Dolar Kembali Menguat Di Tengah Libur Tahun Baru

Berita Forex

dolar-kembali-menguat-di-tengah-libur-tahun-baru

Tahun baru nampaknya menyuntik energi baru bagi Dolar AS. Indeks Dolar kembali beranjak dari level rendah dua minggunya pada hari Senin (2/1), meski perdagangan cenderung sepi karena masih ditutupnya banyak pasar finansial dunia dalam rangka libur Tahun Baru 2017.

Keperkasaan Dolar Lagi-lagi Lumpuhkan Euro
Mata uang berjuluk Greenback itu sebelumnya telah melesat ke rekor tertinggi 14 tahun di bulan Desember, didorong oleh ekspektasi naiknya suku bunga Federal Reserve, pertumbuhan ekonomi, dan inflasi, di masa kepemimpinan Presiden terpilih Donald Trump. Dolar mengakhiri tahun 2016 dengan kenaikan 4% secara tahunan, tetapi indeks Dolar melorot lebih dari 1 persen di tiga hari perdagangan terakhir.

Kelemahan Dolar AS salah satunya disebabkan oleh lonjakan mendadak Euro di hari Jumat sebanyak dua sen hingga mencapai $1.07. Namun, pada hari Senin, Euro tergelincir 0.4% ke $1.0513. Sementara itu, Indeks Dolar kembali menanjak 0.5% ke 102.68, mendekati level tinggi 14 tahunnya di angka 103.65. Pounds pun menurun 0.2% ke kisaran $1.2299.

Esther Reichelt, ahli strategi mata uang di Commerzbank, mengatakan pada Reuters, “Di hari-hari terakhir 2016, kami melihat Dolar agak mundur, dan bisa jadi ada beberapa koreksi dari Eropa pagi ini. Saya tidak melihat penggerak fundamental untuk pergerakan itu.”

Abaikan Insiden Berdarah, Nantikan Rilis NFP
Serangan berdarah di Istanbul, Turki, yang mengakibatkan korban tewas sekitar 39 orang, hampir tak direspon oleh pasar forex. Yen Jepang, yang biasanya berperan sebagai mata uang Safe Haven, bergerak menurun versus Dolar; sedangkan Lira Turki hanya selip 0.4%. Menurut Reichelt, “Sayangnya, pasar sudah makin terbiasa dengan event seperti itu -(pasar forex) kini nyaris tak bereaksi lagi pada hal-hal seperti itu. Ketika kita mengalami serangan di Berlin baru-baru ini, hampir tak ada pergerakan – Euro bergeser sedikit pips (saja).”

Di sisi lain, rilis data Non Farm Payroll dalam sepaket laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat dijadwalkan untuk dipublikasikan pada hari Jumat depan. Mengingat keputusan rapat kebijakan Federal Reserve bulan Desember lalu merencanakan kenaikan suku bunga sebanyak tiga kali dalam tahun 2017, maka pelaku pasar akan mengamati apakah data-data mendukung dilakukannya minimal satu kali kenaikan sebelum pertengahan tahun.