Perbedaan Analisa Teknikal Dan Analisa Fundamental

Analisa Forex

perbedaan-analisis-teknikal-dan-fundamental

Ada dua teknik analisa forex yang paling umum digunakan trader, yaitu analisa teknikal dan analisa fundamental. Apa perbedaan diantara keduanya? Dan mana yang lebih baik antara analisa teknikal dan analisa fundamental?

Pengertian Analisa Teknikal
Analisa Teknikal adalah metode analisis untuk memperkirakan arah pergerakan harga di masa depan dengan mempelajari data harga di pasar pada periode sebelumnya yang telah terbentuk di atas chart. Dalam analisa forex, metode ini dilakukan dengan mengamati Price Action, Trend, serta level-level Support dan Resistance.

Teknik analisa teknikal dalam forex sebenarnya tak jauh berbeda dengan analisa saham atau aset investasi finansial lainnya. Indikator-indikator teknikal yang paling populer dipakai sebagai alat bantu pun serupa, misalnya Moving Average, MACD, Relative Strength Index (RSI), dan indikator Stochastic Oscillator.

Analisa teknikal didasarkan pada asumsi bahwa harga sudah merefleksikan semua informasi penting yang ada di pasar, sehingga mengabaikan faktor-faktor penggerak eksternal seperti fundamental ekonomi. Selain itu, diyakini juga bahwa harga selalu bergerak dalam trend tertentu, baik itu bullish, bearish, maupun sideways. Terakhir, karena tindakan pelaku pasar selalu mengikuti pola-pola yang sama dari waktu ke waktu, maka ada pula asumsi “History Tends To Repeat Itself” (Sejarah cenderung berulang) atas dasar mana pola-pola harga yang terbentuk bisa dianggap sebagai sinyal akan terjadinya pergerakan tertentu.

Pengertian Analisa Fundamental
Analisa Fundamental adalah pengamatan dan penilaian atas kondisi-kondisi yang mendasari pergerakan harga suatu aset. Dalam perdagangan saham, ini berarti analisa fundamental mengacu pada laporan keuangan perusahaan, neraca, pendapatan, dan lain-lain yang bisa digunakan untuk mengetahui kesehatan perusahaan terkait. Dalam konteks analisa forex, fundamental adalah pengamatan dan penilaian kondisi ekonomi suatu negeri secara menyeluruh, meliputi faktor-faktor seperti suku bunga, inflasi, kondisi sektor manufaktur, ketenagakerjaan, Gross Domestic Product (GDP), dan lain-lain.

Analisa Fundamental beranggapan bahwa harga bisa “keliru”, menjadi terlalu mahal atau terlalu murah dalam jangka pendek. Namun demikian, cepat atau lambat harga akan kembali ke level yang tepat sesuai dengan fundamentalnya.

Perbedaan Analisa Forex Dengan Metode Teknikal Dan Fundamental
Perbedaan utama antara analisa teknikal dan analisa fundamental ada tiga hal:
1. Analisa teknikal memantau pergerakan harga, sedangkan analisa fundamental memantau faktor-faktor di luar harga itu sendiri yang dinilai bisa mempengaruhi pergerakannya.
2. Analisa fundamental merupakan pendekatan jangka panjang. Ini bisa disimpulkan mengingat data fundamental ekonomi paling cepat dirilis pekanan, bahkan ada yang tempo penerbitannya bulanan, kuartalan, hingga semesteran dan tahunan. Di sisi lain, analisa teknikal bisa digunakan pada bermacam-macam timeframe, mulai dari hitungan menit hingga mingguan dan bulanan.
3. Analisa teknikal biasanya digunakan pada jangka pendek dengan tujuan “trading”, sedangkan analisa fundamental untuk jangka panjang dengan tujuan investasi (“investing”).

Sering terjadi perselisihan antara pengguna analisa teknikal dan analisa fundamental mengena mana yang lebih baik diantara keduanya. Namun demikian, sebenarnya mayoritas trader mengkombinasikan teknikal dan fundamental dalam analisa forex. Apabila dikombinasikan, maka analisa fundamental bisa memberikan gambaran yang lebih menyeluruh tentang latar belakang pergerakan harga dalam jangka panjang, sedangkan analisa teknikal menyajikan peluang-peluang trading di mana trader bisa membuka atau menutup posisi trading yang profitable.