Perbedaan Antara Analisis Trend Dan Analisis Oscillator

Analisa Forex

perbedaan-analisis-trend-dan-analisis-oscillator

Dalam analisis forex dengan metode teknikal dikenal dua konsep, yaitu analisis trend dan analisis oscillator. Untuk memahami indikator dan tools analisa forex mana yang perlu dipakai dalam kondisi pasar yang berubah-ubah, setiap trader pelu memahami perbedaan antara keduanya. Berikut sekilas uraiannya:

1. Perbedaan Dari Aspek Kondisi Pasar
Analisis Trend digunakan untuk memantau kecenderungan pasar untuk bergerak ke suatu arah dari waktu ke waktu (Bullish atau Bearish).
Analisis Oscillator memantau variasi pergerakan harga dari waktu ke waktu meskipun pasar tidak memiliki kecenderungan arah pergerakan harga tertentu (Sideways/Ranging), sebagaimana bisa dipantau dari naik-turunnya indikator Oscillator dalam suatu wilayah yang terbatas.

2. Dari Aspek Pergerakan Harga
Analisis Trend digunakan untuk menentukan apakah suatu trend yang sedang berlangsung di pasar akan terus berlanjut atau berubah.
Analisis Oscillator digunakan untuk mendeteksi kondisi overbought (jenuh jual) dan oversold (jenuh beli) di pasar. Bukan tidak mungkin bagi indikator tipe Oscillator untuk mengidentifikasi trend, tetapi informasi yang diberikan utamanya berkaitan dengan kondisi overbought dan oversold.

3. Menurut Segi Pengguna
Analisis Trend umumnya dipakai oleh para trader pelaku analisa forex tipe “trend-following”, atau yang berupaya mendapatkan keuntungan dengan mengikuti trend harga.
Analisis Oscillator bisa dipakai untuk trading mengikuti trend, tetapi juga populer dipakai oleh para trader pelaku analisa forex tipe “counter-trend”, atau yang berupaya mendapatkan keuntungan dengan melawan trend. Ini berkaitan dengan fungsi tambahan indikator tipe Oscillator yang mampu mendeteksi divergensi.

4. Indikator-Indikator Teknikal Masing-Masing
Analisis Trend biasanya menggunakan Moving Averages dan ADX, serta upaya lain untuk mengidentifikasi pergerakan harga (price action) di atas chart, diantaranya dengan menggambar Channel dan garis-garis trend (Trend Lines), atau dari bar dan candle yang merekam pergerakan harga di masa lalu.

Analisis Oscillator umumnya menggunakan indikator Momentum (Rate of Change), Relative Strength Index (RSI), Commodity Channel Index (CCI), Stochastic Oscillator, Money Flow Index (MFI), Williams %R (Williams Percent Range), dan lain-lain.

Moving Average Convergence Divergence (MACD) merupakan tools khas yang bisa berperan ganda sebagai indikator yang “trend-following” sekaligus juga Oscillator.

Penutup
Demikianlah sekilas ulasan tentang beberapa perbedaan antara analisis trend dan analisis oscillator. Semoga bermanfaat bagi Anda dalam memilih indikator yang akan digunakan untuk melakukan analisa forex. Namun, perlu diingat bahwa ruang lingkup analisa forex jauh lebih luas lagi dari sekedar dua metode teknikal ini. Sebagai contoh, dalam pengamatan pergerakan harga dikenal juga adanya analisa pola harga (Price Pattern), dan ini berada di wilayah yang tidak dicakup oleh analisis trend maupun analisis oscillator. Sedangkan di luar konteks teknikal, masih ada analisa fundamental, sentimen, dan intermarket, bahkan korelasi harga.