Apa Itu Margin Call

Belajar Forex

apa-itu-margin-call

Salah satu yang menjadi momok bagai trader berpengalaman maupun yang baru belajar forex adalah Margin Call. Margin Call merupakan saat ketika broker memutuskan untuk menutup posisi trading kita yang masih terbuka dalam kondisi loss (rugi) karena terjadinya situasi di mana dana yang kita miliki di rekening broker tersebut merosot hingga berada di bawah tingkat margin yang telah ditentukan oleh sang broker. Uraian berikut akan membantu Anda memahami Margin Call lebih dalam.

Apabila diantara materi-materi belajar forex Anda pernah mempelajari topik leverage, maka tentunya akan mengetahui bahwa “margin” adalah jumlah uang yang perlu ada dalam rekening kita di broker sebagai jaminan agar kita bisa bertrading dengan dana yang ter-leverage. Dalam contoh leverage 1:100, kita butuh “margin” 1 dolar agar bisa bertrading senilai 100 dolar. Margin biasanya ditulis dalam bentuk persentase, misalnya 0.5%, 1%, 2%, dan seterusnya. Jika porsi beberapa persen tersebut kita tarik atau habis karena suatu alasan, maka kita tidak bisa bertrading lagi.

Mengenai margin ini, ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam belajar forex sebelum Margin Call, yakni:
1. Margin Requirement/Margin Required: seperti halnya paparan istilah “margin” diatas, Margin Requirement artinya besaran dana yang perlu kita berikan pada broker agar bisa bertrading.
2. Account Margin: total margin yang kita miliki dalam rekening kita di broker. Isi Account Margin minimal sama dengan Margin Requirement.
3. Used margin: sejumlah tertentu dari dana dalam rekening trading kita yang dikunci atau ditahan oleh broker guna menjaga keberlangsungan posisi trading yang telah dibuka. Used Margin bisa naik-turun sesuai dengan apakah posisi trading kita saat ini sedang profit atau loss. Kita tak bisa merubah sendiri Used Margin.
4. Usable/Free Margin: bagian dari uang dalam rekening kita yang ‘bebas’ untuk dipakai jual/beli, alias buka posisi trading baru.

Baru setelah keempat konsep Margin itu, maka Margin Call bisa lebih jelas posisi-nya di urutan terakhir. Contoh Margin Call adalah sebagai berikut:
Andaikan Anda membuka rekening dengan modal $1000, lalu buy EUR/USD pada harga 1.4000 sebanyak 50 lot mini dengan leverage 1:200. Margin yang dibutuhkan untuk posisi trading tersebut = (1000 x 1/200 x 1.4000 x 50) = $3.50. Dalam situasi ini, Free Margin Anda adalah $1000-$3.50 = $996.5.

Free/Usable Margin yang sebesar $996.5 itu merepresentasikan ruang bagi harga EUR/USD untuk bergerak minus, berlawanan dengan arah yang Anda harapkan. Kelihatannya mungkin besar, tetapi realitanya $996.5 pada posisi sebesar 50 lot, tiap lot-nya hanya punya ruang bergerak sebesar $19.93 saja. Akibatnya, kalau harga turun 19.93 poin dari 1.4000 ke sekitar 1.3980, maka akun Anda akan langsung terkena Margin Call karena Free Margin sudah mencapai nol. Saat itu juga, total loss yang harus ditanggung adalah sebesar $996.5 atau malah lebih dari itu jika mempertimbangkan biaya-biaya seperti Spread dan Commission Fee. Besar sekali kan!? Padahal untuk bergerak sebanyak 19.93 poin, pair EUR/USD bisa jadi hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam.

Inilah mengapa konsep margin, khususnya Margin Call, perlu diperhatikan dengan baik oleh siapa saja yang belajar forex. Jangan sampai modal Anda hangus hanya karena ketika belajar forex luput memahami konsep ini.Dan sebagai referensi jika Anda ingin lebih detail mengenai forex trading, silakan baca juga artikel berikut Pengertian Apa Itu Forex Trading .