Apa Itu Relative Strength Index (RSI)?

Analisa Forex

apa-itu-relative-strength-index

Adakah indikator teknikal untuk trading yang versatile, bisa dipakai pada berbagai kondisi pasar dan mudah diterapkan? Ada. Relative Strength Index (RSI) sangat populer dipakai oleh trader dalam melakukan analisa forex untuk trading harian maupun mingguan. Sebagai salah satu tools analisa forex paling populer, RSI bukan hanya banyak dipakai trader, melainkan juga sudah dibahas dalam banyak sekali buku sejak pembuatnya, J Welles Wilder, menuangkan ide untuk pertama kalinya pada buku “New Concepts in Technical Trading Systems” tahun 1978.

Pengertian Relative Strength Index (RSI)
Relative Strength Index (RSI) adalah indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu, untuk mengukur kecepatan dan perubahan harga suatu aset finansial atau suatu pair mata uang. Fungsi utamanya adalah untuk mengidentifikasi kondisi overbought (jenuh beli) dan oversold (jenuh jual) dalam perdagangan suatu aset.

Perhitungan RSI secara default biasanya menggunakan period 14, sebagaimana direkomendasikan oleh Welles Wilder dalam bukunya, tetapi trader sebenarnya bisa memodifikasi sendiri period RSI. Menaikkan atau menurunkan period bisa merubah sensitivitas RSI. Period 10 akan lebih cepat mencapai level overbought atau oversold dibanding Period 20. Namun, ini juga bergantung pada volatilitas harga aset. Pair Currency dengan volatilitas tinggi seperti EUR/USD, maka kemungkinannya akan lebih cepat sampai ke level oversoldatau overbought ketimbang USD/CHF.

Indikator RSI umumnya sudah tersedia dalam software trading (built-in), sehingga penerapannya sangat mudah. Dalam platform populer Metatrader4 (MT4), trader cukup mencari “Relative Strength Index” pada daftar menu “Insert – Indicators – Oscillators”, lalu klik. Setelah itu trader bisa langsung menggunakan RSI dalam analisa forex-nya.

cara Menggunakan RSI Dalam Analisa Forex
Pada platform, RSI muncul sebagai grafik di sub-window pada chart pair mata uang yang akan dianalisa dan ditradingkan. Pada grafik tersebut, RSI bergerak naik-turun dalam skala 0-100. RSI dianggap overbought ketika berada di atas 70, atau oversold ketika di bawah 30. Dalam hal ini, RSI akan cenderung memantul ke bawah jika sudah memasuki wilayah overbought, sehingga sinyal sell bisa dianggap muncul ketika RSI mencapai 70 ke atas dan menunjukkan tanda-tanda berbalik turun. Sebaliknya, RSI akan cenderung memantul ke atas ketika memasuki wilayah oversold, sehingga sinyal sell bisa dianggap muncul ketika RSI menginjak 30 ke bawah dan menunjukkan tanda akan berbalik naik.

Pengguna RSI biasanya mendampingi penggunaan indikator dalam analisa forex dengan indikator teknikal lainnya atau pemahaman tentang pola-pola candlestick atau pola chart.

Selain itu, RSI juga dapat digunakan untuk mendeteksi divergensi (Divergence). Divergensi ada dua. Pertama adalah Bullish Divergence. Apabila harga turun membentuk level rendah baru, tetapi RSI naik dan membentuk level rendah pada posisi lebih tinggi, maka di sana ada Bullish Divergence. Kedua adalah Bearish Divergence. Apabila harga naik membentuk level tinggi baru, tetapi RSI menurun dan membentuk level tinggi pada harga yang lebih rendah, maka disitu sedang terjadi Bearish Divergence.