang akan datang.  Dukungan untuk Perdana Menteri saat ini atau petahana Matteo Renzi, yang pro dengan Uni ERopa saat ini sudah berkurang dukungannya. Dengan ini terjadi suatu kecemasan yang bakal terjadi seperti keluarnya Italia dari Uni Eropa atau Italeave. Keputusan bulat dari REnzi jika gagal dalam referendum tersebut, dirinya bakal mengundurkan diri dari jabatannya.

Recent Post

Quotes by TradingView