Apa Itu Pasar Komoditi?

Pasar Komoditi adalah tempat jual beli barang dari sektor ekonomi primer, baik dalam bentuk fisik maupun melalui kontrak derivatif. Secara umum, ada dua jenis komoditi yang diperdagangkan, yaitu Soft Commodities dan Hard Commodities. Soft Commodities mencakup produk agri seperti gandum, kopi, kakao, gula, dan lain sebagainya; sedangkan Hard Commodities meliputi barang hasil tambang seperti emas dan minyak. Yang perlu diperhatikan, pasar komoditi tidak memperdagangkan produk hasil olahan, melainkan semata barang dari sektor ekonomi primer yang dapat disimpan dalam waktu cukup lama saja.

Perdagangan di Pasar Komoditi sebenarnya sudah terjadi sejak berabad-abad lampau. Contohnya, petani mempertukarkan hasil pertaniannya dengan barang lain (barter) ataupun dengan uang untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Namun, dalam perkembangannya di dunia finansial modern, perdagangan di Pasar Komoditi tak lagi hanya berupa transaksi fisik seperti itu, melainkan dapat pula dilakukan melalui kontrak berjangka (Futures) dan kontrak derivatif lainnya.

Sejarah Pasar Komoditi Berjangka

apa itu pasar komoditi

Pasar Komoditi Berjangka dilandaskan pada praktek pemesanan komoditi untuk dikirim di kemudian hari. Praktek pemesanan barang seperti ini telah dilakukan sejak 4500-4000 sebelum Masehi oleh bangsa Sumeria, dengan bukti sejarah berupa catatan pada tablet tanah liat berisikan nama komoditi, jumlah, dan tanggal pengiriman. Sebagai alat pembayaran, digunakan kerang atau bentuk-bentuk mata uang kuno lainnya. Sejak saat itu, peradaban manusia telah menyaksikan sejumlah transformasi dalam perdagangan di Pasar Komoditi.

Inovasi dalam perdagangan Pasar Komoditi menjadikan produsen tak lagi harus melanglang buana untuk mendapatkan pembeli. Di sisi lain, pembentukan harga menjadi makin transparan, sehingga pembeli maupun penjual dapat mengetahui dan memperoleh harga pasar secara terbuka, sekaligus berupaya meningkatkan keuntungan dan meminimalkan kerugian. Perkembangan ini ditandai dengan dibukanya Amsterdam Stock Exchange pada 1530, dimana kontrak berjangka rumit seperti Forward dan Options mulai dipergunakan.

Pada tahun 1864, Pasar Komoditi Berjangka tertua di dunia, yaitu Chicago Board of Trade (CBOT), berdiri sebagai wahana perdagangan gandum, jagung, ternak, dan babi. Dari segelintir komoditi tersebut, minat pembeli dan penjual sangat tinggi hingga ruang lingkupnya berkembang dengan penambahan sejumlah komoditi lainnya, termasuk beras, kentang, emas, dan lain sebagainya. Selain berfungsi sebagai tempat jual beli komoditi, Pasar Komoditi seperti CBOT juga berperan menetapkan konsensus standar kualitas komoditi yang dapat diperdagangkan. Pada komoditi Emas, misalnya, terdapat patokan tertentu mengenai berapa kadar kemurniannya (karat), berapa berat per lembar kontraknya, serta kriteria-kriteria serupa.

Awalnya, transaksi di Komoditi berlangsung melalui tatap muka di bursa, dengan tawar menawar berupa interaksi langsung antara broker dan dealer. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi komputer dan internet, prosesnya bertransformasi menjadi perdagangan elektronik. Perubahan ini ditandai oleh diadopsinya protokol Financial Information Exchange (FIX) oleh New York Stock Exchange (NYSE) pada 1992, disusul oleh CBOT dan Chicago Mercantile Exchange (CME) pada tahun 2001. Per tahun 2018, transaksi Pasar Komoditi telah sepenuhnya dijalankan menggunakan perangkat elektronik, dan perdagangan online sudah lazim dilakukan.

Pasar Komoditi Di Indonesia

Perkembangan Pasar Komoditi di Indonesia tak jauh berbeda dengan perkembangannya di dunia internasional. Transaksi komoditi telah berlangsung sejak jaman kuno, baik secara domestik maupun dengan pedagang internasional dari China dan India. Namun, bentuk Pasar Komoditi modern baru diwujudkan dengan pendirian Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) pada tahun 1999. Saat ini, BBJ dikenal pula dengan nama Jakarta Futures Exchange (JFX).

Baca juga : Pentingnya Memperbaiki Psikologi Sebelum Trading Forex

JFX memfasilitasi perdagangan kontrak berjangka untuk beberapa komoditi tertentu, seperti Emas dalam beberapa spesifikasi berbeda, Kopi Robusta, Kopi Arabica, Olein, dan Kakao. Sedangkan untuk mendukung transaksi komoditi secara online dan real-time, JFX telah merilis sistem perdagangan elektronik bernama JAFeTS. Untuk meramaikan Pasar Komoditi ini, pemerintah juga telah memberikan ijin bagi sekitar 60 pialang untuk menjadi perantara perdagangan (broker).

Pialang Berjangka umumnya juga menjadi perantara dan fasilitator untuk perdagangan mata uang (forex), dengan pemantauan dan perijinan di bawah BAPPEBTI. Masyarakat bisa ikut mendapatkan akses ke perdagangan berjangka komoditi maupun forex dengan mendaftar pada broker-broker forex ini. Edukasi mengenai perdagangan berjangka juga sering diadakan oleh broker secara mandiri maupun dalam kerjasama dengan otoritas pemerintah.

Recent Post