Perkiraan AUD/USD di 2019: Beban Akibat Perang Dagang AS-Tiongkok

Perkiraan AUD/USD di 2019: Beban Akibat Perang Dagang AS-Tiongkok
Perkiraan AUD/USD di 2019: Beban Akibat Perang Dagang AS-Tiongkok

Aussie adalah korban dari perang dagang antara AS dan Tiongkok, yang pada akhir 2018 berada 1.000 pip di bawah level tertinggi tahunannya jika dibandingkan dengan greenback. Menjadi salah satu negara dengan kekayaan per kapita terkaya, perekonomian Australia pun mengalami pasang surut, dengan sebagian besar adalah penurunan, sejak adanya keputusan pemerintah AS untuk menerapkan proteksionisme. Pasar perumahan domestik yang kian memburuk akibat dari pengetatan kondisi jaminan dan melemahnya permintaan, merupakan faktor lain dibalik keruntuhan AUD.

Meskipun Reserve Bank of Australia telah mempertahankan suku bunga sebesar 1,5% sejak Agustus 2016, hipotek menjadi lebih mahal, sementara harga rumah kian melonjak. Memang harga rumah baru-baru ini telah mereda, tetapi dengan terhambatnya upah, kemajuan di sektor ini terlalu lambat, cukup untuk memicu kekhawatiran di kalangan pembuat kebijakan.

Baca juga: Analisa Teknis AUD/USD – Jarak Lebih Rendah karena Permintaan yang Lebih Rendah

Dalam kebijakan moneter terbaru untuk tahun ini, RBA membiarkan suku bunga tetap dan tidak berubah, sementara Gubernur Lowe mengatakan bahwa “ekonomi telah berkinerja dengan baik” dan menambahkan bahwa konsumsi rumah tangga tetap menjadi “sumber ketidakpastian yang berkelanjutan”, di tengah berbagai ketidakseimbangan antara pendapatan yang lemah dan tingkat hutang yang semakin tinggi.

Sementara dia menyetujui bahwa langkah selanjutnya dalam suku bunga kemungkinan akan ke atas, RBA tidak melihat alasan untuk penyesuaian jangka pendek terhadap kebijakan moneter, dengan penetapan suku bunga spekulatif dalam kenaikan suku bunga mendatang pada tahun 2020.

Secercah cahaya harapan datang dari sektor ketenagakerjaan, yang mempertahankan laju pertumbuhan yang solid di bulan November lalu, dengan pertambahan 37 ribu pekerjaan baru, sehingga tingkat partisipasi meningkat menjadi 65,7%. Namun, kontribusi terbesar datang dari posisi pekerjaan paruh waktu.

Perang dagang terus membebani AUD hingga mencapai level terendah pada kuartal pertama 2019

Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Australia dengan nilai ekspor lebih dari 30% dan nilai ekspor Australia merupakan nilai ekspor terbesar kedua di dunia, sehingga Australia berkorelasi langsung dengan pertumbuhan Tiongkok. Ketegangan perdagangan telah memicu perlambatan ekonomi raksasa Asia tersebut, yang pada kuartal ketiga 2018 hanya tumbuh sebesar 6,5%, yang merupakan pertumbuhan PDB triwulanan year-to-year yang paling lemah sejak kuartal pertama 2009. Selama tiga bulan hingga bulan September lalu, perekonomian Australia tumbuh sebesar 0,6%, dengan laju ekspansi terlemah dalam dua tahun ini.

AS telah berusaha mengurangi defisit perdagangannya dengan Tiongkok, yang sejauh ini belum berhasil, karena defisit perdagangan negara tersebut dengan Tiongkok selama 10 bulan pertama di tahun 2018 menyamai total defisit pada tahun 2017, terlepas dari tarif perdagangan. Kedua negara telah menyepakati gencatan senjata selama 90 hari yang akan berakhir pada bulan Februari mendatang. Optimisme awal tentang mulainya kembali pembicaraan sudah mulai memudar, meskipun terdapat beberapa tanda positif yang datang dari kedua belah pihak.

Minat spekulatif pada titik ini percaya bahwa eskalasi lebih lanjut dari perang perdagangan akan datang sesudahnya yang akan memicu penurunan ekonomi global.  Dikatakan, ada sedikit ruang untuk pemulihan AUD di kuartal berikutnya. Kemungkinan besar, mata uang ini akan terus menderita dari ketakutannya terhadap apa yang akan datang dan angka pertumbuhannya. Namun, Australia memiliki peluang untuk muncul sebagai pemenang bahkan dalam kasus konflik yang semakin dalam antara AS dan Tiongkok. Beijing dapat mengalihkan perhatiannya ke tetangga untuk menggantikan produk pertanian yang berasal dari AS jika hal ini tetap bertahan dengan kebijakan tarifnya.

