Dolar Kembali Diguncang Isu Penyelidikan Terhadap Donald Trump

Berita Forex

Greenback kembali dihajar oleh gejolak politik AS. Setelah sempat ditekan oleh kegagalan RUU layanan kesehatan, kini USD lagi-lagi terkapar setelah isu terkait perkembangan investigasi terhadap Donald Trump, Jared Kushner, dkk. kencang berhembus. Diliput dari berita forex Investing, kabar ini pertama kali muncul dari laporan beberapa media AS yang menyeruak ke permukaan pada Jum’at malam (21/7), tak lama setelah indeks USD mencatatkan pergerakan flat di kisaran rendah 94.

dolar makin tenggelam akibat isu penyelidikan terhadap trump

Robert Mueller Segera Bertindak
Prahara yang mengguncang Washington kali ini berawal dari adanya pemberitaan yang mengungkap jika Robert Mueller akan mengembangkan penyelidikan terhadap bisnis Donald Trump dan para koleganya. Tak cuma itu, jaksa khusus yang belakangan ini ramai menghiasi berita forex untuk Dolar AS tersebut juga menginvestigasi dugaan campur tangan Rusia dalam Pilpres AS akhir tahun 2016 lalu.

Ketidakpastian politik di atas tak pelak menambah daftar panjang hal-hal yang membebani pergerakan Greenback dalam sepekan terakhir. Sebagaimana diungkapkan dalam berita forex akhir-akhir ini, Dolar AS juga harus menanggung keraguan pasar akan prospek kenaikan suku bunga. Sentimen tersebut rupanya dipicu oleh berbagai berita forex yang mengabarkan capaian kurang menggembirakan dari data-data ekonomi AS.

Dolar AS Makin Jeblok, Euro Masih Bersorak
Tak perlu menunggu lama, kabar penyelidikan Robert Mueller langsung berimbas pada kestabilan Greenback. Indeks USD yang tadinya masih bertahan di atas level 94, kini jeblok ke 93.79. Penurunan sebesar 0.30% tersebut diiringi dengan bullish Euro yang masih meningkat hingga 0.29% ke level 1.1666. Dalam berita forex terpisah, Euro memang digenjot oleh kepercayaan pasar yang mulai mendapat asa dari sinyal tapering Draghi.

Sementara itu, Sterling yang sebelum ini selalu kesulitan memanfaatkan momentum pelemahan Dolar, akhirnya berhasil unggul. GBP/USD tercatat naik tipis 0.06% ke kisaran 1.2982. Padahal, penyempitan defisit dari data public net borrowing sangat jauh dari ekspektasi. Dalam berita forex terkait, Badan Statistik Nasional Inggris mengkonfirmasi defisit laporan tersebut hanya finish di angka 6.28 miliar. Hasil itu jelas lebih besar dari konsensus analis yang meyakini pengurangan defisit bisa mencapai angka 4.30 miliar.

Selain terhadap Euro dan Cable, Greenback juga tak berhasil mengungguli Yen Jepang dan Dolar Kanada. Ketika berita forex ini ditulis, USD/JPY terhempas jatuh 0.76% ke 111.06, sementara USD/CAD terseok ke level 1.2544 dan mencatatkan penurunan sebesar 0.33%.