Apa Itu Sistem Trading?

Belajar Forex

apa-itu-sistem-trading

Salah satu tanda apakah seseorang sudah sukses belajar trading forex atau belum adalah dari apakah dia sudah bisa mengembangkan sistem trading yang handal atau belum. Ini karena profit dalam trading forex tidak bisa didapat dari asal tebak, petunjuk primbon, atau tuntunan perasaan saja. Sistem trading mutlak diperlukan agar dana yang ditanamkan bisa berkembang, bukannya menghilang. Namun, apa itu sistem trading? Jika Anda masih bingung mengenai forex trading, silakan baca juga artikel berikut Pengertian Apa Itu Forex Trading

Sistem trading merupakan aturan-aturan yang ditentukan di awal oleh trader dan dijalankan terus menerus atau berulang-ulang. Setiap orang bisa mengikuti dan mengembangkan sistem trading yang berbeda-beda. Akan tetapi, sistem trading forex sedikitnya meliputi:

1. Currency, Indeks, atau Commodity apa yang akan ditradingkan.
Ada banyak sekali aset finansial yang bisa ditradingkan untuk mendapat profit. Langkah pertama dalam membuat sistem trading adalah memutuskan mana yang akan ditradingkan. Jika memutuskan Currency, misalnya, maka pasangan mata uang apa? Jika Commodity, apakah emas, oil, atau perak? Jika Indeks, apakah Hang Seng, Kospi, atau yang lain?

2. Kapan akan bertrading.
Pasar forex dibuka selama 24 jam setiap Senin-Jumat. Ini artinya, Anda bisa memilih akan bertrading di siang hari, sore, atau malam. Sesi pasar paling ramai adalah pasar Eropa dan Amerika, antara pukul dua siang sampai dini hari, jadi banyak trader Indonesia memilih beraksi malam hari, sementara siang-nya menggarap pekerjaan lain. Namun, tentu saja Anda juga bisa memilih untuk bertrading di pagi hari.

3. Ukuran (lot) per transaksi.
Penentuan ukuran (lot) per transaksi ini penting untuk ditentukan selaras dengan besar modal dan leverage yang dipakai guna menjaga agar dana modal tidak lekas tersapu bersih. Umpamakan Anda menanamkan modal sebesar $500 dengan leverage 1:100, maka Anda hanya akan punya “kekuatan” untuk bertrading aktual setara $50,000 saja. Anda takkan bisa bertrading forex dengan lot standar ataupun lot mini.

Dalam hal ini, aturan tentang lot dalam sistem trading forex tiap orang berbeda-beda. Ada sistem trading yang menentukan 5% dari modal, 3%, 2%, dan lain-lain. Semakin besar ukuran lot yang Anda gunakan per transaksi, makin cepat kemungkinannya profit terkumpul, tetapi juga makin tinggi lah kemungkinan rugi-nya. Jadi, pastikan persentasenya berada di jangkauan yang bisa dikendalikan.

4. Aturan penentuan kapan masuk pasar/buka posisi (Entry Point)
Setelah menentukan lot yang akan dipakai, langkah berikutnya adalah membuat aturan kapan buka posisi trading. Ini tidak boleh sembarangan, karena dalam forex ada yang namanya analisa dan indikator, baik teknikal maupun fundamental.

Tergantung pada strategi trading apa dan indikator trading apa yang dipakai, setiap orang bisa mengembangkan taktik Entry Point-nya sendiri. Seseorang yang menggunakan strategi scalping dengan seperangkat indikator Moving Average, misalnya, bisa membuat aturan untuk bertrading hanya jika ada sinyal-sinyal indikator pada timeframe 5 menit atau 10 menit

5. Aturan penentuan kapan bakal close/menutup posisi (Exit Strategy)
Kalau sudah ada tata tertib masuk, tentu harus pula ada tata tertib keluar. Tata tertib keluar ini biasanya disebut Exit Strategy dan meliputi langkah-langkah yang menentukan kapan suatu posisi trading akan di-close, baik itu dalam kondisi profit, loss, ataupun impas (BEP).

Sebagaimana Entry Point, Exit Strategy juga tergantung pada strategi dan indikatoe yang digunakan masing-masing trader. Akan tetapi, umumnya meliputi skenario untuk: Stop Loss (SL), Target Profit (TP), dan ditutup sebelum sampai SL maupun TP karena diperkirakan harga akan berbalik arah. Ketiga skenario itu sama-sama mungkin terjadi pada suatu posisi trading, walau tentu potensi profit lebih besar kalau strategi yang dipakai lebih akurat dan handal.

6. Aspek sistem trading lainnya.
Selain kelima poin di atas, ada lagi hal-hal lain yang bisa Anda kembangkan sendiri setelah belajar forex dan berlatih trading. Diantaranya adalah soal Rasio Risk/Reward, Manajemen Risiko (apa yang akan dilakukan jika posisi trading tidak menguntungkan), atau aturan-aturan lain yang .

Rasio Risk/Reward merupakan rasio perbandingan antara target profit yang diharapkan dengan kemungkinan kerugian. Kadangkala juga diterjemahkan sebagai berapa poin SL dan berapa poin TP. Tentunya tidak lucu jika Target Profit hanya 10 poin, tetapi SL 50 poin, Nah, Rasio Risk/Reward digunakan untuk menimbang aspek ini.

Sementara Manajemen Risiko mencakup aturan-aturan yang harus diikuti bila posisi trading loss. Ini erat kaitannya dengan poin kelima. Apakah posisi trading itu akan langsung di-cut loss, atau akan beralih (switching) dari buy ke sell (atau dari sell jadi buy), dan seterusnya. Semua sistem trading ini bisa Anda kembangkan sendiri dari membaca artikel-artikel tentang belajar forex di internet, buku, ataupun berbagi dengan kawan sesama trader.