Aussie Dollar Manfaatkan Pelemahan Dollar AS Dan Naiknya Harga Komoditas

Berita Forex

Aussie Dollar Manfaatkan Pelemahan Dollar AS Dan Naiknya Harga Komoditas

Greenback (USD) yang kini mengendur di awal sesi pekan ini, Senin (21/11/16) sore tadi, melawan beberapa mata uang mayor selain Poundsterling. Walaupun terpantau seperti itu, pelemahan ini tidak membawa Greenback berada di tingkat tertingginya dalam 14 tahun. Adapun factor penggerak yang kini masih belum berubah dari adanya spekulasi kenaikan suku bunga AS yang mendekati keputusannya dan juga Trumponomics. Yang dimana keduanya saat ini masih menjadi pikiran fokus utama dari para investor dan trader.

Kini pergerakan dari indeks Dollar AS, sudah berakhir di tingkat 101.41 ada di sesi perdagangan akhir pekan lalu, itu menjadi tingkat tertinggi semenjak bulan April 2013 lalu. Penguatan terjadi pada dollar AS yang di dapati terdukung dari kemungkinan kenaikan suku bunga bank sentral AS (the Fed) yang bisa di putuskan ada di bulan Desember, tanggal 13-14 mendatang.

Dengan memantau pairing di EURUSD, pergerakannya sudah naik sebesar 0,38% kini berada di angka 1.0630, berhasil rebound memanfaatkan kesempatan ini dari tingkat terendahnya dalam 11 bulan ada di 1.0568. Sedangkan dari USDJPY yang di perdagagnkan bergerak masih stagnan atau dalam range tipis 110.92 – 110.87.

Sedangkan dari pairing AUDUSD yang sudah naik sebesar 0,25% menuju berada di tingkat 0.7349, padahal sebelumnya sudah sempat turun ke tingkat terendahya dalam lima bulan ada di 0.7311 untuk di sesi akhir pekan lalu. Tidak ada rilis apapun di hari ini untuk Australia, karena ada di pasar sepi.

Akan tetapi kini ada prediksi terbaru dari perusahaan keuangan terbesar di dunia Goldman Sachs, dimana memberikan keterangan tentang masa depan dari Aussie. Setelah terjadinya penurunan dalam 12 sesi terakhir ini, Goldman Sachs sudah melakukan prediksi kepada pairing tersebut, yang bakal bisa rebound ke tingkat 0.80 jika memang dari harga komoditas bisa bertahan di dalam penguatannya seperti yang terjadi belakangan ini.

Mengenai catatannya tentang ekonomi Australia yang sudah di laporkan, dari seorang ekonom Goldman Sachs, bernama Tim Toohey secara mengejutkan sudah menaikkan penilaiannya untuk pertumbuhan GDP negara kanguru tersebut untuk 4 tahun yang akan datang nanti.

Dengan poin GDP Australia yang sudah di naikkan sebesar 0,5% lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya. Berada di samping itu, Tim Toohey yang mengatakan kalau bank sentral Australia juga mempunyai kesempatan untuk bisa menaikkan tingkat suku bunganya berada di pertengahan tahun depan, 2017.

“Pandangan terbaru dari kami untuk tahun depan, dan ke depannya lagi Australia yang bisa meyakinkan melalui transisi pentingnya. Maka dari itu, bakal muncul prospek yang lebih kuat dari pertumbuhan ekonomi riil,” tegas dari Toohey menjelaskan.

Pergerakan dari Aussie dollar yang di hari ini sudah sempat melemah, tertekan karena adanya penguatan yang masih terjadi pada Dollar AS. Dan memasuki di sesi Eropa tadi, Aussie yang kembali mendapatkan penguatan merespon pada harga komoditas. Terjadinya penguatan berada di harga komoditas membuat Aussie terperangkat. Harga minyak mentah turut mencerahkan harga komoditas akhir-akhir ini.

Sentimen ini mengangkat kembai Aussie melawan greenback, setelah batu bara dan tembaga harganya juga naik mengikuti harga minyak. Adapun harga tembaga spot sudah naik sebesar 1,86%.