Dolar AS Berdiri Stabil Meski ADP Mengecewakan

Berita Forex

Salah satu data penting menjelang Non-farm Payroll (NFP) Jum’at nanti (7/10), ADP Employment Change, menampilkan perolehan lebih buruk dari ekspektasi sekaligus mencatatkan raihan terendah dalam 5 bulan terakhir. Meski demikian, Greenback tampak tak terlalu terpengaruh oleh berita buruk ini. Meski terpantau selip melawan GBP, Dolar AS masih bergerak stabil terhadap mata uang mayor lainnya. Bagaimanakah cerita lengkapnya? DIrangkum dari Reuters dan berbagai sumber berita forex lainnya, inilah laporan tentang pencapaian ADP AS dan pengaruhnya terhadap USD.

dolar as berdiri stabil

Kecewakan Konsensus, ADP Kali Ini Dianggap Masih Normal
Laporan ADP yang mengukur perubahan ketenagakerjaan di sektor swasta non-pertanian tercatat hanya meningkat sebanyak 154,000 di bulan September. Dibanding capaian bulan sebelumnya di 175,000, angka tersebut tentu gagal memperlihatkan kemajuan. Padahal, laporan dari berbagai berita forex menyebutkan bahwa ADP memang sudah diprediksikan turun, namun hanya sampai di level 166,000.

Terkait pencapaian tersebut, Mark Zandi, kepala ekonomi dari Moody’s Analytics berpendapat bahwa pertumbuhan ADP memang sudah sepantasnya melambat karena ketenagakerjaan AS hampir mencapai taraf full employment. Survei Reuters yang dihimpun dalam berita forex terkait juga mencatatkan hal serupa, terlihat dari proyeksi para ekonom yang memperkirakan penambahan ADP dalam range 140,000 dan 180,000. Jadi apabila hasil akhirnya mencerminkan angka 154,000, maka angka tersebut sesungguhnya masih dalam batas ekspektasi.

Sebagai pengukur ketenagakerjaan non-pertanian di perusahaan-perusahaan swasta, Data ADP dianggap penting oleh para analis dan pengamat berita forex karena diyakini bisa memberikan indikasi awal NFP. Non-farm Payroll juga mengukur ketenagakerjaan di sektor non-pertanian, namun lebih komprehensif karena turut menghitung ketenagakerjaan di lembaga pemerintahan. NFP sendiri diprediksikan bakal berakselerasi dari pencapaian bulan sebelumnya di 151,000.

Tak Goyah, Greenback Masih Perlihatkan Penguatan
Menjelang turunnya berita forex tentang ADP tadi sore, USD memang sempat tergelincir, diyakini karena pengaruh ucapan member Fed Charles Evans yang mengaku “tak keberatan” dengan kenaikan Desember jika memang data-datanya telah mendukung. Pada saat itu, Sterling berhasil meninggalkan level terendah 30 tahun terakhir dan beranjak ke kisaran 1.27. Sementara itu, Euro tetap kokoh di posisi 1.122 pasca rumor tentang tapering ECB kencang beredar di ranah berita forex.

Namun seusai rilis berita forex ADP yang mengecewakan, Dolar AS justru cenderung tampil lebih meyakinkan. Pantauan dari live chart TradingView memperlihatkan pergerakan EUR/USD ke 1.121. Sementara itu, USD/JPY jelas mendaki sampai ke poin 103.1, diiringi dengan USD/CAD yang meniti level 1.319. Namun demikian, Poundsterling tampak berhasil memanfaatkan momentum sebelumnya dan masih menguat di kisaran 1.27.