Dolar AS Tampil Perkasa, Euro Kian Tak Berdaya

Berita Forex

Sentimen bullish pasar tampaknya masih cukup kuat untuk melambungkan Greenback, yang tampil meyakinkan pada sesi trading Selasa (3/1) ini. Dihimpun dari berita forex Investing, USD melanjutkan relinya terhadap mata uang mayor lain, termasuk Euro yang turut mendapat tekanan dari Sterling. Seperti apa laju penguatan Dolar AS dan mengapa Euro tampil loyo?

dolar as tampil perkasa kalahkan euro

Percaya Diri Lanjutkan Reli
Sebagaimana terangkum dari laporan berita forex di penghujung tahun 2016, pasar sempat dibuat heran oleh Euro yang tiba-tiba menguat dan mengalahkan Greenback. Namun demikian, USD berhasil membuka lembaran baru di tahun 2017 ini dengan mengembalikan posisi bullish-nya. EUR/USD terpantau melorot 0.43% ke level 1.0409, dan terus surut hingga ke poin 1.0358 ketika berita forex ini ditulis.

Tak hanya terhadap Euro, Dolar AS juga unjuk gigi terhadap mata uang mayor lain. Di awal sesi Eropa, berita forex tentang indeks USD sudah melaporkan adanya kenaikan sebesar 0.83% ke 103.22, yang merupakan level tertinggi sejak 28 Desember lalu. Para analis dari bank-bank besar dunia berpendapat jika pasar memang berniat melanjutkan kembali trend positif Greenback yang terbentuk sejak Donald Trump terpilih sebagai Presiden AS.

“Dalam jangka pendek, market memang selayaknya meneruskan apa yang tersisa di akhir tahun lalu. Kami semakin yakin (akan hal itu) setelah melihat pergerakan USD/JPY pagi ini,” kata ahli strategi mata uang G10 dari Barclays, Hamish Pepper dalam berita forex terkait. Sebagai catatan, Yen Jepang memang menjadi salah satu mata uang mayor yang ‘tertekan’ di awal tahun baru ini. Hal itu terlihat dari catatan berita forex yang memperlihatkan penguatan USD/JPY hingga 0.53% ke level 118.12, tak jauh dari posisi 10 bulan tertinggi yang tercapai di 118.65 pada 15 Desember silam.

USD Bukan Satu-satunya ‘Penghancur’ Euro
Berbicara tentang Euro, ada kemerosotan signifikan yang cukup mengkhawatirkan dari mata uang berjuluk ‘single currency’ itu. Selain tak berdaya melawan USD yang tengah perkasa, Euro juga terpaksa mengakui kemenangan Poundsterling, yang berhasil menjungkalkan EUR/GBP hingga turun sebesar 0.63% ke level 0.8460. Padahal, liputan berita forex sore ini mengungkapkan bahwa GBP masih kesulitan menghadapi bullish Greenback. GBP/USD memang masih bertengger di area 1.2289, meski aktivitas manufaktur Inggris untuk Desember dirilis melesat ke level tertinggi dua setengah tahun.

Berita forex dari Zona Euro sebenarnya terpantau cukup positif. Inflasi Jerman melonjak dari 0.1% ke 0.7%, sementara data pengangguran dari Negeri Panser itu juga menunjukkan perbaikan yang jauh lebih tinggi dari ekspektasi. Akan tetapi, hasil-hasil tersebut rupanya belum mampu mengalahkan minat tinggi investor dan spekulator terhadap Dolar AS, serta imbas positif data manufaktur Inggris terhadap Poundsterling.