Dolar Australia Digenjot Putusan RBA, USD Kembali Melandai

Berita Forex

Pasca pengumuman Bank Sentral Australia (RBA) Selasa ini (1/11), AUD merangsek naik mengalahkan lawannya, Dolar AS yang lagi-lagi terpantau surut. Tak main-main, lonjakan Aussie mampu mengangkat Kiwi untuk mengekor naik setelah putusan RBA resmi diumumkan di berbagai berita forex. Sebenarnya, seperti apa langkah Bank Sentral yang diambil kali ini? Bagaimana tepatnya pergerakan AUD/USD dan NZD/USD merespon event fundamental penting tersebut? Dilansir dari laporan Investing, berikut ini berita forex tentang Dolar Australia yang tergenjot putusan RBA.

dolar australia digenjot rba

Pasar Bersorak Lepas Kekhawatiran Pemotongan Suku Bunga RBA
Keputusan Bank Sentral Australia untuk mempertahankan suku bunga di 1.5% kali ini diiringi dengan pernyataan yang dinilai optimis. Kondisi ini pun akhirnya sukses memupus kecemasan akan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, sekaligus mengurangi prospek pengambilan langkah serupa di tahun depan. Dampaknya, berita forex ramai melaporkan Aussie yang melesat hampir 1%, diikuti dengan peningkatan NZD yang menanjak hampir setengah persen.

“Hanya sedikit pakar ekonomi yang memperkirakan RBA bakal memotong suku bunga… jadi melihat hal itu benar-benar tidak terjadi, tentu saja mampu menyokong gerak Dolar Australia,” ungkap Dominic Bunning, ahli strategi mata uang HSBC di London. “Namun ada sedikit keraguan tentang adanya nada dovish dalam pernyataan Bank Sentral, karena inflasi jelas-jelas masih rendah…,” tambah Bunning dalam berita forex terkait.

Terlepas dari kekhawatiran inflasi, analis melihat sentimen bullish AUD saat ini sebagai bagian dari tren pasar yang sedang mudah terpengaruh berita forex tentang perubahan kebijakan Bank Sentral ke arah pengetatan. Neil Mellor, ahli strategi Bank of New York Mellon di London turut mengamini hal tersebut.”Bank Sentral (Australia) sedang berhadapan dengan inflasi rendah, namun harga properti dan aset tengah membubung tinggi.. Karena tampaknya perekonomian sedang baik-baik saja, maka mungkin saat ini mereka bisa lebih bersantai. Dan setiap kali sebuah Bank Sentral mensinyalkan pelepasan upaya pelonggaran, akan ada respon positif dari mata uangnya,” kata Mellor.

Dolar AS Masih Dibayangi Isu Clinton
Penguatan AUD mungkin tak akan secemerlang sekarang bila Greenback tak mendapat tekanan dari kancah politik. Menjelang hari H pemilu AS, berbagai laporan dari berita forex justru mencatat Dolar AS yang terpantau kian melemah. Meski sempat bangkit di awal pekan ini, nyatanya Greenback kembali tak bertenaga menghadapi mata uang mayor lain, hingga akhirnya AUD memanfaatkan kesempatan ini untuk berbalik menyerang USD dengan amunisi baru, yakni putusan suku bunga RBA.

Penyebab meredupnya USD tak lain adalah kemungkinan beralihnya dukungan untuk wakil Partai Demokrat, Hillary Clinton, ke pesaingnya dari Partai Republik, Donald Trump. Sebagai catatan, baru akhir pekan lalu AS dan berita forex global dihebohkan dengan kemungkinan dibukanya kembali investigasi FBI terhadap penggunaan server email pribadi Clinton semasa ia masih menjabat sebagai Menlu.