Korelasi Indeks Saham Dan Forex

Pada awal bulan Februari 2018, pasar modal global mendadak tumbang. Sejumlah Indeks Saham anjlok dengan mencatat persentase penurunan terbesar secara historis, termasuk Dow Jones Index yang paling terkemuka di Dunia. Hingga tiga pekan setelahnya, pergerakan pasar belum juga normal kembali. Jatuh-bangunnya pasar modal global ini membuat trader forex ikut waspada, karena ada asumsi bahwa jika pasar modal suatu negara jatuh, maka nilai mata uangnya ikut terdepresiasi. Namun nyatanya, sejumlah mata uang justru menunjukkan dinamika sebaliknya. Ketika Nikkei 225 jatuh, Yen menguat. Ketika Dow Jones jeblok, Dolar AS terapresiasi. Sebenarnya, bagaimana hubungan antara Indeks Saham dan Forex?

Korelasi Indeks Saham Dan Forex

Sebelum menelaah lebih lanjut, kita perlu mengetahui terlebih dahulu Indeks Saham dan berasal dari negara mana. Sebagai traderr forex, kita perlu mengetahui sedikitnya lima:

  1.  Dari AS: Dow Jones Index, S&P500, dan NASDAQ.
  2. Dari Jepang: Nikkei 225.
  3. Dari Inggris: FTSE 100.
  4. Dari Zona Euro: DAX (Jerman), CAC 40 (Prancis), dan Eurostoxx.
  5. Dari Australia: ASX 200.

Berdasarkan teori dasar, masing-masing indeks saham berkorelasi dengan mata uang dari negara yang sama. Asumsinya, ketika pasar saham suatu negara meningkat, maka keyakinan pasar pada negara itu juga meninggi, sehingga mendorong dana masuk dari investor asing. Hal ini menciptakan peningkatan permintaan bagi mata uang negara tersebut, sehingga nilainya juga terapresiasi terhadap mata uang-mata uang lainnya.

Di sisi lain, ketika pasar saham suatu negara memburuk (ditunjukkan dengan penurunan Indeks Saham), maka keyakinan investor menyusut, sehingga terjadi pelarian dana ke luar negeri. Akibatnya, lebih banyak penjualan mata uang dibanding permintaan, sehingga nilai tukar mata uangnya ikut jatuh. Dengan kata lain, jika Nikkei 225 turun, semestina Yen melandai pula. Jika ASX 200 merosot, Dolar Australia ikut anjlok. Dan seterusnya.

Korelasi Indeks Saham Dan Forex 1

Namun, realitanya bukan demikian. Hubungan antara Indeks Saham dan Forex tidaklah pasti. Jika kita membandingkan pergerakan Indeks Saham AS S&P 500 dengan Dolar AS, misalnya, ada periode ketika keduanya bergerak sejalan, tetapi ada masanya pula bergerak ke arah berlawanan.

Lebih mencolok lagi Yen dan Nikkei 225. Karena Yen Jepang dianggap sebagai salah satu mata uang Safe Haven (pelindung di masa gejolak finansial) bersama Swiss Franc dan Dolar AS, maka nilainya seringkali justru meningkat ketika Nikkei 225 jatuh. Ini artinya, dana masuk ke Jepang, tetapi hanya disimpan di bank saja, tidak masuk ke pasar modalnya ataupun aset berdenominasi Yen lain. Sementara itu, ada juga masa-masa ketika Indeks Saham bergerak kompak seiring-seirama dengan nilai tukar Yen, yaitu saat keyakinan investor pada masa depan ekonomi Jepang membaik tanpa ada sentimen risiko sampingan.

Dari sini, dapat disimpulkan bahwa Indeks Saham dan Forex merupakan dua aspek independen yang tidak dapat diusut mana mempengaruhi mana maupun apakah korelasinya positif atau negatif. Meskipun para analis bisa menghubungkan keduanya, tetapi itu sebenarnya tergantung pada bagaimana kondisi fundamental pada suatu waktu. Kita tidak bisa secara mudah mengatakan Indeks Saham bergerak searah atau berlawanan dengan Forex, tanpa memiliki pemahaman fundamental ekonomi yang baik.

Terlepas dari itu, baik Indeks Saham maupun Forex memiliki potensi keuntungan yang besar saat ditradingkan. Oleh karenanya, Broker Forex menyediakan juga fasilitas trading Indeks Saham, termasuk indeks-indeks unggulan di atas. Sebagai trader, kita bisa memanfaatkan fasilitas yang diberikan Broker Forex untuk trading Indeks Saham juga, atau hanya sekedar memantau pergerakan Indeks guna mengantisipasi apabila ada pengaruhnya pada pergerakan Forex.
Baca Juga: Forex Versus Saham.

Recent Post

Quotes by TradingView