Kurs Dolar AS Tertolong Oleh Berita Kenaikan Durable Goods Orders

Analisa Forex

Dolar AS mulai sedikit menguat terhadap mata uang-mata uang mayor pada perdagangan hari Kamis kemarin, setelah dilanda aksi jual hingga terpuruk di level rendah 14 bulan dalam beberapa hari sebelumnya. Meski sentimen pasar masih buruk karena pernyataan Federal Reserve pasca rapat kebijakan Juli 2017 yang kurang disukai, tetapi data ekonomi terbaru memunculkan secercah harapan.

20170728-kurs-dolar-as-tertolong-oleh-berita-kenaikan-durable-goods-orders

Tanda Perbaikan Performa Industri AS
Indeks Dolar AS, yang sering dipakai sebagai barometer kekuatan mata uang berjuluk Greenback ini, mengalami peningkatan sekitar 0.7% ke 93.93. Sejalan dengan itu, GBP/USD turun 0.3% ke $1.3072, sebaliknya USD/JPY naik sekitar 0.3% ke 111.44. Korban paling besar adalah Euro, dengan EUR/USD anjlok 0.6% ke $1.1667 dan EUR/GBP melandai 0.2% ke 0.8926.

Diantara data-data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis pada hari Kamis, Durable Goods Oders mengalami kenaikan drastis sebesar 6.5% Month-over-Month (MoM) untuk bulan Juni, jauh melampaui kenaikan 3% yang diestimasikan pasar, dan merupakan perbaikan signifikan setelah tumbuh -0.1% di bulan Mei. Sedangkan Core Durable Goods Orders, yang mengecualikan barang transportasi dalam perhitungannya, hanya naik 0.2%, versus estimasi 0.4%.

Durable Goods Orders merupakan data yang mengukur perubahan total nilai pesanan barang-barang manufaktur dalam perekonomian AS. Laporannya dirilis oleh Biro Sensus AS sebulan sekali. Data ini termasuk berdampak menengah-tinggi, karena menjadi Leading Indicator bagi pengukuran performa industri AS.

Masih Tertekan, Tunggu Validasi GDP AS
Terlepas dari kuatnya berita terkini tentang Durable Goods Orders, data ekonomi AS lainnya masih gonjang-ganjing. Pada Kamis, data Initial Jobless Claims naik lebih dari estimasi. Jumlah pemohon tunjangan pengangguran mingguan naik ke 244,000, dari 234,000 pada pekan lalu. Syukurnya, rerata 4-mingguan tak meningkat, melainkan tetap pada 244,000.

Ke depan, Dolar akan menengok bagus atau buruknya data GDP AS untuk dijadikan acuan. Laporan preliminer GDP AS untuk periode kuartal II/2017 diperkirakan bakal naik 2.6% QoQ dibanding pertumbuhan 1.4% yang dialami pada kuaartal pertama. Namun demikian, apabila data aktual yang rilis Jumat malam (WIB) ternyata di bawah ekpektasi, maka Dolar AS kemungkinan akan kembali tertekan hingga pekan depan.