Apa Itu Scalping?

Belajar Forex

apa-itu-scalping

Bagi Anda yang baru belajar forex, kata scalping boleh jadi terdengar asing. Jika Anda ingin tahu lebih jelas mengenai forex, silakan baca juga artikel berikut pengertian apa itu forex tradingNamun, bagi mereka yang sudah lama berkecimpung di dunia trading, scalping termasuk salah satu cara trading paling populer. Bahkan ada trader-trader mendedikasikan diri semata untuk belajar forex khusus dengan cara scalping. Apa itu scalping?

Scalping adalah strategi trading forex di mana trader berupaya mendapatkan profit dari perubahan harga-perubahan harga kecil yang terjadi sepanjang hari. Sebagaimana diketahui, harga pada forex bisa naik-turun berkali-kali dalam sehari. Nah, pengguna strategi scalping berusaha mendapatkan profit dari momentum-momentum mini tersebut, berbeda dengan trader strategi lain yang menyasar pergerakan harga lebih besar. Karenanya, seorang trader pengguna scalping (disebut juga “scalper”) bisa membuka puluhan hingga ratusan posisi trading setiap harinya. Dalam pandangan mereka, profit sedikit demi sedikit bisa menjadi bukit asalkan kerugian besar tidak terjadi.

Menjalankan strategi Scalping membutuhkan kelincahan, akurasi harga, dan eksekusi yang presisi, karena scalper biasanya membuka posisi dengan lot cukup besar, tetapi menargetkan profit untuk didapat dalam jangka waktu sesingkat-singkatnya.

Berikut ilustrasi strategi scalping yang dilakukan oleh seorang trader:

contoh-scalping

Dalam gambar tersebut, nampak beberapa posisi trading yang kemungkinan dibuka oleh pengguna strategi scalping pada pair AUD/USD di timeframe M15. Pertama-tama, ia buy di harga 0.76615 dengan target profit 0.76695 (+8.0 pips). Buy tadi sukses mencapai target. Beberapa jam kemudian ia buka lagi sell pada 0.76815 dengan target profit 0.76695 (+8.0 pips) yang belakangan tercapai. Ketiga, trader buy lagi pada harga 0.76615 dengan target 0.76695 (+8.0 pips), dan lagi-lagi sukses. Tak sampai satu jam kemudian, AUD/USD naik lagi ke 0.76815 di mana sang trader kembali Sell dengan target harga turun sampai 0.76695. Sayangnya, kali ini bukannya menurun, AUD/USD malah naik hingga mencapai stop loss yang telah ditentukan sebelumnya pada 0.76895 (-8.0 pips). Semua itu adalah scalping yang dilakukan dalam tanggal yang sama (7 September 2016) antara pukul 00:00 hingga 12:000.

Dengan loss satu kali dan profit tiga kali, sang pemakai strategi scalping berhasil mengumpulkan profit 16 pips.

Ilustrasi itu menggambarkan scalping secara sederhana saja sebagai gambaran bagi Anda yang baru mulai belajar forex. Posisi trading biasanya hanya ditahan beberapa menit saja atau kurang dari satu jam, pada pair-pair Currency yang pergerakannya lebih tajam, seperti EUR/USD. Meskipun, ada juga yang scalping dengan cara seperti di ilustrasi tadi. Pelaksanaannya pun tidak mudah, karena scalping juga membutuhkan penggunaan indikator atau tools analisa forex yang sesuai.

Setiap trader bisa mengembangkan strategi scalping mereka sendiri, tetapi tanpa menafikan karakter-karakter khas dalam pengertian scalping di atas. Sayangnya, tidak semua broker forex mengizinkan scalping. Jadi, jika Anda berminat berlatih scalping saat belajar forex, ada baiknya menanyakan kepada broker yang digunakan tentang apakah mereka membolehkan strategi scalping atau tidak.