Pertumbuhan GDP China Pada Kuartal Kedua Terlihat Menurun Menjadi 6,7 %

Perekonomian China diperkirakan akan meningkat sebesar 6,7 % pada kuartal kedua tahun ini, Pusat Informasi Negara (SIC) mengatakan ini dalam sebuah artikel di China Securities Journal milik negara pada hari Sabtu. Perkiraan ini sedikit lebih lambat dari yang terjadi pada kuartal sebelumnya yang mencapai 6,8 %. SIC merupakan lembaga think tank official yang berafiliasi dengan komisi reformasi dan pembangunan nasional, badan perencaan ekonomi utama di China.

Data aktifitas di bulan April yang dirilis awal pekan ini memeberikan kesan bahwa Negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua ini telah mulai kehilangan momentum, para analis memiliki prediksi panjang terhadap pemerintah yang terus melakukan tindakan kasar pada jenis-jenis pembiayaan yang beresiko. Cukup berkembang bagus, dimana penjualan retail dan investasi asset tetap tumbuh biasa-biasa saja sementara penjualan properti harus jatuh untuk pertama kalinya setelah 6 bulan, terhadang oleh spekulasi pemerintah tentang kenaikan suku bunga hipotek.

Kabar baiknya adalah rebound di output industrial, meskipun prospek ekspor tengah dihantui oleh friksi degang dengan As. Akan tetapi, meskipun dengan pertumbuhan ekonomi luar biasa  pada kuartal pertama, menurut survey dari Router, ekonomi China diperkirakan masih akan mengalami perlambatan bertahap menjadi 6,5 % tahun ini, yang juga merupakan target pemerintah. Hal ini dengan asumsi tidak terjadi guncangan dagang.

Official  think tank memperkirakan bahwa ekspor denominasi dollar akan tumbuh sekitar 8% pada kuartal kedua dibanding  tahun sebelumnya dan impor akan naik sekitar 10 %. Diperkirakan pula inflasi konsumen menjadi 2% dan inflasi harga produsen akan meningkat sekitar 3,8 % pada kuartal kedua ini.

Mereka menyarankan pemerintah “ menjaga fleksibilitas kebijakan ekonomi makro dan terus aktif menangani friksi dagang antara As dan China, untuk memastikan perkembangan ekonomi Negara yang kokoh dan sehat.” Pada artikel yang sama, SIC menyatakan bahwa output industrial China akan tumbuh sekitar 6,6 % pada April – Juni dengan pertumbuhan investasi asset tetap sekitar 7,2 %  dan penjualan retail naik sekitar 10%.

Baca juga : Analisa Forex Mingguan 14-18 Mei 2018

Biro ekonomi China mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kokoh pada bulan April ini menjadi dasar yang baik untuk mencapai target pertumbuhan setahun penuh.

Recent Post

Analisa Forex Mingguan 4-8 Juni 2018

Analisa forex mingguan 4-8 Juni kali ini dihadapkan pada melonggarnya ketegangan politik di Italia...

Cari Tahu Seputar Tingkatan Level Trader Forex

Sebenarnya, tingkatan level trader forex itu bukan sekedar pemula dan berpengalaman saja. Mulai...

Analisa Forex Mingguan 28 Mei-1 Juni 2018

Sesuai analisa forex minggu lalu, Dolar AS masih bullish meskipun sempat mengalami koreksi....

Teknik Trading Dengan Pola Harmonik

Dari pembahasan sebelumnya, kita telah mengetahui bahwa pola Harmonik adalah tata cara membaca...

Analisa Forex Mingguan 21-25 Mei 2018

Analisa Forex Mingguan 21-25 Mei 2018 - Perdagangan forex periode 21-25 Mei 2018 diawali dengan...

Popular Post this month

Cara Bermain Forex Untuk Pemula Tanpa Modal

Dari waktu ke waktu, bermain Forex makin sering disebut-sebut sebagai cara mudah dan cepat untuk...

Langkah Mudah Cara Main Olymp Trade

Trading Binary Option memang saat ini sangat digemari oleh banyak orang yang ingin mendapatkan...

5 Web Forex Indonesia Gratis Tanpa Deposit

Bagi para trader newbie atau pemula, website forex yang memberikan penawaran bonus gratis tanpa...

Menelusuri Broker Yang Terdaftar Di BAPPEBTI 2017

Saat memilih broker forex, biasanya Anda akan berfokus pada berbagai kondisi trading seperti...

Pengertian Apa Itu Forex Trading

Apa Itu Forex? Forex, atau Foreign Exchange, adalah pasar tak terpusat dimana mata uang dunia...