Gambaran Teknis AUD/USD

Greenback adalah pemenang keseluruhan untuk tahun ini, dengan pasangan AUD/USD mencapai 0,8135 pada bulan Januari, yang saat itu diperdagangkan sekitar 100 pips di atas level terendah tahunan 0,7020 yang dicapai pada bulan Oktober. Lonjakan dari pemberhentian terakhir dari retracement 38,2% dari penurunan tahunan di sekitar 0,7440 yang merupakan level yang terbukti kuat selama beberapa kali antara bulan Juni dan Agustus karena tidak dapat kembali pulih di atasnya sejak penembusan. Grafik jangka panjang menunjukkan bahwa risiko lebih condong ke arah downside seperti yang terlihat pada grafik mingguan dan bulanan, pasangan ini berkembang di bawah semua MA.

Baca juga: AUD/USD Lebih Tinggi dari Yang Di Harapkan

Bearish menguat pada grafik bulanan, dengan penembusan di bawah level rendah tahunan mengkonfirmasi lebih banyak slide yang datang, pertama menuju 0,7032, level terendah Desember 2016, kemudian menuju 0,6826, level rendah tahunan 2016. Pada titik ini, dolar tampaknya tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mencatat pencapaian yang terakhir ini. Retracement 61,8% dari kemerosotan tahunan berdiri di 0,7710, merupakan level yang bisa dicapai oleh pasangan ini pada pemulihan di atas level 0,7440, yang tidak akan tercapai apabila perang dagang terus berlanjut.

Sumber: fxstreet.com

Recent Post

Penggerak Pasar Untuk 22 Januari

Penggerak Pasar Untuk 22 Januari Penggerak Pasar Untuk 22 Januari. Pada hari Selasa, 22 Januari...

GBP/JPY Tetap Bertahan Dan Stabil

GBP/JPY Tetap Bertahan Dan Stabil. Sebelum dirilisnya data ketenagakerjaan dan upah di Inggris,...

Secara Umum Nilai Yen Lebih Tinggi Karena Ketakutan Pertumbuhan

Nilai Yen Lebih Tinggi Dengan Risk Aversion Secara Umum Nilai Yen Lebih Tinggi Karena Ketakutan...

Apa Itu Metatrader 4 (MT4)?

Metatrader 4 yang juga sering disebut sebagai MT4 merupakan platform trading online untuk forex,...

Mengapa Rand Afrika Selatan dan Peso Kolombia Tampak Paling Berisiko di 2019

Mengapa Rand Afrika Selatan dan Peso Kolombia Tampak Paling Berisiko di 2019 Tahun lalu...

Broker News

Apa pasangan mata uang yang paling sulit untuk diperdagangkan?

Jika Anda melihat panduan perdagangan Forex mana pun, Anda akan direkomendasikan untuk berdagang...

Metode Scalping Forex Terbaik

Jika Anda ingin mulai melakukan scalping di Forex, Anda perlu berpikir ulang tentang keseluruhan...

Apa yang Dimaksud Dengan Scalping Dalam Perdagangan Forex?

Ketika orang berbicara tentang trading Forex secara online dalam jangka pendek, mereka hampir...

Bagaimana Cara Trader Mengelola Risiko Perdagangan Mereka?

Manajemen risiko Forex adalah titik esensial tempat bergantungnya profitabilitas transaksi....

Apa Strategi Terbaik untuk Trading Jangka Pendek?

Trading short-term atau jangka pendek dapat menjadi sangat menguntungkan, namun juga berisiko...

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda

Popular Post this month

Cara Bermain Forex Untuk Pemula Tanpa Modal

Dari waktu ke waktu, cara bermain forex untuk pemula tanpa modal makin sering disebut-sebut sebagai...

Langkah Mudah Cara Main Olymp Trade

Trading Binary Option memang saat ini sangat digemari oleh banyak orang yang ingin mendapatkan...

5 Web Forex Indonesia Gratis Tanpa Deposit

Bagi para trader newbie atau pemula, website forex yang memberikan penawaran bonus gratis tanpa...

Pengertian Apa Itu Forex Trading

Apa Itu Forex? Forex, atau Foreign Exchange, adalah pasar tak terpusat dimana mata uang dunia...

Menelusuri Broker Yang Terdaftar Di BAPPEBTI 2017

Saat memilih broker forex, biasanya Anda akan berfokus pada berbagai kondisi trading seperti...