Cara Penggunaan MA Crossover

Analisa Forex

cara-penggunaan-ma-crossover

MA Crossover merupakan titik-titik persimpangan antara dua garis Moving Average atau lebih di atas chart yang sering dijadikan acuan dalam trading oleh trader forex. Tata pemasangan dan cara penggunaan MA Crossover termasuk mudah, sehingga menjadi salah satu indikator favorit bagi pemula maupun mereka yang lebih berpengalaman. Berikut uraian lengkapnya.

1. Memasang MA Crossover

Agar bisa menggunakan MA Crosover, pertama-tama Anda harus memasang beberapa indikator Moving Average di atas chart pada Currency Pair dan Timeframe pilihan Anda. Sebagai contoh, pada gambar terlihat chart EUR/USD dengan timeframe 30 menit (M30) yang telah dipasangi MA 13 (biru), MA 8 (hijau), dan MA 5 (merah). Variasi kombinasi Moving Average yang Anda pasang bisa berapa saja; mengikut contoh yang sudah banyak dibagikan di internet, maupun merekayasanya sendiri; yang penting bisa dijadikan acuan. Jangan lupa memilihkan warna berbeda-beda agar MA Crossover nantinya lebih mudah dilihat.

Dalam hal ini, kami mencontohkan Simple Moving Average 13, 8, dan 5, hanyalah demi kepraktisan, untuk menunjukkan bagaimana MA Crossover bisa digunakan dalam Day Trading harian. Biasanya, semakin kecil timeframe, maka semakin kecil pula MA yang dipasang. Dengan demikian, setting ini sudah cukupan.

2. Melihat Perpotongan Antar Garis MA

Rumus penggunaan MA Crossover sangat sederhana, yaitu:
– Sinyal Sell: Jika MA lebih pendek melintasi MA lebih tinggi ke arah bawah. Atau dalam contoh ini, jika MA5 (merah) bergerak memotong garis hijau dan biru dari atas ke bawah.
– Sinyal Buy; Jika MA lebih pendek melintasi MA lebih tinggi ke arah bawah. Atau dalam contoh ini, jika MA5 (merah) bergerak memotong garis hijau dan biru dari bawah ke atas.

Mudah bukan? Pengaturan setting hanya beberapa detik, lalu Anda bisa langsung trading menggunakan MA Crossover. Hanya saja, pemilihan timeframe dan kombinasi MA yang cocok dengan gaya trading Anda lah yang barangkali akan memakan waktu. Selain itu, ada beberapa kelemahan MA Crossover.

3. Mengantisipasi Kelemahan MA Crossover

Ada dua kelemahan utama MA Crossover. Pertama, sifatnya “lagging”, atau terlambat. Jika Anda amati lagi chart contoh di atas, Anda akan menemukan bahwa perpotongan sinyal Sell pertama baru muncul ketika harga sudah beberapa saat berbalik turun. Demikian pula sinyal Buy, baru muncul setelah beberapa candle terlihat naik. Hal ini berarti, meski bisa profit dengan menggunakan MA Crossover, tetapi bisa jadi tidak maksimal. Namun, ini tak selalu buruk, karena sifatnya yang lagging berarti Anda punya waktu untuk mencari konfirmasi, sehubungan dengan kelemahannya yang kedua.

Kelemahan kedua MA Crossover yaitu adanya Fake Signal, seperti bisa dilihat pada contoh gambar chart. MA5 sudah melintasi garis MA lainnya ke atas, tetapi tak berapa lama kemudian berbalik turun. Untuk mengantisipasi adanya fake semacam ini, Anda bisa mengkombinasikan penggunaan MA Crossover dengan indikator tipe oscillator, seperti Stochastic Oscillator atau RSI, untuk mengkonfirmasi sinyal yang muncul.